(Bahasa Jawa. Yang Bahasa Indonesia di bagian bawah)

Mekaten Effendi mirengaken fatwa saking H. Kasmudi, salah satunggale Kiai LDII, bahwa sintena ingkang menitipkan artanipun datheng Mariyoso, badhe dipun sukani SHU 5 ngantos 8 persen saben wulan, tanpa manah panjang malih badanipun lajeng ndherek menginvestasikan modalnya. “ Namung tempo 4 wulan Mariyoso kedadosan meraup artane Effendi Rp 40 miliar,” ujare Effendi.

Punika warta babagan aksi massa korban bisnis tipuan Mariyoso aktivis LDII ingkang aksi tipuanipun dipromosikan dening pentolan LDII ing antawisipun Kiai H Kasmudi punika.

Atusan Korban penipuan nyegel griya pelaku penipuan

MOJOKERTO (Surabaya enjang) – Atusan massa saking jamaah LDII korban penipuan bisnis awu –awu Mariyoso alias mbah gombel numindakake aksi  ‘segel’ griya gadhahane Mariyoso ing Jl. Semeru Kelurahan Wates Kecamatan Magersari, kitha Mojokerto, Jemuwah (30/11) wingi.
Kajawi ing radin Semeru , massa ugi numindakake aksi segel griya ing 6 panggenan ing Kelurahan Wates. Atusan massa aksi kesebat ugi menuntut pihak kepolisian sapanggen supados nangkep pelaku penipuan saregi miliaran rupiah punika.
Kaliyan numpak 4 mini bus para aksi numindakake orasi uga menempelkan sepanduk ing griya gadhahane Mariyoso. Kajawi punika piyambake sedaya ugi numindakake aksi besem boneka ing ngajeng griya ingkang sampun mboten berpenghuni punika.
Kangge menghindari aksi anarkis Polres Mojokerto ugi mandhapaken pasukan keamanan ing lokasi aksi massa kesebat.
Kuwaos hukum korban penipuan, Teguh Starianto SH ngginemaken aksi massa ingkang dipun tumindakake para korban ngrupikaken wujud kekesalan piyambake sedaya amargi arta saregi atusan miliar ngantos Triliunan rupiah dipun playoaken Mariyoso. “Sakmenika para korban ngupados kangge mendhet alih aset-aset Mariyoso punika, tentunya kaliyan cara ingkang dipun leresaken dening hukum, “ ujare Teguh.

Para korban bisnis awu-awu Mariyoso punika, sanes kemawon saking kalangan Jamaah LDII kemawon, melainkan meluas diluar Jamaah LDII. Korban diluar LDII, gampang kegeret amargi cara ‘umpan’ ingkang dipun sukakna dening Mariyoso. Piyambake sedaya kepeksa setor ‘nanemaken’ modalnya saking namung sakathah Rp. 1 yuta saben tiyang ngantos atusan yuta rupiah. Bahkan, enten ingkang dasan Miliar, amargi titipan saking beberapa kolega bisnisnya.sebat kamawon, nami H, Effendi, warga Bandarkedungmulyo, Jombang. pangupados ingkang nguginipun nggadhahi asset beberapa upadosan, klebet PT. Gangsal Utami, upadosan pambudhalan Haji uga Umroh kesebat ngaken, artanipun ingkang dititipkan datheng Mariyoso saageng Rp. 40 miliar. Nanging sak-iring kaliyan bingkaripun bisnis Mariyoso uga minggatipun jaler ingkang nate dipun sebut Mbah Gombel punika, arta gadhahane Effendi ngantos sakmenika mboten pertela rimbanya.
Kangge mitadosaken korban, asring Mariyoso secara dumadakan nyukani sambetan arta ngantos Rp. 8 miliar. Kepitadosane Efendi minggah tatkala Mariyoso sacara dumadakan ugi Mariyoso numbasaken piyambakipun setunggal mobil Feroza paling enggal, samantuk piyambakipun haji beberapa taun lajeng.
Effendi katingalipun mboten eling, bahwa kala punika Mariyoso sengaja melempar umpan dhateng piyambakipun. Uga jebulna,umpannya ketedha ugi. Mekaten Effendi mirengaken fatwa saking H. Kasmudi, salah satunggal Kiai LDII, bahwa sintena ingkang menitipkan artanipun datheng Mariyoso, badhe dipun sukani SHU 5 ngantos 8 persen saben wulan, tanpa manah panjang malih badanipun lajeng ndherek menginvestasikan modalnya. “ namung tempo 4 wulan Mariyoso kedadosan meraup arta gadhahane Effendi Rp 40 miliar,” ujaripun.
Kajawi punika taksih kathah atusan korban bisnis awu -awu Mariyoso ingkang sakmenika menuntut  untuk menguasai asset Mariyoso. Mj-1/sg
surabayapagi.com Sabtu, 1 Desember 2012 | 03:29 WIB

(nahimunkar.com)

***

(Bahasa Indonesia)

H Kasmudi Kiai LDII Promosikan Bisnis Mariyoso, Effendi Tertipu Rp40 Miliar

Begitu Effendi mendengarkan fatwa dari H. Kasmudi, salah satu Kiai LDII, bahwa siapapun yang menitipkan uangnya ke Mariyoso, akan diberi SHU 5 sampai 8 persen per bulan, tanpa pikir panjang lagi dirinya langsung ikut menginvestasikan modalnya. “ Hanya tempo 4 bulan Mariyoso berhasil meraup uang milik Effendi Rp 40 miliar,” papar Effendi.

Inilah berita tentang aksi massa korban bisnis tipuan Mariyoso aktivis LDII yang aksi tipuannya dipromosikan oleh pentolan LDII di antaranya Kiai H Kasmudi itu.

Ratusan Korban Penipuan Segel Rumah Pelaku

MOJOKERTO (Surabaya Pagi) – Ratusan massa dari jamaah LDII korban penipuan bisnis awu -awu Mariyoso alias mbah gombel melakukan aksi ‘segel’ rumah milik Mariyoso di Jl. Semeru Kelurahan Wates Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (30/11) kemarin.

Selain di Jalan Semeru , massa juga melakukan aksi segel rumah di 6 tempat di Kelurahan Wates. Ratusan massa aksi tersebut juga menuntut pihak kepolisian setempat untuk menangkap pelaku penipuan senilai ratusan miliaran rupiah itu.

Dengan menaiki 4 mini bus para aksi melakukan orasi dan menempelkan sepanduk di rumah milik Mariyoso. Selain itu mereka juga melakukan aksi bakar boneka di depan rumah yang sudah tidak berpenghuni itu.

Untuk menghindari aksi anarkis Polres Mojokerto juga menurunkan pasukan keamanan di lokasi aksi massa tersebut.

Kuasa hukum korban penipuan, Teguh Starianto SH mengatakan aksi massa yang dilakukan para korban merupakan wujud kekesalan mereka karena uang senilai ratusan miliar hingga Triliunan rupiah dilarikan Mariyoso. “Kini para korban berusaha untuk mengambil alih aset-aset Mariyoso itu, tentunya dengan cara yang dibenarkan oleh hukum, “ ujar Teguh.

Para korban bisnis awu-awu Mariyoso ini, bukan saja dari kalangan Jamaah LDII saja, melainkan meluas diluar Jamaah LDII. Korban diluar LDII, gampang tertarik karena cara ‘umpan’ yang diberikan oleh Mariyoso. Mereka terpaksa setor ‘menanamkan’ modalnya dari hanya sebanyak Rp. 1 Juta per orang sampai Ratusan Juta rupiah. Bahkan, ada yang puluhan Miliar, karena titipan dari beberapa kolega bisnisnya. Sebut saja, nama H, Effendi, warga Bandarkedungmulyo, Jombang. Pengusaha yang mulanya memiliki aset beberapa perusahaan, termasuk PT. Lima Utama, perusahaan pemberangkatan Haji dan Umroh tersebut mengaku, uangnya yang dititipkan ke Mariyoso sebesar Rp. 40 miliar. Namun se-iring dengan terbongkarnya bisnis Mariyoso dan minggatnya pria yang pernah dipanggil Mbah Gombel itu, uang milik Effendi hingga kini tak jelas rimbanya.

Untuk meyakinkan korban, acapkali Mariyoso secara tiba-tiba memberi pinjaman uang hingga Rp. 8 miliar. Keyakinan Efendi bertambah tatkala Mariyoso secara tiba-tiba pula Mariyoso membelikan dirinya sebuah mobil Feroza terbaru, sepulang dirinya haji beberapa tahun lalu.

Effendi tampaknya tak sadar, bahwa saat itu Mariyoso sengaja melempar umpan kepadanya. Dan ternyata, umpannya termakan juga. Begitu Effendi mendengarkan fatwa dari H. Kasmudi, salah satu Kiai LDII, bahwa siapapun yang menitipkan uangnya ke Mariyoso, akan diberi SHU 5 sampai 8 persen per bulan, tanpa pikir panjang lagi dirinya langsung ikut menginvestasikan modalnya. “ Hanya tempo 4 bulan Mariyoso berhasil meraup uang milik Effendi Rp 40 miliar,” paparnya.

Selain itu masih banyak ratusan korban bisnis awu -awu Mariyoso yang kini menuntut untuk menguasai aset Mariyoso. Mj-1/sg

surabayapagi.com Sabtu, 1 Desember 2012 | 03:29 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 766 kali, 1 untuk hari ini)