.

DALAM surat pernyataannya, Ustadz Guntur Bumi (UGB) menyampaikan permohonan maaf pada mantan-mantan pasien yang merasa dirugikan oleh praktek pegobatan yang dijalankannya.

Suami artis Puput Melati itu bersedia mengganti seluruh kerugian yang terjadi, dengan lebih dulu membuka jalur musyawarah.

Tidak sampai di situ, UGB juga menyatakan siap untuk menutup semua tempat praktek pengobatan miliknya.

“Saya bersedia menutup praktik pengobatan saya yang selama ini berjalan di berbagai daerah,” ungkapnya, saat di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/3).

Rencana penutupan ini akan bergantung pada keputusan MUI yang selama enam bulan ke depan bakal memantau dan menuntun praktek pengobatan UGB.

Jika dalam masa tersebut terdapat bukti ada tindakan di luar syariat Islam, barulah MUI akan mengeluarkan fatwa sesat untuk UGB.

“MUI memberikan kesempatan enam bulan untuk pembinaan, maka nanti kami berusaha untuk mematuhi peraturan MUI. Saya siap dibimbing oleh ulama-ulama di MUI. Semoga Allah meridhoi pernyataan dan pertaubatan saya ini,” ungkap UGB.

(ari/ade)bintang online

***

MUI ada tugas membina dan memantau dukun?

Selama ini yang namanya MUI itu tidak operasional. Bahkan MUI pusat dengan MUI daerah-daerah pun tidak secara structural berhubungan secara herargis. Kata mereka dulu, MUI Pusat hanya sifatnya kordinatif, entah apa maksudnya.

Lha sekarang MUI mau membina dan memantau dukun yang oleh Imam Besar Masjid Istiqlal disebut penipu ?

Wallahu a’lam ini akal-akalan siapa. Tapi berita yang beredar begitu. Apakah memang sekarang MUI itu ada tugas “membina” dan “memantau” dukun segala? Kita tunggu saja.

Kalau meneliti dan mengkaji lalu memfatwakan, ya memang itu sudah dikenal, menjadi tugas MUI. Tetapi membina plus memantau itu yang belum jelas dan rancu. Selaku pembina –secara kemanusiaan— akan menyatakan hasil binaannya bagus. Sedang pemantau mesti harus bukan yang membina, dan dari lembaga lain, agar obyektif. Kalau membina sekaligus memantau, hampir sama dengan seseorang harus menilai dirinya sendiri.

Dari berbagai segi tampaknya menjadikan umat Islam kurang puas. Kecuali kalau hasilnya, dukun apalagi telah banyak yang mengadu dengan keluhan tertipu, maka sudah merupakan perkara sangat besar.

(nahimunkar.com)


(Dibaca 1.190 kali, 1 untuk hari ini)