Sejumlah pemimpin negara hadiri Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, dan menunaikan solat Jum’at, di Masjid Raya Bandung, Jum’at (24/4/2015) siang.

Bertindak sebagai khotib dalam solat Jum’at itu adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang membacakan materi khotbahnya dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab.

Inti Khutbahnya, bahwa Konferensi Asia Afrika yang mengakangkat tema penolakan atas segala bentuk kolonialisme dan imperialisme telah berhasil dengan baik. Saat ini seluruh negara Asia Afrika telah berhasil mengusir penjajah dan meraih kemerdekannya.

Kecuali satu negara yaitu Palestina yang hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya.

“Adalah kewajiban kemanusiaan bagi bangsa-bangsa Asia Afrika untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan bangsa Palestina,” katanya..

Maka saat ini dan masa-masa ke depan, solidaritas tersebut harus terus digaungkan dan digelorakan dalam kerja sama untuk membangun bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa yang kuat, maju, aman sejahtera, beribadah serta bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena sejatinya penghambaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan terlaksana (tanpa banyak gangguan, red nm) manakala ada kesejahteraan dan rasa aman.

Inilah beritanya.

***

Aher Khutbah 3 Bahasa, Ajak Asia-Afrika Bersatu Bebaskan Palestina

Jum’at 5 Rejab 1436 / 24 April 2015 15:08

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah pemimpin negara yang hadir dalam Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, menunaikan solat Jum’at, di Masjid Raya Bandung, Jum’at (24/4/2015) siang.

Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dan sejumlah delegasi peserta KTT Asia Afrika berjalan kaki sejauh 800 meter menuju masjid yang terletak kawasan Alun-Alun kota Bandung itu.

Bertindak sebagai khotib dalam solat Jum’at itu adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang membacakan materi khotbahnya dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab.

Dalam khotbahnya, Ahmad Heryawan atau yang akrab dipanggil Aher mengharapkan agar dengan peringatan ke-60 KAA ini negara-negara peserta KAA bisa semakin kompak satu sama lainnya.

“Solidaritas 60 tahun lalu telah terbukti menjadi bangsa yang merdeka. Maka ke depan harus digaungkan dan digelorakan untuk menjadi bangsa yang kuat iman dan bertaqwa pada Allah SWT,” ujar Aher.

Bangsa Asia Afrika yang beragama Islam, kata Aher, wajib menjunjung tinggi ikatan persaudaraan di antara sesama muslim yakni yakni semangat kebersamaan sesama insan manusia yakni Ukhuwah Insaniah dan Islamiyah.

“Harus bersatu jangan pecah-belah, ini saatnya kita hadirkan kekuatan, kepada Palestina terus berjuang untuk kemerdekaan, kewajiban kemanusiaan terus dorong kemerdekaan Palestina, digaungkan digelorakan jadi bangsa kuat,” ujar dia.[fa/Islampos]

***

Isi Khutbah Aher Di Hadapan Para Kepala Negara Peserta KAA

Wisnu Wage

Ahmad Heryawan/Twitter

BANDUNG–Setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendapat tugas membacakan Dasa Sila Bandung, giliran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi imam dan khatib dalam khutbah shalatJum’at di depan delegasi Konferensi Asia Afrika di Masjid Raya Jawa Barat, Jum’at (24/4/2015).

Berikut khutbah Aher saat shalatJum’at di Masjid Raya Jabar :

“Rasa Syukur kita panjatkan kepada sang pemilik alam, Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena atas izin dan kehendak-Nya kita dapat merasakan nikmat yang begitu besar terutama nikmat berkumpul bersama pada shalat Jum’at yang bersamaan dengan peringatan 60 KAA di Bandung. Ungkap Syukur juga kita panjatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat hidayah dan nikmat merasakan kehadiran Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap hembusan nafas kita,” ungkap Aher.

Masyarakat indonesia khususnya warga Bandung bersyukur kepada Allah dan bangga karena pada hari ini para kepala negara, para kepala pemerintahan dan tamu-tamu mulia lainnya hadir di acara peringatan 60 tahun KAA melaksanakan shalatJum’at bersama-sama di masjid raya Jabar.

Pada tanggal 24 April tepat 60 tahun lalu, bangsa-bangsa Asia Afrika menyatakan kesepahaman dan kebersamaan untuk bangkit dan bersatu menuju cita-cita kemerdekaan dan perdamaian yang hakiki untuk menggapai kesejahteraan bersama di kawasan Asia Afrika.

Konferensi Asia Afrika 1955 adalah sebuah fenomena unik dan guru sejarah yang sangat bernilai bagi kemanusiaan. Negara-negara Asia Afrika tampil menyuarakan kekuatan baru. Keberanian ini tentu didasari oleh sebuah visi kemanusian dan kebersamaan yang sangat mendalam.

Sesungguhnya memang sudah sewajarnyalah kita sebagai manusia bersatu dalam kehidupan. Persatuan adalah fitrah kemanusiaan. Sebab, hakikatnya seluruh manusia adalah umat yang satu yang dipersatukan oleh persaudaaraan kemanusiaan.

Oleh karena itu, bangsa Asia Afrika harus terus bersatu, tidak boleh terpecah belah. Sebab persatuan akan melahirkan keuatan, kebersamaan dan kesejahteraan. Sementara perpecahan akan menimbulkan kelemahan dan penjajahan. Aher menyebut sebagaimana yang tertuang dalam Al-quran surat Al Anfal ayat 46.

Dan taatilah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Konferensi Asia Afrika yang mengakangkat tema penolakan atas segala bentuk kolonialisme dan imperialisme telah berhasil dengan baik. Saat ini seluruh negara Asia Afrika telah berhasil mengusir penjajah dan meraih kemerdekannya.

Kecuali satu negara yaitu Palestina yang hingga kini masih terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya.

“Adalah kewajiban kemanusiaan bagi bangsa-bangsa Asia Afrika untuk terus mendorong dan membantu kemerdekaan bangsa Palestina,” katanya..

Solidaritas bangsa Asia Afrika 60 tahun lalu telah terbukti mampu menjadikan bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa-bangsa yang merdeka.

Maka saat ini dan masa-masa ke depan, solidaritas tersebut harus terus digaungkan dan digelorakan dalam kerja sama untuk membangun bangsa-bangsa Asia Afrika menjadi bangsa yang kuat, maju, aman sejahtera, beribadah serta bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena sejatinya penghambaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan terlaksana manakala ada kesejahteraan dan rasa aman.

Perkumpulan di hari Jum’at ini bisa menjadi saksi bahwa peringatan KAA haruslah menjadi tonggak baru lahirnya sebuah komitmen bersama untuk membangun semua kawasan Asia Afrika yang lebih baik.

Asia Afrika yang maju, modern dan makmur dengan berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemuliaan dan kemudahan kepada seluruh pemimpin negara-negara Asia Afrika untuk memberi peran besar dalam upaya memakmurkan seluruh masyarakat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala takdirkan para pemimpin Asia Afrika dan kia semua menjadi orang-orang yang beriman, bertakwa dan menjadi penghuni Surga-Nya di akhirat nanti.

Editor : Ajijah/Bisnis.com,Jum’at, 24 April 2015, 16:02 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.454 kali, 1 untuk hari ini)