.

 

Korban Guntur Bumi Rugi Rp 28 Juta dan Seekor Sapi

Inilah beritanya.

***

Tolak Damai, Korban Tuntut Ustad Guntur Bumi Taubat di Depan MUI

 

Jakarta -Belum selesai masalah rumah tangganya, Ustad Guntur Bumi kembali menjadi bahan perbincangan hangat di masyarakat. Hal itu dikarenakan kasus praktik pengobatan yang dilakukannya menimbulkan banyak masalah.

Setelah Hans Suta kali ini ada Dasril yang mengaku juga telah ditipu oleh dai yang akrab disapa Ustad Cilik tersebut. Dasril pun akhirnya mengadukan nasibnya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ia pun menginginkan agar UBG melakukan pertaubatan di depan tokoh ulama.

“Kita nggak akan melakukan ishlah, kita maunya pertaubatan di depan tokoh ulama, MUI dan terkait,” ucap kuasa hukum, Hadi Yusuf SH Dasril saat ditemui di kantor MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2014).

Tak hanya itu, pihak mereka juga mengatakan jika UGB harus bersedia menanggung kerugian yang dirasakan oleh para korban.

“Kuasa hukum dan korban mempertanyakan hasil laporan perihal pengobatan UGB kepada MUI dari klien kami. Kedua kami memberikan batas waktu 3X24 jam untuk MUI mengeluarkan fatwa soal pengobatan UGB, jika tidak ada tindakan apapun maka kami akan lapor ke Mabes Polri,” ucapnya menggebu.

(wes/mmu) Desi Puspasari – detikhot

Senin, 03/03/2014 13:50 WIB

***

Seorang Habib Pun Jadi Korban Guntur Bumi

Posted by KabarNet pada 01/03/2014

Jakarta – KabarNet: Berita heboh yang masih menjadi topik hangat pemberitaan saat ini adalah, Guntur Bumi dilaporkan oleh pasiennya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas dugaan praktik penipuan dan pemerasan. Guntur dituding telah melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatif yang dijalankannya. Dia dilaporkan oleh seorang pria bernama Hans Suta, yang telah ditipu karena merasa diperas saat mengantarkan neneknya berobat ke tempat praktik milik Guntur Bumi, di Jl. Pinang Emas I Blok UU No: 12A, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Hans juga mengaku telah rugi hingga puluhan juta. Selain itu, menurut pengakuannya, karena harus menjalani pengobatan, dia harus menjual perhiasaan milik ibunya. Meski sudah membayar dengan puluhan juta, penyakit yang diderita neneknya tidak kunjung sembuh.

Pria bernama asli Muhammad Susilo Wibowo yang dikenal sebagai pemburu hantu ini bukan sekali saja menjadi pergunjingan. Sebelumnya, dia juga dikabarkan bermasalah dengan banyak pasien. Kali ini malah muncul pengakuan seorang bernama Namir yang merasa ditipu oleh Guntur Bumi. Namir teringat kembali peristiwa yang menimpanya karena kebetulan dugaan penipuan Guntur Bumi ini sedang ramai diperbincangkan.

Awalnya sekitar tahun 2009, Bapak Namir Al-Hamid berdomisili di Tangerang Selatan yang merupakan salah seorang dari keluarga habib, mempunyai masalah dengan kondisi putranya yang sering termenung dan sering tidak pulang ke rumah. Setelah sekian lama tidak ada perubahan, akhirnya ia berinisiatif untuk mencari pengobatan alternatif. Saat menonton sebuah acara televisi, Namir Al-Hamid mendapat informasi pengobatan alternatif yaitu Guntur Bumi yang saat itu berpraktik di daerah Pondok Pinang.

Keluarga Habib Namir pun mendatangi tempat praktik Guntur bumi. Pada saat itu Namir beserta keluarganya tidak langsung bertemu dengan Guntur Bumi namun saat pendaftaran di tempat praktik tersebut, asistennya memberikan nilai pengobatan alternatif sekitar Rp.4.300.000 sebagai biaya pengobatan yang dijanjikan dari awal hingga sembuh. Biaya itu pun dipenuhi oleh Namir.

“saat itu saya datang hari senin dan menemui asisten, tidak ada pengobatan tapi kena tarip sekitar empat jutaan, dan disuruh kembali pada hari Rabu” cerita Namir kepada KabarNet, Sabtu, 1 Maret 2014.

Pada hari berikutnya yang dijanjikan, Namir dan keluarga mendatangi kembali tempat praktik Guntur Bumi, setelah bertemu beberapa saat ada hal-hal yang dirasa kurang pas oleh Namir, ia pun mulai merasa curiga dan minta penjelasan pada Guntur Bumi tentang beberapa hal yang mengganjal di pikirannya, antara lain seperti telur yang berisi kawat, rambut-rambut dan paku yang diperlihatkan oleh asistennya. Setelah melontarkan beberapa pertanyaan kepada Guntur Bumi, Namir tidak juga mendapatkan jawaban pasti tentang hal-hal yang dijanjikan sebelumnya. Namir pun akhirnya diminta untuk menemui asisten yang bernama Agus sekaligus juga kerabat Guntur Bumi untuk konsultasi lebih lanjut.

Malangnya, bukan mendapatkan jawaban atas keganjilan-keganjilan yang dirasakan, Namir justru diminta untuk menyerahkan kembali uang tambahan sekitar Rp. 4.000.000. Hal ini pun mengundang kemarahan Namir yang sebelumnya dijanjikan untuk mengeluarkan biaya sampai anaknya sembuh, hingga akhirnya Namir menuding Guntur Bumi sebagai penipu. “dia itu penipu, maling, harus dijebloskan ke penjara,” tegas Habib Namir.

Rp. 4.300.000,- adalah harga yang harus dibayar Namir untuk pengobatan yang tidak jelas, modalnya hanya dibekam dan beberapa butir telur mentah yang entah bagaimana caranya di dalam telur tersebut setelah dipecahkan terdapat rambut-rambut, kawat dan semacam paku yang mereka diagnosis sebagai ‘hasil perbuatan’ orang yang ingin mencelakai putra Bapak Namir. [KbrNet/Slm]

***

Korban Ustaz Guntur Bumi Rugi Rp 28 Juta dan Seekor Sapi

Senin, 03 Maret 2014 15:31

Kapanlagi.com – Setelah Hans Suta, satu lagi korban pengobatan Ustaz Guntur Bumi (UGB) yang angkat bicara. Kini giliran H Dasri yang mengadu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan meminta praktik pengobatan tanpa izin milik UGB ditindak.

“Saya Ketua RW 11, Pademangan Barat. Saya sakit kena stroke, saat saya datang ke rumah UGB, dianya lagi pergi,” ujar Dasril di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (3/3).

Senada dengan yang diungkap Hans, saat mengantar keluarga berobat, anak buah UGB pun melakukan hal sama yang dialami oleh Hans. Dasril disuruh membaca salawat dan zikir serta mengusap kepala.

“Saya disuruh buka topi, berat rasanya kepala saya. Yang keluar belatung paku, tanah. Saya bilang Subhanallah kejam banget,” paparnya.

Setelah itu, lanjut Dasril, saat bertemu UGB, dirinya ditawarkan paket kurban seharga Rp 75 juta, Rp 65 juta, sampai yang paling murah adalah Rp 25 juta. Korban pun mengaku diberikan sebuah paket obat.

Selain kurban, suami Puput Melati itu juga melakukan pengusiran hantu di rumah Dasril. Dari ritual ditemukan benda-benda aneh dan belatung.

“Resminya Rp 28 juta uang keluar. Tapi kurban sapinya saya tidak melihat langsung. Hanya sebuah foto kepala sapi yang ditunjukkan, tapi nggak ada perubahan untuk kesehatan saya,” pungkasnya.(kpl/tov/abs/dar)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.144 kali, 1 untuk hari ini)