POSMETRO INFO – Ketua umum KWK (Koperasi Wahana Kalpika) Laode Jeni mencurigai adanya barter antara bos Gojek dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Barter tersebut dilakukan agar Ahok mendapatkan KTP (kartu tanda penduduk) para para pengemudi Gojek untuk pencalonannya di pilkada DKI Jakarta 2017 nanti.

“Makanya Ahok tidak melarang keberadaan Gojek, padahal itu angkutan ilegal,” ujar Laode kepada TeropongSenayan di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Sebagaimana diberitakan, relawan #TemanAhok mengumpulkan KTP para pengemudi Gojek. KTP tersebut akan digunakan Ahok sebagai syarat pencalonan gubernur pada pilkada pada 2017.

KWK yang merupakan anggota Organda dan mengoperasikan angkutan KWK di DKI Jakarta ini menentang Gojek. KWK menganggap Gojek angkutan ilegal karena berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas, kendaraan roda dua tidak dibeolehkan sebagai angkutan penumpang.

Selain mencurigai adanya barter, Laode juga mencurigai adanya dukungan finansial dari Ahok untuk Gojek. Dugaan Laode didasarkan adanya ketidakwajaran antara tarif Gojek dengan pendapatan para pengemudinya. Selama ini Gojek memberlakukan tarif promo Rp 10.000 untuk jarak sampai dengan 25 Km. Sementara pendapatan para pengemudinya dikabarkan sangat besar. Dan itu sudah berlangsung beberapa bulan.

“Kalau tidak ada dukungan finansial dari pihak ketiga nggak mungkin bertahan. Dan akibatnya angkutan resmi yang kami kelola bisa mati,” pungkas Laode. [ts]

posmetro.info, 02 Oktober 2015

***

Hasan Al-Jaizy

16 September pukul 19:58 ·

Saya tidak begitu mengerti bagaimana prosesnya dan perhitungannya. Tapi beragam pengalaman saya, membuat saya berpedoman: mengawali sesuatu dari hal-hal kecil, merintis, memulai, dan berjuang, walau di awal mungkin pahit dan kurang aman, insya Allah lebih banyak pelajaran dan kelak akan lebih aman, dibandingkan tiba-tiba bursting ikutan trend-trend menjanjikan, yang kadang hanyalah monkey marketing, anget-anget kucing, dan semacamnya.

Kalau bisa, malah berjuanglah membuat trend. Dan jangan berjuang demi ikut-ikutan trend.

Terlena dengan janji berjuta-juta, apa masih ingat masjid/mushalla yang biasa kamu santroni saat istirahat kerja kantor? Dulu, bisa jadi saat jam istirahat, kamu bersama teman-teman masih kenal shalat jama’ah di awal waktu di mushalla kantor. Sekarang?

Terlena dengan janji berjuta-juta, penumpangmu ternyata perempuan, wahai lelaki, atau ternyata laki-laki, wahai perempuan.

Lalu kepintaran dan ketokohan nanti tidak lagi dimiliki para sarjana?

Sarjana kekinian memang banyak sekali yang sedari awal kuliah cuma memikirkan: abis kuliah kerja cari duit. Duit. Duit.

Duit itu penting. Namun apakah ilmumu hanya seharga duit? (itu jika saat ngampus kamu memang mencari ilmu, duhai sarjana)

Curhat Driver Go-Jek: Tak Seindah yang Dibayangkan

Bayangan gaji jutaan, bahkan puluhan juta, seorang driver ojek online, Go-Jek, ternyata tidak sepenuhnya dinikmati pengemudi. Seorang driver curhat …

nasional.rimanews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.296 kali, 1 untuk hari ini)