Habib Rizieq dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (IST)


Meski memang jadwalnya, pernyataan Kapolri yang menyebut Habib Rizieq akan dipanggil sebagai saksi ahli pada Kamis 3 Nopember besok pada kasus penistaan Al-Qur’an dan ulama oleh Ahok, bisa dinilai sebagai upaya penggembosan Aksi 4 Nopember.

“Iya, bisa dinilai untuk menggembosi,” ungkap pengamat sosial politik Joko Prasetyo kepada suaranasional, Rabu (02/11/2016).

Menurut Joko, kalau tidak ada rentetan pemimpongan penanganan kasus ini, publik percaya saja bahwa itu memang jadwalnya. Tetapi dari awal, pihak kepolisian terus-menerus memimpong kasus ini, hingga akhirnya publik bukan hanya marah kepada Ahok tetapi juga marah kepada aparat yang dinilai mempermainkan laporan publik. Maka mereka pun bersiap untuk menggalang aksi yang lebih besar lagi pada 4 Nopember, lalu sekarang, tiba-tiba Kapolri menyatakan Habib akan dijadikan saksi ahli.

“Maka, wajar jadwal pemanggilan Habib dinilai sebagai upaya penggembosan aksi,” ungkapnya.

Namun Joko menilai, umat dan ulama tidak akan menurunkan tensi marahnya sampai Ahok ditangkap dan dipenjara.

“Mereka sudah muak dipingpong terus, jadi semua proses hukum yang dilakukan Polri tidak akan dinilai apa-apa oleh mereka, sampai mereka melihat dengan mata kepala sendiri Ahok itu ditangkap dan dipenjara!” pungkasnya.

Sebelumnya Kapolri  Jenderal Tito Karnavian mengatakan proses hukum terhadap gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam tahap penyelidikan dan prosesnya terus berjalan. Saat ini Bareskrim Polri tengah meminta keterangan dari beberapa saksi ahli.

Tito menyebut Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab telah mengajukan diri menjadi saksi ahli terkait kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama.

“Termasuk Habib Rizieq akan jadi saksi ahli, hari Kamis (3/11/2016) dijadwalkan akan datang ke Bareskrim,” katanya usai menggelar apel pasukan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).*/suaranasional.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.218 kali, 1 untuk hari ini)