Giliran NU Mendamprat Program Menag Fachrul Sertifikasi Dai yang Kini Ganti Baju Baru

Menag Fachrul yang memimpin Kemenang menuai penolakan keras soal program sertifikasi dai/ penceramah Islam. Lalu program itu diklarifikasi dengan sebutan ‘program penceramah bersertifikat’. Tapi masih tetap diprotes oleh MUI, Muhammadiyah, dan lembaga2 Islam pada umumnya.

Terakhir, program Menag Fachrul yang dinilai hanya menambahi bikin gaduh yang telah dibikin oleh Menag Fachrul dengan sejumlah lontaran kontroversial sejak diangkat jadi Menag itu pun ganti baju baru dengan sebutan ‘program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama’. Namun justru PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) bertandang mendamprat program itu.

Silakan simak ini.

***

Gara-gara Program Ini, NU Minta Negara Jangan Terlalu Mengatur


Menag Jenderal (Purn) Fachrul Razi (muslimobsession.com)

Jakarta, – Rencana pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memwujudkan program penguatan kompetensi penceramah langsung dikritik oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). NU meminta negara tidak terlalu jauh mengatur soal kompetensi penceramah, karena hal itu sudah dilakukan oleh Ormas Islam sejak lama.

“Lembaga Dakwah NU sudah sejak lama memberikan pelatihan-pelatihan dai dan bersertifikat. Sehingga tentang hal ini diserahkan kepada masing-masing ormas. Negara jangan terlalu jauh mengatur tentang hak warga negara,” kata Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini seperti dilansir dari detikcom, Jumat (18/9/2020).

Helmi menyebut salah satu departemen PBNU yakni Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) sudah sejak lama mengurus terkait penguatan kompentensi penceramah. Karena itu menurutnya seharusnya Kemenag menyerahkan itu kepada ormas.

“Adapun soal program penguatan juga sesungguhnya lebih tepat diserahkan kepada ormas saja, LDNU sudah sejak lama memiliki program ini,” ucapnya.

Baca juga : PBNU: Kenapa Jokowi Pertahankan Menag yang Sering Buat Keributan Ini?

Lebih jauh, Helmi menyebut sejumlah materi seperti Islam agama perdamaian, mengembangkan Islam sebagai rahmatan lil alamin, hubungan agama & nasionalisme hingga penguatan faham ahkussunnah wal jamaah sudah menjadi bahan ajaran LDNU selama ini. Dia pun meminta agar Kemenag fokus saja menyelesaikan persoalan haji hingga fasilitas pesantren atau madrasah.

“Kemenag fokus meningkatkan pelayanan haji, fasilitasi pesantren dan madrasah yang sampai sekarang membutuhkan perhatian serius,” ujarnya.

Baca juga : Fitnah `Amplop Coklat` Mau Diproses Hukum? Said Aqil: Terserah Banser!

Seperti diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program penguatan kompetensi penceramah agama menggantikan program penceramah bersertifikat. Nama program tersebut diganti setelah Kemenag menerima masukan dari berbagai pihak.

“Kami ingin meluruskan atau mengklarifikasi bahwa nama program ini adalah Penguatan Kompetensi Penceramah Agama,” kata Wamenag Zainut Tauhid Sa`adi dalam keterangan tertulis di situs Kemenag, Jumat (18/9/2020).

“Berdasarkan masukan dan arahan dari berbagai pihak, program ini namanya adalah Penguatan Kompetensi Penceramah Agama,” sambung Zainut.

Zainut menjelaskan nama program penguatan kompetensi penceramah agama ini dipilih untuk menghindari polemik.

(Nikolaus Tolen\Editor)

law-justice.co  Sabtu, 19/09/2020 06:13 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 894 kali, 1 untuk hari ini)