Tampaknya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin masih tidak puas, walau sudah sampai jadi tukang among (penerima) tamu di acara kemusyrikan waisak di Candi Borobudur yang lalu. Hingga dia buru-buru hadir untuk memfungsikan diri sebegitunya dalam acaranya orang musyrikin itu.

Kali ini Menag Lukman dituding GP Ansor sebagai orang yang terlalu ikut campur dalam proses Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di Jombang.

Inilah beritanya.

***

 

GP Ansor Prihatin Muktamar NU Banyak Diintervensi

Rabu, 05 Agustus 2015, 22:17 WIB

ANTARA FOTO/Syaiful Arif

umnu001

Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) menggelar aksi unjukrasa di Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8). AMNU meminta Muktamar ke-33 NU bebas dari politik uang serta intervensi partai politik.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menilai Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terlalu ikut campur dalam proses Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33.

“Ansor prihatin atas upaya intervensi yang dilakukan oleh pihak luar tersebut, termasuk yang dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin,” kata Wakil Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dalam rilis yang diterima ROL, Rabu (5/8).

Yaqut mengatakan, Muktamar adalah forum musyawarah tertinggi NU sebagai organisasi yang dibentuk oleh para alim ulama berhaluan Islam ahlusunnah wal jamaah (Aswaja).

“Ansor berharap pihak-pihak di luar NU menghormati semua proses yang terjadi dalam Muktamar dengan tidak melakukan intervensi terhadap muktamirin,” tegasnya.

Redaktur : Indah Wulandari/ROL

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.958 kali, 1 untuk hari ini)