Proses Cepat Habib Bahar Jadi Tersangka, Sementara Bupati Boyolali (PDIP) Sudah Sebulan Belum Diperiksa

Kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar mengungkapkan, kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus ujaran kebencian.

Status tersangka itu, kata dia, disematkan setelah Habib Bahar diperiksa Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri selama 11 jam. Bahar diperiksa sejak pukul 11.30 WIB, Kamis (6/11/2018).

“Hasilnya beliau ditetapkan tersangka,” ujar pengacara Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar usai mendampingi kliennya diperiksa di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018), seperti dilansir Tribunnews.

Aziz menuturkan, kliennya dicecar 24 pertanyaan menyangkut hal-hal pribadi serta ceramahnya di Palembang. Menurut Aziz, tim kuasa hukum akan mendiskusikan terkait status tersangka Bahar bin Smith.

Menurut Aziz, kliennya disangkakan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2).

Kasus tersebut bermula dari laporan Sekjen Jokowi Mania Laode Kamaruddin terhadap Habib Bahar bin Smith ke Bareskrim Polri atas dugaan menghina Presiden Jokowi dalam ceramahnya. Laporan tersebut diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/1551/XI/2018/BARESKRIM pada tanggal 28 November 2018.

Ceramah Habib Bahar tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Arba’in di Gedung Ba’alawi, Jalan Ali Ghatmir Lorong Sei Bayas, Kecamatan Ilir Timur 3, Palembang, Sumatera Selatan pada 8 Januari 2017. Hampir 2 tahun lalu.

Artinya proses Habib Bahar super cepat. Dilaporkan 28 November, delapan hari kemudian 6 Desember diperiksa dan ditetapkan Tersangka.

BANDINGKAN DENGAN KASUS BUPATI BOYOLALI…

Pada 5 November 2018, Bupati Boyolali Seno Samodro dilaporkan ke Bareskrim Polri, lantaran dianggap menghina calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Kader PDIP itu menyebut Prabowo ‘asu’ (anjing) dalam pidatonya pada 4 November 2018.

Atas pernyataan tersebut, Ahmad Iskandar selaku pelapor dengan didampingi advokat pendukung Prabowo melaporkan Bupati Boyolali ke Bareskrim Polri, karena dianggap melanggar Pasal 156 KUHP Jo pasal 14 dan 15 UU No 1 tahun 1946.

Pelapor membawa barang bukti berupa video dan hasil screenshot dari media online. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor laporan LP/B/1437/XI/2018/BARESKRIM, tanggal 5 November 2018.

Namun sudah sebulan dilaporkan, Bupati Boyolali sampai sekarang belum diperiksa.*/ al-viraal.com

***

Habib Bahar Cepat Tersangka & Bupati Boyolali Belum Diperiksa, Publik Bisa Menilai tak Adanya Keadilan

Publik bisa menilai tidak adanya keadilan dengan begitu cepat Habib Bahar bin Smith tersangka sedangkan Bupati Boyolali Seno Samodro yang mengumpat Asu ke Prabowo belum diperiksa padahal sudah dilaporkan ke polisi.

Demikian dikatakan aktivis politik Rahman Simatupang kepada suaranasional, Jumat (7/11). “Belum lagi Abu Janda alias Permadi Arya yang sudah dilaporkan polisi belum diperiksa,” ungkapnya.

Kata Rahman, ketidakadilan yang diperlihatkan penguasa saat ini membuat rakyat Indonesia makin kuat untuk mengganti pemerintahan.

“Rakyat makin solid untuk menyuarakan ganti presiden 2019 karena faktanya hukum tidak adil di era Rezim Jokowi,” ungkapnya.

Rahman mengatakan, harusnya polisi menunjukkan ke publik sikap adil dengan memeriksa Bupati Boyolali dan jika perlu memberi status tersangka.

“Justru sikap polisi yang tidak adil ini merugikan pemerintahan Jokowi. Belum lagi kasus lain seperti Novel Baswedan,” pungkasnya.

Pengacara Habib Bahar bin Smith menyebut kliennya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan status tersangka dilakukan usai penyidik Bareskrim melakukan pemeriksaan.

“Beliau ditetapkan sebagai tersangka,” ujar pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar, di gedung Bareskrim Polri, gedung KKP, Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Sumber: Suaranasional.com/pilarbangsa.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.878 kali, 4 untuk hari ini)