.

  • Beribu ‘Ulah’ Guntur Bumi, dari Pemerasan Hingga Pelecehan 

Guntur Bumi Sudah Simpan Ulat

KapanLagi.com – Pengakuan terbaru datang dari mantan karyawan UGB bernama Yunita. Menurutnya, semua modus pengobatan yang dilakukan UGB sudah dipersiapkan sejak jauh hari.

Bahkan ulat dan belatung sudah disimpan UGB di ruang prakteknya.

“Ada satu ruangan khusus. Di ruangan itu ada khusus buat simpan benda yang diperlukan untuk modus pengobatan,” kata Yunita di Rukan Graha Permata Komplek Triloka, Blok C No. 6 Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

“Saya lihat banyak benda yang dipersiapkan dia, ada ulat pakan burung, kecoa, tulang ayam, duri ikan, jinten hitam yang butiran, sisik ular yang dari kulit salak yang dipotong kecil, kalau pocongan itu dibuat,” imbuhnya. (kpl/phi)

Guntur Bumi dilaporkan ke polisi oleh mantan pasiennya atas dugaan tindak pidana penistaan agama, pemerasan, hingga penipuan. Laporan itu berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).

Inilah beritanya.

***

UGB Dilaporkan Lagi oleh Mantan Pasien tentang Penistaan Agama

Mauludi Rismoyo – detikhot

Jumat, 11/04/2014 19:51 WIB

Jakarta – “Ustad” Guntur Bumi (UGB) kembali dipolisikan oleh mantan pasiennya. Kini, perempuan berinisial SP yang melaporkan sang ustad atas dugaan tindak pidana penistaan agama, pemerasan, hingga penipuan.

SP yang mengaku keturunan India dan beragama Hindu itu menceritakan awal mula berobat ke UGB. Saat itu, ia tengah menderita penyakit stroke di bagian wajahnya.

“Kejadiannya September 2012. Saya tahu dia (UGB) melalui TV. Begitu saya datang diketemukan dengan dia di ruangannya,” tutur SP usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).

Namun, saat berobat SP menemukan hal yang ganjil dari tempat pengobatan suami Puput Melati tersebut. Ia mengatakan, saat diperiksa, UGB menyebut dirinya disantet. SP kemudian mengklaim telah diminta untuk berpindah keyakinan agar bisa disembuhkan.

“Dia (UGB) bilang saya akan lumpuh dan gila maka harus diminta bayar. Ya, saya mau pindah agama, karena dibilang tidak akan sembuh, kalau nggak pindah (agama), makanya dibilang ‘kamu enggak akan sembuh!'” terang perempuan paruh baya tersebut.

Tak hanya itu, lanjut SP, ia juga disuruh berkurban dan membayar uang sebesar Rp 250 juta. SP pun menyanggupi permintaan UGB.

Melihat apa yang terjadi terhadap kliennya, M Jaya sebagai pengacara SP menilai UGB telah melakukan penistaan agama hingga pemerasan. Jaya juga katakan kliennya saat ini masih mengalami gangguan psikis usai perbuatan UGB.

“Kami mendampingi klien kami mengajukan laporan pidana atas Susilo Wibowo alias Guntur Bumi. Dia kita kenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 165 KUHP pidana tentang penistaan agama, Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Pasal ini dijunctokan, yang cocok berdasarkan kronologis perkara,” tutupnya.

(mau/kmb)

***

Pidana Tentang Penodaan Agama

Situs kapanlagicom memberitakan, Didampingi kuasa hukumnya, M. Jaya, SP dan AA melaporkan UGB bukan hanya pasal penipuan tapi juga pasal penistaan agama.

“Kami mendampingi klien kami mengajukan laporan pidana atas nama Susilo Wibowo alias Guntur Bumi. 378 KUHP (maks ancaman 4 tahun) tentang penipuan 165 KUHP (ancaman 5 tahun) Pidana tentang penistaan agama 368 KUHP (ancaman 9 tahun) tentang pemerasan. Pasal ini dijuntokan, yang cocok berdasarkan kronologis perkara,” papar Jaya saat dijumpai di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Jumat (11/04).

Di samping berita tentang dilaporkannya Guntur bumi atas dugaan tindakpidana penodaan agama, diberitakan pula ulah Guntur bumi dari pemerasan sampai pelecehan.

Inilah beritanya.

***

Beribu ‘Ulah’ Ustaz Guntur Bumi, Dari Pemerasan Hingga Pelecehan

Ulat

KapanLagi.com – Pengakuan disampaikan oleh mantan pasien UGB, yaitu Robpika. Menurutnya, semua pasien yang datang ke UGB selalu dibilang kena santet dan guna-guna, seperti yang dialaminya sendiri.

Padahal Robpika mengatakan kalau dirinya terkena kista, namun menurut UGB, penyakit yang dideritanya bukanlah kista.

“Saya dimasukin ke ruangan itu di dapur, gelap tempatnya. Saat diobati, saya disetrum trus ada ulet dari tubuh. Saya punya penyakit kista,” ujarnya, Senin (17/3).

“Pas berobat, beberapa jam kemudian saya keluar terus ada batu kecil dan ada ulat. Terus katanya kalau saya mau sembuh harus beli kambing. Tetapi pas sudah beli, malah ada lagi,” cerita Ibu Min, (17/3).

“Saya diobatin di ruang tertutup, saya nangis pas diobatin karena keluar belatung. Katanya saya kena santet,” lanjutnya.

(kpl/phi)

Pelecehan Seksual

KapanLagi.com – Belum reda semua masalah yang menimpa UGB, ada satu pasien yang mengatakan dirinya pernah mengalami pelecehan seksual oleh suami Puput Melati tersebut.

“Saat itu NA diminta untuk membuka celana panjang serta celana dalamnya. Kemudian NA diminta untuk mengenakan sarung oleh UGB dan mata NA ditutup dengan kain. Saat itulah bagian tubuhnya di raba-raba dari payudara, paha sampai kemaluannya. Saat NA hendak bersuara, kuping NA dibisiki agar dia tenang,” kata Ferry Juan, selaku kuasa hukum koran di Polda Metro Jaya, Rabu, Rabu (19/3).

“Usai pengobatan NA kemudian diberikan sebutir telur yang di dalamnya terdapat rambut serta hewan belatung,” tambah Ferry Juan.

(kpl/phi)

Air Mani Jadi Obat

KapanLagi.com – Ternyata tidak hanya menggunakan metode doa, namun salah satu metode pengobatan UGB adalah menggunakan air mani. Menurut mantan pasien yang mengalami pelecehan seksual, UGB menyatakan bahwa ia bisa sembuh dengan air mani.

“Setelah dipegang, UGB bilang, pengobatan ini harus dengan air mani. Saya aneh dan jadi agak perih (di vagina). Saat itu ruangan gelap,” tutur NA, (20/3).

Tidak hanya mengalami pelecehan seksual, NA juga mengaku sudah menghabiskan banyak uang selama berobat ke UGB.

“Pertama Rp 6 juta, pertama saya kasih Rp 1,5 juta, separuhnya bisa bayar di rumah, kita bayar Rp 4,5 juta di rumah. Terus pas kedua minta lagi Rp 7 juta, tapi kami nggak kasih. Karena saya nggak dibekam,” kata NA di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/3).

(kpl/phi)

 Tarif Tinggi

KapanLagi.com – Hampir semua mantan pasien yang kini angkat bicara mengenai kasus UGB menyuarakan hal yang sama, yaitu kembalikan uang mereka. Tidak hanya mematok tarif yang sangat tinggi, pihak UGB juga akan memaksa kalau mereka bilang tidak punya uang.

“Dibekam dan keluar kecoa. Siten pengobatan rukiyah tidak pas, karena beliau tidak menyentuh. Rumah saya dirukiyah juga diminta 8 juta,” ujar Pagit, (3/3).

“Resminya Rp 28 juta uang keluar. Tapi kurban sapinya saya tidak melihat langsung. Hanya sebuah foto kepala sapi yang ditunjukkan, tapi nggak ada perubahan untuk kesehatan saya,” ujar Dasril, (3/3)

“Sampai harus diminta uang berobat Rp 6 juta. Nggak ada ATM, sampai orangnya UGB ikut ke rumah buat ambil duit. Tapi nggak ada duit, perhiasan disuruh melepaskan,” ujar ibu NA, (20/3).

(kpl/phi)

Kurban Hewan

KapanLagi.com – Hampir semua mantan pasien UGB diminta untuk melakukan kurban, bisa berupa kambing maupun sapi. Namun, meski dari tubuh sudah dikeluarkan belatung, sudah mengeluarkan uang dan berkurban sapi, kondisi kesehatan mereka tidak kunjung membaik.

“Resminya Rp 28 juta uang keluar. Tapi kurban sapinya saya tidak melihat langsung. Hanya sebuah foto kepala sapi yang ditunjukkan, tapi nggak ada perubahan untuk kesehatan saya,”ujar Dasril, (3/3).

(kpl/phi)

Sudah Simpan Ulat

KapanLagi.com – Pengakuan terbaru datang dari mantan karyawan UGB bernama Yunita. Menurutnya, semua modus pengobatan yang dilakukan UGB sudah dipersiapkan sejak jauh hari.

Bahkan ulat dan belatung sudah disimpan UGB di ruang prakteknya.

“Ada satu ruangan khusus. Di ruangan itu ada khusus buat simpan benda yang diperlukan untuk modus pengobatan,” kata Yunita di Rukan Graha Permata Komplek Triloka, Blok C No. 6 Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

“Saya lihat banyak benda yang dipersiapkan dia, ada ulat pakan burung, kecoa, tulang ayam, duri ikan, jinten hitam yang butiran, sisik ular yang dari kulit salak yang dipotong kecil, kalau pocongan itu dibuat,” imbuhnya.

(kpl/phi)

 Penyimpangan Zakat

KapanLagi.com – Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, MUI melakukan pemeriksaan terhadap praktek pengobatan yang dilakukan oleh UGB. Dari hasil pemeriksaan itu, MUI menyimpulkan bahwa ada penyimpangan zakat, infak dan sodaqoh di tempat praktek UGB.

Ada enam poin yang dikeluarkan oleh MUI terkait dengan kasus UGB. Pada poin kedua, UGB mengakui bahwa ada penyimpangan zakat yang dilakukannya.

2. UGB akui terdapat penyimpangan zakat, infaq, dan sodakoh sebagai salah satu syarat dalam lakukan pengobatan. MUI minta untuk zakat, infaq, dan sodakoh harus sesuai benar-benar sesuai asnaf Islam, distribusinya mustahak.

Karena penyimpangan itu, UGB diminta melakukan taubatan nasuha dan sudah ia lakukan di hadapan MUI.

“Bahwa hari ini, saya dengan ikhlas, lahir dan batin, dalam rangka ibadah kepada Allah. Saya melakukan taubatan nasuha atas khilaf atau kesalahan yang pernah saya lakukan selama ini,” tulis UGB dalam surat pernyataan yang dibacakan di kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/3).

(kpl/phi)

 

 Target 100 Juta

KapanLagi.com – Menurut mantan karyawan UGB yang bernama Yunita, praktek pengobatan yang dilakukan oleh mantan bosnya itu menargetkan pendapatan 100 juta. Tidak hanya dari cabang Jakarta, namun juga dari cabang-cabang lainnya.

“Ditargetkan setiap harinya sekitar Rp 100 juta dan ada beberapa cabang, minimal segitu. Cabangnya ada Bandung, Bali, Semarang, dan Jakarta,” ujar Yunita, (4/4).

Namun semua pernyataan pasien dan mantan karyawan ini dibantah oleh pihak UGB. Menurut mereka, ada beberapa mantan pasien yang justru melakukan pemerasan kepada UGB dan beberapa kasus seperti pencabulan sudah dilaporkan balik ke polisi oleh UGB.

Mereka juga membantah pernah menargetkan pendapatan 100 juta rupiah per hari. Sementara untuk kasus pencabulan dan penganiayaan, pihak UGB menantang lawannya untuk memberikan bukti yang lebih akurat.

Kini praktek UGB ditutup untuk sementara dan menurut para pengacara, UGB masih belum mau keluar karena sudah diwakilkan kepada pengacara. Namun sejauh ini UGB tidak stres dengan kasus yang menimpanya.

Akan jadi seperti apa kelanjutan kasus UGB dengan para mantan pasiennya? Kita tunggu saja kabar selanjutnya (kpl/phi)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 885 kali, 1 untuk hari ini)