Malang – Tokoh NU Jawa Timur yang juga pimpinan Yayasan Al-Bayyinah, Habib Zein Al-Kaff mendesak agar Jalaluddin Rahmat diusir dari Bandung karena dianggap meresahkan umat dengan ajaran sesat Syiahnya.
“Harusnya Jalaluddin Rahmat itu diusir dari Bandung, baru warga Bandung bisa dianggap cinta kepada Rasulullah. Usir Jalal dari Bandung!” tegas Habib Zein Al-Kaff kepada wartawan ketika ditanya peran Jalal yang menyebarkan ajaran Syiah sejak dahulu di Bandung, usai deklarasi nasional tolak aliran sesat dan bangkitnya komunis di mahad Al-Firqotun An-Najiyah Karang Ploso, Malang hari Minggu kemarin (26/10).
Terkait terpilihnya tokoh Syiah asal Bandung ini di parlemen, Habib Zein mengkritisi internal umat Islam yang terlalu membiarkan Jalal bergerak dan berbicara.
“Ini yang salah kita umat Islam membiarkan dia bergerak dan berbicara harusnya jangan diberi kesempatan kepada dia di media. Harusnya kita memilih pemimpin Islam, tapi umat malah memimpin tokoh seperti Jalal yang Syiah itu,” ujar ulama sepuh yang sangat gencar membentengi umat dari ajaran sesat syiah tersebut.
Habib Zein Al-Kaff juga menyatakan bahwa dirinya tidak sudi bertemu untuk berdialog dengan Jalaluddin Rahmat karena menurutnya tidak ada gunanya berdialog dengan Jalal.
“Saya tidak sudi bertemu dengan Jalal, kalau dia ketemu saya ngajak bicara bisa-bisa dia saya gaplok. Kalau mau suruh dia datangin gurunya dari Iran baru saya mau dialog,” tandas tokoh NU Jawa Timur ini.[kbs01/bumisyam] BUMISYAM |
***

Habib Zein al-Kaff: Ukhuwah Islamiyyah ala Syiah itu Aneh

MALANG – Ulama dan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Habib Zein al-Kaff mengatakan bahwa Ukhuwah Islamiyyah yang dikampanyekan Syiah itu aneh.
Hal ini dia sampaikan dalam acara yang bertajuk Deklarasi Nasional umat Islam Malang Tolak Aliran Sesat dan Bangkitnya Komunis pada Minggu (26/10) kemarin.

“Coba lihat di Iran, umat Islam dizhalimi oleh Syiah secara terang-terangan. Tiba-tiba mereka datang ke Indonesia meneriakkan Ukhuwah Islamiyah? Ya sangat aneh,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Syiah untuk menipu umat Islam Indonesia dengan sering menggunakan nama Mahzab Ahlul Bait. Habib yang merupakan ulama Nahdhlatul Ulama (NU) tulen juga menyatakan bahwa di NU, Muhammadiyah dan MUI pusat ada oknum yang sangat membela Syiah.
“Said Agil dari NU, Din Syamsudin dari Muhammadiyah, Umar Syihab dan Utsman Syihab dari MUI Pusat itu mereka bukan Syiah, tetapi otak mereka sudah dicuci di Iran. Padahal cara mengetahui Syiah sesat atau tidak sesat itu mudah, cukup lihat Al-Qur’an dan Hadits,” tutupnya. [TOM/UL/bumi syam] BUMISYAM |
***

Biadab, Iran Menghukum Gantung Muslimah Ahlussunnah Reyhaneh Jabbari

Menurut PBB, lebih dari 250 orang telah dieksekusi di negara mayoritas penganut Syiah itu sejak awal 2014.

IRAN– Di tengah penentangan dunia, otoritas Iran tetap nekad mengeksekusi seorang Muslimah Ahlussunnah yang membunuh seorang pria yang telah berusaha melakukan pelecehan seksual terhadapnya.
Reyhaneh Jabbari (26) digantung saat fajar pada Sabtu (25/10/2014) kemarin di penjara Teheran karena dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap mantan pejabat intelijen, kantor berita resmi IRNA melaporkan.
Sebuah pesan yang diposting pada halaman depan sebuah kampanye Facebook yang dibuat sebagai upaya untuk menyelamatkan nyawanya kini menyatakan ia telah “beristirahat dengan tenang,” tegas laporan tersebut.
Jabbari, seorang desainer interior, telah menghabiskan lima tahun waktunya di dalam penjara Iran dengan keputusan hukuman mati karena ia telah melakukan penikaman terhadap Morteza Abdolali Sarbandi pada tahun 2007.
Ahmed Shaheed, pelapor HAM PBB terhadap Iran, mengatakan pada April bahwa pembunuhan itu merupakan tindakan pertahanan diri: Sarbandi telah menawarkan untuk menggunakan jasa Jabbari untuk mendesain ulang kantornya dan membawanya ke sebuah apartemen di mana dia mencoba untuk melakukan pelecehan seksual terhadapnya.
Sejumlah tokoh dan kelompok telah meminta penundaan eksekusi dan menggemakan seruan serupa di barat.
Sebelumnya, upaya grasi telah diintensifkan dalam beberapa pekan terakhir. Ibu Jabbari diizinkan untuk mengunjunginya selama satu jam pada hari Jum’at, Amnesti Internasional mengatakan, kebiasaan yang cenderung mendahului eksekusi di Iran.
Menurut PBB, lebih dari 250 orang telah dieksekusi di negara mayoritas penganut Syiah itu sejak awal 2014.
(banan/arrahmah.com) Banan Ahad, 3 Muharram 1436 H / 26 Oktober 2014 11:24
***

Tahanan Wanita di Iran Diperkosa Dahulu Sebelum Dieksekusi

Diposting pada Rabu, 22-07-2009 | 00:02:40 WIB

Para anggota milisi Basij Iran yang ditakuti, melakukan perkosaan terhadap para tahanan wanita yang masih perawan sebelum para tahanan wanita itu dihukum mati. Mereka yang diperkosa adalah para tahanan wanita yang divonis hukuman mati dan masih perawan. Perkosaan ini adalah “ritual” wajib , kata salah satu anggota milisi Basij tersebut.

salah seorang anggota milisi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ini adalah bagian perintah dari pemimpin tinggi Iran Ali Khameini. Kepada The Jerusalem Post anggota milisi ini mengatakan bahwa pada saat berumur 18 tahun ia pernah diberi “kehormatan” oleh Khameini untuk sementara waktu “menikahi” tahanan wanita muda sebelum mereka dieksekusi.

Di negara penganut aliran Syiah yang sesat ini, adalah ilegal mengeksekusi mati wanita jika ia masih perawan, kata salah satu mantan anggota milisi.

Jadi, pemerintah mengatur pesta “pernikahan” semalam sebelum si tahanan wanita dieksekusi, dan si wanita dipaksa untuk melayani nafsu seksual si laki-laki , lapor situs Fox News.

Setelah digauli suami “barunya”, maka si tahanan wanita sudah “halal” untuk dieksekusi.

“Aku sangat menyesal, walaupun pernikahan itu sah dan legal disini”, kata mantan milisi tersebut kepada Jerusalem Post.

Beberapa tahanan wanita diberi obat tidur untuk membuat mereka tidak sadar, karena biasanya mereka melawan saat akan diperkosa, mereka lebih takut pada malam pertama mereka daripada saat menghadapi hari eksekusi mereka.

“Aku dengar mereka manangis keras dan berteriak-teriak setelah proses perkosaan itu selesai”, kata mantan milisi tersebut.

“Aku tidak akan bisa lupa bagaimana salah satu gadis tersebut mencakari wajah dan lehernya sendiri dengan kuku-kukunya setelah ia digauli. Ia mengalami luka parah akibat cakaran kukunya sendiri”, tutup mantan milisi tersebut.

Demikianlah praktek sesat aliran Syiah yang keluar dari Islam.

[muslimdaily.net/news.com.au] FoxnewS/ panggungopera

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/3708/tahanan-wanita-di-iran-diperkosa-dahulu-sebelum-di-eksekusi

Mut’ah agar Masuk Neraka

Dalam jenis-jenis nikah mut’ah, pemerkosaan terhadap perawan yang akan dihukum mati di Iran itu digolongkan dalam apa yang disebut Mut’ah agar Masuk Neraka. Syi’ah di Iran mempercayai bahwa tidak boleh menghukum mati perawan, maka apabila dikehendaki untuk ekskusi perawan diadakanlah akad nikah mut’ah salah seorang keamanan dengan perawan itu, dan setelah pemangsaan (pemerkosaan) atas perawan itu maka mereka membunuhnya. (Ahwal Ahlis Sunnah fi Iran halaman 213).

Setelah mengekskusi maka petugas keamanan mendatangi ibu bapak si perawan dengan memberi mahar sangat sederhana senilai 10 dolar seraya berkata kepada kedua orang tuanya dengan sangat menghinakan: Inilah mahar puterimu yang telah dihukum mati, dan aku telah menikahinya secara kawin kontrak (nikah mut’ah) sebelum dibunuh sehingga ia tidak masuk surga, karena kami mendengar dari pembesar-pembesar kami bahwa perawan tidak masuk neraka, maka mesti harus menyingkirkan dari rintangan itu agar memasukkan puterimu ke neraka. (Ats-Tsaurah al-Baaisah halaman 196).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.407 kali, 1 untuk hari ini)