Berikut ini Fatwa ‘Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa’ Saudi Arabia

***

Maksud Hadits Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam yang Menyatakan Bahwa Semua Golongan di Neraka Kecuali Satu Golongan

Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor (4246 ):

Pertanyaan 3: Siapakah yang dimaksud dengan umat dalam sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam :  Semua golongan di neraka kecuali satu golongan dan siapa yang dimaksud dengan satu golongan itu? Apakah tujuh puluh dua golongan ini kekal di neraka dengan dihukumi musyrik atau tidak?

(Nomor bagian 2; Halaman 231)

Jika dikatakan : “Umat Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam”, apakah itu berlaku untuk para pengikut beliau dan bukan pengikut beliau, atau hanya untuk para pengikut beliau saja?

Jawaban 3: Yang dimaksud dengan umat dalam hadits ini adalah umat ijabah (orang-orang yang menerima dakwah Islam) dan mereka ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Tujuh puluh dua golongan menyimpang dari ajaran Islam dan membuat bid`ah namun tidak menyebabkan keluar dari agama Islam. Mereka akan disiksa karena bid`ahnya dan penyimpangan yang mereka lakukan kecuali yang dimaafkan dan diampuni oleh Allah.

Tempat kembali mereka adalah surga.

Golongan yang selamat adalah Ahlusunnah wal Jamaah, yaitu mereka yang mengikuti sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka konsisten dengan apa yang dijalankan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau Radhiyallahu ‘Anhum. Mereka adalah golongan yang pernah disebut oleh Rasulullah Shalallahu `Alaihi wa Sallam :  Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang tetap berada dalam kebenaran. Orang-orang yang menyelisihi dan mengkhianati mereka, tidak akan membahayakan mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat)

Adapun orang-orang yang keluar dari Islam disebabkan oleh bid’ah yang mereka perbuat, mereka adalah termasuk umat dakwah (orang-orang yang mendapat ajakan masuk Islam) bukan umat ijabah, mereka akan kekal di neraka. Inilah pendapat yang paling kuat.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan umat dalam hadits ini adalah umat dakwah, yaitu bersifat umum mencakup semua orang yang beriman dan yang kufur kepada Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Adapun yang dimaksud dengan satu golongan yang selamat adalah umat ijabah, yaitu khusus orang-orang yang beriman kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan sebenar-benarnya dan meninggal dalam keadaan seperti itu. Mereka adalah golongan yang selamat baik terlebih dahulu mendapat siksaan di neraka maupun tidak. Tempat kembali mereka adalah surga.

(Nomor bagian 2; Halaman 232)

Adapun yang tujuh puluh dua golongan adalah selain dari golongan yang selamat itu. Semua kafir dan kekal dalam neraka.

Dengan keterangan ini jelaslah bahwa umat dakwah lebih umum dari umat ijabah. Semua umat ijabah adalah umat dakwah, tapi tidak semua umat dakwah termasuk dalam umat ijabah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota

AnggotaWakil Ketua KomiteKetua
Abdullah bin Qu’udAbdullah bin GhadyanAbdurrazzaq `Afifi

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=600&PageNo=1&BookID=3

***

Apakah Golongan yang Selamat Itu Semuanya Termasuk Penghuni Surga?

Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor (4360):

Pertanyaan 3: Hadits Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam:  Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan Apakah semua golongan ini akan masuk surga dan tidak ada satu pun dari mereka yang akan kekal di neraka, atau tidak demikian?

Jawaban 3: Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda:  Orang-orang Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, orang-orang Nasrani (Kristen) terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan semuanya masuk neraka kecuali satu. Para sahabat pun bertanya: “Siapa mereka wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang mengikutiku dan yang mengikuti para sahabatku.”

(Nomor bagian 2; Halaman 233)

Hadits ini menunjukkan bahwa golongan yang selamat adalah mereka yang berpegang teguh kepada syariat baik dalam perkataan, perbuatan maupun keyakinan. Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan seperti ini, maka dia pasti termasuk penghuni surga.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota

AnggotaWakil Ketua KomiteKetua
Abdullah bin Qu’udAbdullah bin GhadyanAbdurrazzaq `Afifi

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=601&PageNo=1&BookID=3

***

Pembenaran terhadap Hadis “Semua di Neraka Kecuali Satu Golongan.”

Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor:7278

Pertanyaan 1: Sejak lama saya mengetahui dan mengamalkan secara fanatik sebuah hadis yang berbunyi, “Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya di neraka kecuali satu golongan, yaitu mereka yang berjalan di atas ajaranku dan jalan para sahabatku saat ini.” Begitulah saya mengenal hadis tersebut.

(Nomor bagian 2; Halaman 235)

Namun, ketika saya mengkaji beberapa buku, saya mendapati hadis tersebut dalam narasi berbeda, “Semuanya di surga kecuali satu golongan.” Allah Maha Agung. Sungguh, riwayat ini membuat saya bingung. Manakah yang benar, apakah “semua di neraka kecuali satu golongan”, ataukah “semua di surga kecuali satu golongan”?

Jawaban 1: Narasi yang valid dalam seluruh riwayat adalah  “semua masuk neraka kecuali satu”. Adapun riwayat “semua di surga kecuali satu golongan” tidak ada dasarnya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota

Wakil Ketua KomiteKetua
Abdullah bin Qu’udAbdurrazzaq `Afifi

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=604&PageNo=1&BookID=3

***

Kewajiban Tidak Berpihak kepada Kelompok Tertentu

Kewajiban Tidak Berpihak kepada Kelompok Tertentu

Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor (4093 ):

Pertanyaan 2: Saya seorang mahasiswa yang hidup dalam bermacam-macam pendapat dan pemikiran, dan di antara banyak kelompok yang masing-masing mengaku lebih baik dari yang lain dan berusaha sekuat tenaga untuk mencari pendukung seperti, Jamaah Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh yang terkenal dengan khuruj (keluar) 40 hari, 4 bulan, Jamaah Ansharus Sunnah, dan Jamaah Ishlahiyyah pimpinan Abdul Hamid bin Badis.

(Nomor bagian 2; Halaman 237)

Untuk itu saya memohon kepada Anda agar memberi kami pentunjuk jalan yang benar; jalan kebahagiaan kami dan keselamatan Islam dari segala pengaruh pemikiran-pemikiran luar yang menghancurkan tanpa kita sadari.

Jawaban 2: Anda harus senantiasa berpegang-teguh pada kebenaran yang berdasarkan dalil tanpa berpihak kepada kelompok tertentu. Dan kelompok yang paling utama untuk dapat bergabung dengannya adalah kelompok yang senantiasa menjaga aqidah yang benar sebagaimana salaf saleh radhiyallahu ‘anhum, dan komitmen mengamalkan Kitab Allah Ta’ala dan Sunnah Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, serta memerangi bid`ah dan khurafat.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota

AnggotaWakil Ketua KomiteKetua
Abdullah bin Qu’udAbdullah bin GhadyanAbdurrazzaq `Afifi

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=606&PageNo=1&BookID=3

***

Siapakah Ahlusunnah wal Jamaah

(Nomor bagian 2; Halaman 230)

Pengertian Ahlusunnah wal Jamaah Secara Istilah

Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor (4143):

Pertanyaan 2: Apa pengertian Ahlusunnah wal Jamaah secara istilah? Apakah ulama tarekat sufi Barelwi di India dianggap termasuk golongan Ahlusunnah wal Jamaah?

Jawaban 2: Ahlusunnah wal Jamaah: mereka adalah orang-orang yang berjalan di jalan Nabi Muhammad ‘Alaihi ash-Shalatu wa as-Salam dan para sahabat beliau -semoga Allah meridai mereka semua-. Mereka itulah Ahlusunnah wal Jamaah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota

AnggotaWakil Ketua KomiteKetua
Abdullah bin Qu’udAbdullah bin GhadyanAbdurrazzaq `Afifi

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=599&PageNo=1&BookID=3

(nahimunkar.org)

(Dibaca 7.097 kali, 1 untuk hari ini)