SinarRakyat.Com | Sikap tegas ditunjukkan petinggi Golkar dan tokoh masyarakat Sulsel Fadel Muhammad. Ketika aqidah dan keyakinannya diusik ia berontak dan bersuara lantang melakukan perlawanan.

Mengetahui Al Qur’an yang merupakan tuntunannya selama ini dihina, Fadel serta merta mengajukan permintaan agar Partai Golkar mengevaluasi dukungan kepada Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena kasus dugaan penistaan agama.

Karena sikap kritis ini Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad itu langsung dipecat.

Kepada wartawan Fadel mengaku, dirinya dipecat Ketua Umum Golkar dikarenakan permintaan agar Partai Golkar mengevaluasi dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama dievaluasi, karena kasus dugaan penistaan agama.

“Saya dipecat oleh Pak Novanto dan Roemkono. Karena dulu saya minta supaya Golkar menarik dukungan dari Ahok karena kasus Al Maidah. Ini bukan soal harta dan uang, tapi aqidah dan keyakinan kita yang dihina,” terang Fadel, di Jakarta.

Selain Fadel, ternyata ada sembilan kader Golkar yang dipecat Setnov. Namun, Ia tidak menyebut siapa saja kader yang dipecat tersebut.

“Ada sembilan orang yang dipecat dan banyak juga yang berhenti dari Golkar, gubernur Sulsel dan gubernur Kaltim,” terangnya.

Menurutnya, surat pemecatan itu belum diterima, namun surat tersebut telah diterbitkan di DPP Partai Golkar. (R-007)

Sumber: sinarrakyat.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 10.878 kali, 1 untuk hari ini)