Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena (baju kuning)/ foto Ali Mansyur


JAKARTA — Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengakui terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar pada Munaslub 2016 tidak lepas dari kehendak para petinggi negara. Bahkan dia tidak membantah kemenangan Novanto di Munaslub beberapa waktu lalu tersebut adalah kehendak dari Presiden Joko Widodo.

Pernyataan itu disampaikan saat dia menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema “Dramaturgi Setya Novanto” di Cikini. Karena itulah Novanto sempat meminta perlindungan Presiden Joko Widodo. “Perlu diingat bahwa Setya Novanto menjadi Ketua Umum adalah kehendak banyak orang, termasuk petinggi negeri ini,” tegas Melki, di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/11).

Menurutnya, salah satu alasan kuat Novanto mendapat dukungan kuat dari mayoritas kader partai dan juga petinggi negara adalah menstabillkan kondisi politik negara. Salah satu upanya adalah melakukan manuver politik dengan berpindah dukungan dari Koalisi Merah Putih (KMP) ke koalisi pemerintah.

“Saya kira itu (meminta perlindungan kepada presiden) karena dia merasa anggota DPR RI, yang merasa hak hukumnya tidak difasilitasi dengan baik, ada perlakuan berbeda yang diterimanya,” tambahnya.

Kemudian dalam kasus mega korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, Melki menyatakan sepertinya Novanto dijadikan sebagai target operasi kasus besar tersebut. Tidak hanya itu, kata Melki, suara Golkar pada Pilpres 2019 juga dibidik. “Tapi di internal kami tetap solid meski kami harus mengakui ada wacana yang muncul soal Munaslub,” tuturnya.

republika.co.id  Rep: ali mansyur/ Red: Budi Raharjo

***

Masih Ingat? Inilah Partai-Partai Pendukung Penista Agama

(Cuma Buat Catatan Saja)

Via Sani Nasution

by Nahimunkar.com, 14 Oktober 2017

***

Berita tentang Vonis Ahok karena terbukti menista agama, sebagai berikut.

***

[BREAKING NEWS] Vonis Hakim 2 Tahun Penjara Ahok Disambut Takbir!!! Ahokers Shock Berat

Posted on 10 Mei 2017 – by Nahimunkar.com

JAKARTA – Sidang vonis dugaan penodaan agama terhadap terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar hari ini, Selasa (15/5/2017), di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta.

Setelah menjalani persidangan selama hampir 5 bulan, akhirnya Majelis Hakim PN Jakarta Utara yang diketuai H. Dwiarso Budi Santiarto memvonis Basuki Tjahaja Purnama dengan vonis hukuman: 2 TAHUN PENJARA DAN LANGSUNG DITAHAN HARI INI JUGA.

TERDAKWA SECARA SAH TERBUKTI BERSALAH!!!

Dalam penentuan vonis ini, Majelis Hakim mempertimbangkan PENDAPAT DAN SIKAP KEAGAMAAN MUI yang telah dikeluarkan pada 11 Oktober 2016.

Hakim tak sependapat dengan JPU. Terdakwa secara sah memenuhi semua unsur pidana pada pasal 165a huruf a.

Pasal 156a:
Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
a. yang pada pokoknya bcrsifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;

VONIS HAKIM ini jauh lebih tinggi dari Tuntutan JPU.

Sekadar informasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ahok dengan pasal 156 KUHP dengan pidana 1 tahun kurungan penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun.

Vonis Hakim ini langsung disambut pekik Takbir!!! dari massa Umat Islam yang

mengawal persidangan Ahok.

Sebaliknya, massa PRO AHOK yang dari tadi joget-joget seketika shock berat.

Sebagai kilas balik, Ahok ditetapkan sebagai TERSANGKA kasus penistaan agama oleh Polri yang diumumkan di Mabes Polri pada 16 November 2016, atau 12 hari pasca Aksi Bela Islam 411.

Ahok dijadikan tersangka kasus penodaan agama atas perkataannya saat pidato di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu pada 27 September 2016:

“…Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongi pakai surat al Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Ahok lalu menjalani SIDANG PERDANA kasus dugaan penistaan agama pada Selasa 13 Desember 2016.

Atas VONIS 2 TAHUN PENJARA INI, Ahok menyatakan akan banding.

Perjuangan Umat Islam berbulan-bulan dalam Aksi-Aksi Bela Islam telah diijabah Allah SWT.

ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD…

Sumber: portal-islam.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 770 kali, 1 untuk hari ini)