Gus Nur Diringkus Polisi, Fadli Zon Sebut Penangkapan Mirip Zaman Penjajahan

  • “Penangkapan-penangkapan seperti ini mirip seperti di zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu,” cuit Fadli Zon pada Sabtu 24 Oktober 2020
  • “Harus ada yang mendata dan mencatat bahkan membukukan sudah berapa banyak orang ditangkap karena UU ITE yang diinterpretasikan seperti ini. Jelas ini penistaan terhadap konstitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia,” cuitnya lagi.

     


Foto: Suasana penangkapan Gus Nur di Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 24 Oktober 2020 dini hari (dok. istimewa)

 

Setelah ujarannya yang diduga menghina NU, Bareskrim Polri akhirnya menangkap Sugi Nur Raharja atau yang disebut Gus Nur di kediamannya di Malang, Jawa Timur, Sabtu 24 Oktober 2020.

Melihat peristiwa tersebut Politikus Partai GerindraFadli Zon memberikan komentar.

Dalam cuitannya di Twitter, Fadli Zon menyebut jika penangakapan Gus Nur ini mirip zaman penjajahan.

“Penangkapan-penangkapan seperti ini mirip seperti di zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu,” cuit Fadli Zon pada Sabtu 24 Oktober 2020.

Fadli menyoroti tentang penangkapan Gus Nur yang diduga menyalahi UU ITE. Ia pun menilai penangkapan tersebut merupakan penistaan terhadap demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Harus ada yang mendata dan mencatat bahkan membukukan sudah berapa banyak orang ditangkap karena UU ITE yang diinterpretasikan seperti ini. Jelas ini penistaan terhadap konstitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia,”cuitnya lagi.

Novandryo Witar

JURNAL PRESISI – – 25 Oktober 2020, 14:51 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 332 kali, 1 untuk hari ini)