Nusron Wahid

  • Mereka belum berkuasa pun bertekad melindungi Ahmadiyah yang jelas-jelas punya nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad.
  • Hidup satu kali dan mengaku sebagai Muslim tapi malah tampaknya dari perkataannya tidak takut neraka. Padahal pembela nabi palsu itu menurut Islam, kelak di neraka, gigi gerahamnya lebih besar dari Gunung Uhud.
  • Saef bin Umar meriwayatkan dari Thulaihah dari Ikrimah dari Abu Hurairah dia berkata, “Suatu hari aku duduk di sisi Rasulullah bersama sekelompok orang, di tengah kami hadir Ar-Rajjal bin Anfawah. Nabi bersabda,

إن فيكم لرجلا ضِرْسُهُ فِى النَّارِ أَعْظَمُ مِنْ أُحُدٍ

“Sesungguhnya di antara kalian ada seseorang yang gigi gerahamnya di neraka lebih besar dari Gunung Uhud.”

Kemudian aku (Abu Hurairah) perhatikan bahwa seluruh yang dulu hadir telah wafat, dan yang tinggal hanya aku dan Ar-Rajjal. Aku sangat takut menjadi orang yang disebutkan oleh Nabi tersebut hingga akhirnya Ar-Rajjal keluar mengikuti Musailimah dan membenarkan kenabiannya. Sesungguhnya fitnah Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan oleh Musailimah.” Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Is-haq dari gurunya, dari Abu Hurairah ra. (Lihat Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan-Nihayah, dalam bahasan nabi palsu Musailimah Al-Kadzdzab, atau lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakrta, 2007, bab Nabi Palsu Musailimah Al-Kadzdzab).

Ancaman neraka itu perlu diperhatikan oleh siapapun, di antaranya dalam kasus ini adalah GP Ansor. Semoga mereka bertaubat.

Inilah beritanya.

***

Konyol, GP Ansor Desak SBY Terbitkan Penpres Perlindungan Ahmadiyah

JAKARTA (Voa-Islam) – Sebelum acara pembukaan HUT GP Ansor ke-78 di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/), Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menuntaskan konflik atas nama agama yang menimpa pemeluk Ahmadiyah.

Menurutnya, konflik tersebut tidak akan selesai, jika SBY tidak tegas terhadap masalah ini. Apalagi sudah terlalu banyak kasus kekerasan terhadap warga pemeluk agama baik Ahmadiyah, GKI Yasmin, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, kata Nusron, SKB tiga menteri tak memiliki nilai kuat untuk melindungi warga Ahmadiyah. Seharusnya, presiden mengeluarkan langsung Peraturan Presiden (Perpres) untuk kasus Ahmadiyah. “Tata urutannya, SKB itu untuk internal, bukan untuk masyarakat. Harusnya peraturan perlindungan terhadap kebebasan beribadah ada di UU atau Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden. Perlindungan terhadap warga sipil, untuk beribadah dan tidak diganggu,” ungkap Nusron kepada wartawan.

Apalagi kata Nusron, beberapa hari yang lalu terjadi penyerangan kembali terhadap masjid Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat. Saat ini, ungkap anggota DPR Komisi XI Fraksi Golkar itu, terletak pada kecerdasan polisi untuk mengatasinya. Penyerangan masjid Ahmadiyah di Kuningan itu lantaran aparat lalai mengantisipasi.

Kata Nusron, GP Ansor Tasikmalaya sudah bekerja sekuat tenaga untuk melindungi warga Ahmadiyah pada waktu terjadi penyerangan. Dia mengakui bahwa keyakinan  Ansor dan Ahmadiyah berbeda soal pandangan tentang Islam, akan tetapi, pihaknya meyakinkan bahwa GP Ansor melindungi mereka dalam kapasitas warga Ahmadiyah sebagai masyarakat.

Oleh sebab itu, Nusron mendesak pemerintah agar tidak melakukan pembiaran atau bahkan adu domba antar organisasi masyarakat. “Anggota kita sudah siap untuk melindungi warga Ahmadiyah. Yang dilindungi bukan ajarannya, tapi penyerangan itu jangan sampai terjadi,” imbuhnya. (Desastian/oz) Selasa, 24 Apr 2012

Ilustrai: adivictoria1924/ FOTO.ANTARA

***

Sebegitu relanya orang GP Ansor itu, Islam dipalsukan oleh Ahmadiyah, bukannya Ansor membela Islam, malah membela Ahmadiyah. Dengan nyinyir lagi. Sekali lagi, walau mereka mungkin tidak takut neraka, tetap ini kami sampaikan ancaman neraka ini:

Di Neraka, geraham Arrajjal pembela nabi palsu lebih besar dari Gunung Uhud

Saef bin Umar meriwayatkan dari Thulaihah dari Ikrimah dari Abu Hurairah dia berkata, “Suatu hari aku duduk di sisi Rasulullah bersama sekelompok orang, di tengah kami hadir Ar-Rajjal bin Anfawah. Nabi bersabda,

إن فيكم لرجلا ضِرْسُهُ فِى النَّارِ أَعْظَمُ مِنْ أُحُدٍ

“Sesungguhnya di antara kalian ada seseorang yang gigi gerahamnya di neraka lebih besar dari Gunung Uhud.”

Kemudian aku (Abu Hurairah) perhatikan bahwa seluruh yang dulu hadir telah wafat, dan yang tinggal hanya aku dan Ar-Rajjal. Aku sangat takut menjadi orang yang disebutkan oleh Nabi tersebut hingga akhirnya Ar-Rajjal keluar mengikuti Musailimah dan membenarkan kenabiannya. Sesungguhnya fitnah Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan oleh Musailimah.” Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Is-haq dari gurunya, dari Abu Hurairah ra. (Lihat Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan-Nihayah, dalam bahasan nabi palsu Musailimah Al-Kadzdzab, atau lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat, Pustaka Al-Kautsar, Jakrta, 2007, bab Nabi Palsu Musailimah Al-Kadzdzab).

1230- حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِىُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ ظَبْيَانَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِى حَنِيفَةَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ قَالَ لِى أَبُو هُرَيْرَةَ : أَتَعْرِفُ رَجَّالاً؟ قُلْتُ : نَعَمْ. قَالَ : فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ :« ضِرْسُهُ فِى النَّارِ أَعْظَمُ مِنْ أُحُدٍ ». فَكَانَ أَسْلَمَ ثُمَّ ارْتَدَّ وَلَحِقَ بِمُسَيْلِمَةَ. )مسند الحميدي – مكنز – (3 / 409)(

Dari Imran bin Dhabyan dari seorang dari Bani Hanifah (suku yang ada nabi palsunya, Musailimah Al-Kadzdzab) bahwa ia mendengarnya, dia berkata, Abu Hurairah berkata kepadaku: Kenalkah kamu (seorang bernama) Rajjal? Aku jawab: ya. Dia (Abu Hurairah) berkata: Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Gigi gerahamnya (Ar-Rajjal) di dalam neraka lebih besar daripada Gunung Uhud”. Dia dulunya masuk Islam kemudian murtad dan bergabung dengan Musailimah (Nabi palsu). (Musnad Al-Humaidi).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.571 kali, 1 untuk hari ini)