JAKARTA (KABARSATU) –Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe merasa perlu memberikan klarifikasi berkaitan dengan berita dan meme tentang pernyataannya yang dihubungkan dengan “panasnya” Pilkada DKI Jakarta saat ini.

“Saya perlu sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada masyarakat DKI dan masyarakat Papua bahwa saya sama sekali tidak pernah memberikan pernyataan berkaitan dengan Pilkada DKI, apalagi dihubung-hubungkan dengan keinginan agar Papua Merdeka jika Ahok tidak dijinkan jadi Gubernur”. ujar Lukas saat mendampingi Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam kunjungannya ke Provinsi Papua, 17 Okrober 2016.

Lukas Enembe menjadi tidak nyaman dengan semakin viral-nya berita tersebut yang dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah terbangun dengan baik dan kokoh di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua.

http://www.kabarsatunews.com/  R Media  Senin, 17 Oktober 2016

***

Kalap Elektabilitas Jeblok, Ahokers Sebarkan Fitnah dan Berita Bohong

acara-teman-ahok

Acara TemanAhok (IST)

Para pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang biasa disebut Ahokers mulai kalap dengan menyebarkan fitnah dan berita bohong karena elektabilitas mantan Bupati Belitung Timur itu makin jeblok.

“Isu disintegratif itu adalah menyebar hoax dukungan Gubernur Papua, Panglima Perang Dayak dan Laskar NTT. Selain, tentu saja, memfitnah MUI. Namanya kebusukan, sooner or later, pasti tercium. Dalam kasus Ahokers, kebusukan itu cepat sekali terbongkar,” kata aktivis politik dan sosial Zeng Wei Jian di akun Facebook-nya.

Kata Zeng,  sehari sesudah Ahokers menggoreng isu, Gubernur Papua merilis penyangkalan. Dia menyatakan tidak pernah ngomong akan memerdekakan Papua demi Ahok. Malahan dia bilang Ahokers itu sekumpulan provokator.

“Panglima Perang Suku Dayak juga menyangkal hoax dukungan kepada Ahok. Dia datang ke Sulawesi sebagai duta budaya. Tidak urus politik, apalagi urusan politik Ahok di Jakarta,” ungkapnya.

Kata Zeng, Ahokers memperdaya Wagub Djarot dalam aksi manipulasi sepetak taman. Tetap gagal naikan elektabilitas Ahok. “Publik semakin jijik. Djarot kena getah. Dibully abis-abisan,” papar Zeng.

Zeng mengatakan Ahokers selalu menjafa citra hebat Ahok. “Agar moral prohok tidak rusak. Sehingga mereka bisa lebih bringas, sekaligus ngga tau malu,” pungkas Zeng.*/suaranasional.com – 20/10/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.799 kali, 1 untuk hari ini)