Ada org yg katanya “Gus” bilang : “Ngomong² sejak kapan ya rendang punya agama?”

Ditanya balik: “Sejak kapan acara maulidan boleh joget² dangdut koploan?”

Muhammad Assaewad

@Muhammad_Saewad

· 15 Jun

Celoteh Gus Miftah. Foto/makassar.terkini.id

Sanggahan untuk Gus Miftah. Foto/ makassar.terkini.id

***

Perkataan Gus Miftah ‘sejak kapan rendang punya agama’ itu kalau dianggap benar, maka termasuk perkataan yang tergolong ‘kalimatu haqqin urida bihal baathil’, kata-kata benar tapi dimaksudkan untuk kebatilan. Karena mengandung pembelaan terhadap penjual daging babi. (Merupakan reaksi Gus Miftah terhadap Umat Islam terutama dari Padang yang memprotes penjual rendang babi). Padahal dalam Islam, barang haram seperti daging babi itu haram dimakan, tapi juga haram menjualnya. Karena menjualnya berarti melanggar larangan tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. (lihat QS Al-Maidah: 2)

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ} [المائدة: 2]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS Al-Maidah:2).

Pertanyaan Gus Miftah ‘sejak kapan rendang punya agama’ itu apa perlu dijawab atau tidak, tapi mungkin orang juga bertanya-tanya:

Sejak kapan gus yang dikenal nyiarkan agama Islam tapi suaranya bernada bela pedagang daging babi?

Kalau itu jadi contoh buruk dan kemudian ditirukan orang-orang, maka akan jadi dosa jariyah yang dosanya mengalir terus selama masih ditirukan orang. Na’udzubillahi min dzalik!

Ingat, ada sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengancamnya.

Ada ancaman dalam hadits

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam masuk neraka atas orang yang hanya gara-gara ia mengucapkan satu perkataan.

حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ .

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Adakalanya seorang hamba mengucapkan satu kalimah (satu kata) yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam Neraka yang jarak dalamnya antara timur dan barat. (Hadits ruiwayat Al-Bukhari dan Muslim).

2236 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ *.

Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya orang laki-laki pasti berkata dengan satu perkataan ia pandang tidak apa-apa (tetapi) mencemplungkannya ke dalam neraka (selama) 70 musim/ tahun.” (HR At-Tirmidzi, ia katakan ini hadits hasan gharib dari arah ini).

Demikian pula Rasulullah , beliau mewanti-wanti hal ini di hadis beliau:

عن أبي هريرة، عن النبي ﷺ قال:

«إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ» 

Dari Abu Hurairah, dari Nabi   beliau bersabda, “Sungguh seorang hamba berbicara dengan satu perkataan yang mengundang keridaan Allah Ta’ala namun dia tidak menganggapnya penting; tetapi dengan perkataan itu Allah menaikkannya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba berbicara dengan satu perkataan yang mengundang kemurkaan Allah Ta’ala, namun dia tidak menganggapnya penting; tetapi dengan perkataan itu dia terjungkal ke dalam neraka jahanam.” [HR. Bukhari no.6478]

(nahimunkar.org)