Gua Ashabul Kahfi

Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok pemuda yang hidup pada masa beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as. Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzolim bernama Diqyanus. Ketika raja mengetahui ada sekelompok pemuda yang tidak mau menyembah berhala, maka raja tersebut marah kemudian memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Namun Ashabul Kahfi menolak perintah raja tersebut dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Waktu mereka lari dari kejaran pasukan raja, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai untuk bersembunyi.

Dalam alqur’an surat Al-Kahfi, Allah SWT menyebutkan kembali 3 kisah di masa lalu, yaitu kisah Ashabul Kahfi, kisah pertemuan nabi Musa as dan nabi Khaidir as serta kisah Dzulqarnain. Surat tersebut dinamakan Alkahfi karena banyak menyebut tentang kisah itu. dan hal ini tentu bukan kebetulan semata, tapi karena terdapat kisah Ashabul Kahfi di surat itu, seperti juga kisah dalam al-Quran lainnya, bukan merupakan kisah semata, tapi juga terdapat banyak pelajaran (ibrah) didalamnya.

Kisah tentang ashabul kahfi ini bukanlah lelucon, dongeng atau hanya sebuah rekayasa fiktif . Secara historis atau sebab turunnya ayat di surat alkahfi tersebut punya hubungan erat dengan kegelisahan Nabi Muhammad Saw saat ditanya oleh beberapa orang Yahudi untuk membuktikannya bahwa Beliau memang seorang Nabi Utusan Allah. Kaum Yahudi ini bertanya, wahai Muhammad, tolong ceritakan kepada kami tentang kisah 7 pemuda yang mengasingkan diri untuk mempertahankan keyakinannya kepada Allah SWT, jika engkau sanggup menceritakan dengan benar maka kami juga akan mengikuti ajaranmu dan menjadi bagian dari Islam.

Kemudian Nabi Muhammad Saw memohon pertolongan pada Allah SWT dan beberapa saat kemudian beliau mendapat wahyu yang berisi penjelasan kisah ashabul kahfi atau cerita tentang 7 pemuda yang ditanyakan oleh orang yahudi tersebut.

Dan dibawah ini adalah beberapa gambar gua yang dijadikan tempat bersembunyi oleh Ashabul Kahfi, gua ini terletak di Yordania di perkampungan Al-Rajib atau dalam Al-Quran di sebut Al-Raqim, yang berjarak 1.5 km dari kota Abu A’landa dekat kota Amman- Yordania.

Tugu Gua Ashabul Kahfi

Tugu Gua Ashabul Kahfi

Gua Ashabul Kahfi

Gua Ashabul Kahfii

Gua Ashabul Kahfi

Gua Ashabul Kahfi

 

Dan dibawah ini adalah Video Gua Ashabul Kahfi

reportaseterkini.com

(nahimunkar.com)

***

Kisah Ash-habul Kahfi dalam Al-Qur’an

{ أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا (9) إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10) فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا (11) ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَى لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا (12) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى (13) وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا} [الكهف: 9 – 14]

  1. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan
  2. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”
  3. Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu
  4. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu] yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu)
  5. Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk
  6. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran” [Al Kahf,9-14]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 20.582 kali, 1 untuk hari ini)