Guardian: Data Bocor Ungkap Penahanan Muslim Uighur karena Agama Bukan Semata Soal Ekstremisme

 

  • Salah satu alasan penahanan Muslim Uighur karena shalat atau mendatangi masjid.
  • Database menunjukkan, Pemerintah Cina memusatkan pada agama sebagai alasan di balik penahanan mereka, bukan semata soal ekstremisme politik sebagaimana yang diklaim pemerintah selama ini. Menurut data tersebut, salah satu alasan utama penahanan adalah karena kegiatan yang biasa mereka lakukan seperti shalat atau mendatangi masjid.
  • “Sangat jelas bahwa praktik keagamaan menjadi sasaran,” kata Darren Byler, akademisi University of Colorado yang meneliti soal Xinjiang.


Ilustrasi: Imam masjid terbesar Tiongkok terbunuh di Xinjiang /foto getty. Keterangan gambar Kematian Tahir di depan masjid Id Kah terjadi setelah bentrokan di wilayah Yarkant, yang berada di prefektur yang sama / .bbc.com 31 July 2014

BEIJING — Sebuah database milik Cina yang bocor mengungkapkan, pengiriman orang-orang Uighur ke kamp-kamp penahanan Cina karena agama. Indikatornya antara lain karena orang tersebut menumbuhkan jenggot, mengenakan jilbab, atau secara tidak sengaja mengunjungi situs web asing. Penilaian ini membuat seseorang dapat ditahan bahkan ketika tidak melakukan kejahatan.


Basis data yang disebut “daftar Karakax” ini terdiri atas 137 halaman. Data itu menguraikan secara perinci alasan utama penahanan 311 orang di tepi gurun Taklamakan di Xinjiang. Data itu bahkan tak hanya menyangkut mereka, tapi juga tentang lebih dari 2.000 orang kerabat mereka di luar negeri, tetangga, dan teman-teman mereka.

Daftar dalam data ini memuat antara lain nama orang yang ditahan, alamat, nomor kartu tanda penduduk (KTP), tanggal dan lokasi penahanan, serta data lain terkait keluarga, agama, dan latar belakang komunitas, alasan penahanan, serta alasan jika mereka memang harus dibebaskan.

Dilihat secara keseluruhan, database ini menunjukkan gambaran paling menyeluruh mengenai bagaimana Pemerintah Cina memutuskan orang yang akan masuk ke kamp penahanan. Kamp tersebut disebut berbagai media sebagai bagian dari penumpasan terhadap etnis minoritas dan mayoritas dari mereka adalah Muslim.

Database menunjukkan, Pemerintah Cina memusatkan pada agama sebagai alasan di balik penahanan mereka, bukan semata soal ekstremisme politik sebagaimana yang diklaim pemerintah selama ini. Menurut data tersebut, salah satu alasan utama penahanan adalah karena kegiatan yang biasa mereka lakukan seperti shalat atau mendatangi masjid.

Maka, jelas pula bahwa kerabat orang-orang yang ditahan cenderung akan ikut ditahan pula. Para kerabat itu menjadi subjek kriminalisasi terhadap seluruh anggota keluarga.

 

Laman the Guardian menyebutkan, tanggal terbaru dalam dokumen tersebut adalah Maret 2019. Para tahanan yang terdaftar berasal dari Karakax, sebuah permukiman tradisional sekitar 650.000 orang dengan lebih dari 97 persen penduduknya adalah orang Uighur.

Basis data menunjukkan, banyak informasi yang dikumpulkan oleh tim yang ditempatkan di masjid dikirim untuk mengunjungi rumah dan di-posting di masyarakat. Informasi ini kemudian disusun dalam sebuah dokumen yang disebut “tiga lingkaran”, yang mencakup kerabat, komunitas, dan latar belakang agama.

“Sangat jelas bahwa praktik keagamaan menjadi sasaran,” kata Darren Byler, akademisi University of Colorado yang meneliti soal Xinjiang.

Pemerintah Xinjiang tidak memberikan jawaban ketika dimintai keterangannya oleh Associated Press. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang kemudian ditanyai apakah kebijakan di Xinjiang membidik orang yang religius dan keluarga mereka. Geng menjawab, “Hal-hal tidak masuk akal ini tidak layak dikomentari.”

Selama ini Pemerintah Cina selalu mengatakan, pusat-pusat penahanan warga etnis minoritas adalah pusat pelatihan kejuruan. Pemerintah juga mengatakan, mereka tidak melakukan diskriminasi berdasarkan agama. n dwina agustin/ap, ed: yeyen rostiyani

Red: Budi Raharjo

republika.co.id, Rabu , 19 Feb 2020, 10:31 WIB

***

Wanita Muslimah Uighur Diperkosa Ramai-ramai oleh Penjaga, ini Kengerian Kamp Konsentrasi China Komunis

 


 

 

  • Sauytbay, yang dibawa untuk mengajar propaganda Tiongkok dan Komunis kepada tahanan lainnya, mengatakan dia menyaksikan kekejaman yang tidak manusiawi sebelum akhirnya ia keluar dan diberikan suaka oleh Swedia.
  • Selain menjadi sasaran kekerasan, para tahanan yang merupakan muslim itu juga dipaksa makan babi atau mengonsumsi hal yang dilarang dalam ajaran agama Islam
  • Berdasarkan penuturan Sauytbay, wanita itu dipaksa melepaskan seluruh pakaiannya dan ‘mengakui dosa-dosanya’ di hadapan sekitar 200 tahanan. Wanita itu kemudian diperkosa beramai-ramai oleh penjaga penjara.
  • Para tahanan wanita juga dipaksa melakukan aborsi, ironisnya kehamilan mereka disebabkan oleh pemerkosaan yang dilakukan para penjaga tahanan sendiri. Tak sedikit pula wanita yang diperkosa dan mengalami kehamilan secara berulang sehingga diaborsi paksa berulang kali pula.
  •  

 

Seorang wanita etnis Kazakh bernama Sayragul Sauytbay memberikan kesaksian mengenai kengerian di kamp konsentrasi China di Xinjiang, tempat jutaan etnis Uighur dan etnis lainnya ditahan.

 

Sebelum penahanannya, Sauytbay mengatakan ia beserta suami dan dua anaknya berusaha untuk menyelamatkan diri ke Kazakhstan, namun nasib sial menimpanya. Suami dan kedua anaknya berhasil, sementara dirinya dibawa ke kamp tersebut dan paspornya disita. Peristiwa itu terjadi tahun 2017 lalu.

 

Sauytbay, yang dibawa untuk mengajar propaganda Tiongkok dan Komunis kepada tahanan lainnya, mengatakan dia menyaksikan kekejaman yang tidak manusiawi sebelum akhirnya ia keluar dan diberikan suaka oleh Swedia.

 

Di kamp tersebut, menurut Sauytbay, para tahanan akan dihukum untuk segala hal yang mereka lakukan.

 

“Mereka (penjaga) akan menghukum narapidana untuk semua hal. Siapa pun yang tidak mengikuti aturan dihukum. Mereka yang tidak belajar bahasa China dengan baik atau yang tidak menyanyikan lagu-lagu juga dihukum,” katanya dalam sebuah wawancara, dilansir dari laman Bussiness Insider, Selasa (22/10).

 

Sauytbay memperkirakan ada sekitar 2.500 tahanan di kamp itu, yang berusia 13 hingga 84 tahun, dan dari berbagai latar belakang, semuanya menjadi korban kebrutalan negara Tiongkok.

 

Selain menjadi sasaran kekerasan, para tahanan yang merupakan muslim itu juga dipaksa makan babi atau mengonsumsi hal yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Sauytbay juga mengungkapkan buruknya kondisi kamp tersebut, ketiadaan fasilitas kesehatan, dan kebersihan yang tidak terjaga.

 

Ia menceritakan saat dirinya dipaksa menyaksikan pemerkosaan bergilir seorang wanita muda oleh penjaga penjara di sana. Berdasarkan penuturan Sauytbay, wanita itu dipaksa melepaskan seluruh pakaiannya dan ‘mengakui dosa-dosanya’ di hadapan sekitar 200 tahanan. Wanita itu kemudian diperkosa beramai-ramai oleh penjaga penjara.

 

“Saat mereka memperkosanya, mereka juga memeriksa untuk melihat bagaimana kami bereaksi. Orang-orang yang memalingkan kepala atau menutup mata mereka, dan mereka yang tampak marah atau terkejut, dibawa pergi dan kami tidak pernah melihat mereka lagi,” tutur Sauytbay.

 

Ada juga eksperimen medis yang dilakukan terhadap para tahanan, mereka dipaksa minum pil dan diberi suntikan, tetapi tidak diberi tahu obat atau suntikan apa yang diberikan. Beberapa yang menjadi sasaran melaporkan mereka mengalami impotensi dan penurunan kognitif.

 

Para tahanan wanita juga dipaksa melakukan aborsi, ironisnya kehamilan mereka disebabkan oleh pemerkosaan yang dilakukan para penjaga tahanan sendiri. Tak sedikit pula wanita yang diperkosa dan mengalami kehamilan secara berulang sehingga diaborsi paksa berulang kali pula.

 

Pemerintah China, yang telah menahan lebih dari satu juta anggota etnis minoritas, kebanyakan Uighur, di kamp-kamp dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan kepada media bahwa laporan kekejaman itu tidak benar, dan bahwa kamp penjara adalah pusat pendidikan dan kejuruan untuk membantu negara melawan terorisme.

 

Awal tahun ini, pejabat China mengatakan bahwa mayoritas tahanan di Xinjiang telah dibebaskan. Namun, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Pentagon mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa klaim China tidak dapat dibuktikan. [ak]

@geloranews 
22 Oktober 2019

 

https://www.nahimunkar.org/wanita-muslimah-uighur-diperkosa-ramai-ramai-oleh-penjaga-ini-kengerian-kamp-konsentrasi-china-komunis/

 

 

***

 

Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

Posted on 3 April 2019

by Nahimunkarcom

 

Video

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan pic.twitter.com/5baUWkiiB1

— DEWO.PB (@putrabanten80) April 2, 2019

Inilah beritanya.

***

Ungkap Delegasi Uighur Ditolak Jokowi, Salim Said: Indonesia Merdeka Apa Dijajah China?

Eramuslim.com – Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib muslim Uighur di Xinjiang China, diragukan oleh Pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said.

Dalam sebuah video wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Salim mengungkap fakta bahwa Presiden Joko Widodo pernah menolak kedatangan delegasi Uighur di Istana Kepresidenan.

 

“Delegasi muslim Uighur datang diantar oleh Din Syamsudin, sudah datang di depan Istana mau ketemu presiden, (tapi) ditolak presiden,” kata Salim Said dalam cuplikan video yang diunggah akun twitter @putrabanten80, Selasa (2/4).

Padahal, kata Salim, Jokowi bisa saja mendapat citra yang positif jika sudi menerima delegasi Uighur yang beberapa waktu belakangan menjadi sorotan dunia, termasuk perhatian dari Indonesia.

Namun yang cukup mencengangkan, Presiden Jokowi justru menolak delegasi dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.

“Orang ini (Uighur) datang bawa AlQuran tulisan tangan sebagai hadiah kepada presiden RI, presiden sebuah negara dengan penduduk Islam yang besar, itu kan bagus kalau diterima, tapi katanya ditolak,” jelasnya.

“Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah China,” imbuhnya.

Mendengar alasan tersebut, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini menganggap bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

“Ini kan aneh. Apa kita ini bangsa merdeka apa bangsa terjajah oleh Tiongkok?” tandasnya.

 

DEWO.PB@putrabanten80

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan

[rm]/eramuslim.com – Redaksi – Rabu, 26 Rajab 1440 H / 3 April 2019

***

Sebaliknya, para teroris pembakar Masjid Tolikara di Papua justru dijamu Jokowi di Istana Jakarta.

***

Teroris GIDI Pembakar Masjid Dijamu di Istana, Akankah Jokowi Juga Jamu Pembakar Gereja?

Posted on 17 Oktober 2015 – by Nahimunkarcom

 

Teroris gidi pembakar mesjid dijamu jokowi di istana/ foto posmetro

Aceh Singkil  di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam  rusuh, Selasa siang (13/10). Tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah. Kerusuhan bernuansa agama itu memakan korban nyawa dan gereja dibakar.

Terkait peristiwa ini, pemilik akun @JudasSaveYou di Twitter melontarkan pertanyaan yang menggelitik. “Gak diundang ke Istana sama Jokowi?” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang diduga berada di balik pembakaran masjid di Tolikara, Papua, ketika jamaahnya sedang melaksanakan solat Idul Fitri—malah diundang ke istana oleh Joko setelah peristiwa pembakaran tersebut. [pn]

Demikian berita yang diringkas dari posmetro.info, 14 Oktober 2015

***

Ancaman Allah Ta’ala terhadap yang setia kepada orang kafir

Setiap muslim diancam oleh Allah Ta’ala, bila setia alias loyal kepada orang kafir maka dinilai sebagai bagian dari mereka. Dan itu disebut oleh Allah Ta’ala sebagai

tingkah yang “Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka”.

Firman Allah Ta’ala yang menegaskan masalah itu cukup banyak. Di antaranya:

 تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ [المائدة/80، 81]

(80) Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (81) Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.  (QS Al-Maaidah: 80, 81)

 ] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

{ ومن يتولهم منكم } أي أيها المؤمنين { فإنه منهم } ، لأنه بحكم موالاتهم سيكون حرباً على الله ورسوله والمؤمنين وبذلك يصبح منهم قطعاً) أيسر التفاسير للجزائري – (ج 1 / ص 356)(

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani)  itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut tafaasiir juz 1 halaman 356).

https://www.nahimunkar.org/jokowi-pernah-menolak-kedatangan-delegasi-muslim-uighur-yang-dizalimi-china/

(nahimunkar.org)

 

 

 

 


 

(Dibaca 291 kali, 1 untuk hari ini)