• Pengawalan di sekeliling sang habib muda yang dilaporkan melakukan pelecehan seksual ini sempat membuat kewalahan para wartawan.
  •  Saat ditanya wartawan, Hasan tidak melontarkan jawaban apapun.
  • Belasan pendukungnya itu yang sebagian besar berseragam hitam, beberapa di antaranya sempat menarik secara kasar wartawan perempuan
  •  Sikap tak simpatik para pendukung Habib Hasan ini juga membuat salah seorang wartawan harian berang. “Woi, ngapain lo tarik-tarik perempuan. Enggak lihat ini kasihan kejepit,” teriak Dedy kepada seorang pendukung Habib Hasan.

Inilah berita-beritanya

***

Habib Hasan Jalani Pemeriksaan Kedua

JAKARTA — Pemimpin Majelis Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus pelecehan seksual kepada 11 santrinya. Pemeriksaan yang dilakukan, Jumat (16/3), merupakan pemeriksaannya yang kedua setelah pada Senin (12/3) Habib Hasan juga menjalani pemeriksaan kepolisian.

Hasan terlihat memasuki ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pukul 10.40 WIB dengan didampingi sejumlah orang yang di antaranya adalah kuasa hukumnya. Hasan mengenakan setelan serupa jas putih panjang, celana hitam, kaca mata, dan peci warna hijau.

Saat ditanya, Hasan tidak melontarkan jawaban apapun. Dia langsung menuju ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, membenarkan soal pemeriksaan Hasan. Sebenarnya, tutur Rikwanto, Hasan dijadwalkan hadir pada Kamis (15/3), namun lantaran kuasa hukumnya tidak bisa mendampingi Hasan, pemeriksaan atas dirinya ditunda menjadi hari ini. “Kuasa hukumnya mengaku harus menghadiri satu kegiatan yang telah terjadwal,” tutur Rikwanto.

Redaktur: Dewi Mardiani

Reporter: Asep Wijaya,  Jumat, 16 Maret 2012 12:18 WIB REPUBLIKA.CO.ID,

Media lain menyebutkan, rencananya, Habib Hasan akan kembali menjalankan pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya pada Selasa (20/3/2012).

***

Pengawalan Ketat, Pendukung Habib Hasan Dorong Wartawan

JAKARTA,— Pengawalan ketat sekitar 15 orang pria berkemeja kembali terjadi saat Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, pimpinan Majelis Taklim Nurul Musthofa, selesai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat (16/3/2012) sore. Pengawalan di sekeliling sang habib muda yang dilaporkan melakukan pelecehan seksual ini sempat membuat kewalahan para wartawan.

Saat Habib Hasan keluar dari ruang pemeriksaan, belasan pendukungnya langsung membuat barisan rapat di sekelilingnya. Ruang kosong di sekitar tangga di luar ruang gedung Ditreskrimum juga langsung penuh sesak dengan belasan pendukungnya itu yang sebagian besar berseragam hitam. Mereka tidak membiarkan para wartawan mengambil gambar sang Habib.

Beberapa kamera dan kamera video milik wartawan bahkan langsung ditutup lensanya oleh pengawal itu. Kamera ponsel yang digunakan Kompas.com pun tak luput dari tangan-tangan para pengawal Habib yang sibuk menghalau.

Puncaknya, ketika Habib Hasan berjalan di lorong menuju tempat parkir. Saat itu, pendukung Habib Hasan sangat protektif akan keberadaan pimpinannya itu. Beberapa di antaranya bahkan sempat menarik secara kasar wartawan perempuan, termasuk Kompas.com, agar segera menyingkir dari pagar betis buatan mereka. Rahma, wartawan media online di Ibu Kota, juga menjadi korbannya.

“Pengawalannya berlebihan. Toh, kita enggak akan ngapa-ngapain. Tangan gue sakit kena sikut sama pengawalnya pas sodorin handphone buat merekam,” kata Rahma dengan nada kesal.

Sikap tak simpatik para pendukung Habib Hasan ini juga membuat salah seorang wartawan harian berang. “Woi, ngapain lo tarik-tarik perempuan. Enggak lihat ini kasihan kejepit,” teriak Dedy kepada seorang pendukung Habib Hasan.

Menanggapi itu, salah seorang kuasa hukum Habib Hasan meminta maaf. Tetapi, para pengawal Habib tak memedulikan protes wartawan. Bahkan, saat Habib Hasan hendak berbicara, dorong-dorongan terjadi karena mereka memblokir jarak pandang kamera televisi.

Setelah Habib Hasan menaiki mobil Toyot Fortuner putihnya, para pendukung ini pun bubar dengan tertib. Kuasa hukum Habib Hasan, Sandi Arifin, menuturkan bahwa pihaknya sama sekali tidak bermaksud membuat pengawalan yang berlebihan bagi Habib. Sandi mengatakan, keberadaan para pengawal sekaligus pendukung Habib Hasan itu sama sekali tidak direncanakan.

“Sama sekali kami tidak undang mereka, mungkin karena mau mendukung Habib mereka berbuat seperti itu. Minggu depan, kami akan setting pertemuan dengan Habib Hasan dan media tanpa ada pengawalan seperti itu,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Habib Hasan dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pelecehan seksual terhadap 11 orang pengikut laki-lakinya. Pelecehan terjadi pada tahun 2006-2011. Beberapa orang bahkan masih di bawah umur saat pelecehan itu terjadi.

Habib Hasan dilaporkan melakukan pelecehan dengan modus terapi kesehatan untuk melakukan suatu aktivitas seksual. Polisi sudah memiliki sejumlah barang bukti, seperti percakapan di Facebook dan pesan singkat. KOMPAS.com  Sabrina Asril | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Jumat, 16 Maret 2012 | 20:59 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 795 kali, 1 untuk hari ini)