Tampak Gus A’am Wahib (duduk berkopiah dan sarung di sebelah Sandiaga S Uno) dalam sebuah acara. (FT/Faizal)


SURABAYA | duta.co – Tekat GP Ansor menghadang gerakan people power dijawab H Agus Solachul A’am Wahib, Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN). Cucu pendiri NU, almaghfurlah KH A Wahab Chasbullah ini terang-terangan minta GP Ansor-Banser minggir. Jangan sampai berhadapan dengan rakyat yang ingin merebut kedaulatannya.

“Saya minta kepada petinggi-petinggi GP Ansor dan Banser tidak menggunakan institusi untuk menghadapi gerakan kedaulatan rakyat. Apalagi menyebutnya makar. GP Ansor jangan bergaya seperti polisi. Tugas kalian menjaga ulama,” jelas Gus A’am Wahib kepada duta.co, Jumat (17/5/2019).

Menurut Gus A’am, mempertahankan kedaulatan rakyat adalah wajib. Jika tidak, bangsa ini akan menjadi bar bar dengan pemimpin otoriter. Ujungnya, bangsa ini akan terus berkelahi sepanjang pemilu.

“Menurut hemat saya, sahabat-sahabat Ansor seperti Gus Abdul Aziz masih gagal paham tentang apa itu makar dalam pengertian Gerakan Kedaulatan Rakyat. Jangan karena janji-janji politik kemudian kita korbankan institusi Ansor atau bahkan NU-nya. Jangan,” tambahnya.

Meme ini beredar di media sosial. Pejuang demokrasi menyebut sebagai tour jihad. (FT/IST)

Masih menurut Gus A’am, rakyat sekarang sadar, betapa bahaya alam demokrasi Indonesia ke depan. Jutaan rakyat akan turun gunung, mereka ini juga warga NU kultural, mereka tidak ikhlas melihat perampokan demokrasi yang berlangsung secara brutal.

“Saya berharap sahabat Banser-Ansor, diam. Ini kalau tidak berani ikut menegakkan kebenaran dan kejujuran, tidak terketuk mendukung warga NU yang terdholimi. Jangan sampai Anda (Ansor-Banser red.) berhadapan dengan jutaan nahdliyin. Jangan mau diadu domba. Ingat, bagaimana sadisnya Kiai dan jenderal TNI dibunuh PKI. Tugas kalian menjaga ulama,” tutupnya. (mky)/duta.co

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.104 kali, 1 untuk hari ini)