video:

https://youtu.be/scAxbYBHh78

 

Dewan pakar ICMI pusat, Anton Tabah Digdoyo, angkat bicara terkait disertasi Abdul Aziz dari universitas Islam negeri yogyakarta yang menghalalkan hubungan seks di luar nikah. 

Pada awalnya, Anton mengaku tidak percaya disertasi seperti itu dapat lolos di uin yogyakarta, pasalnya apa yang menjadi rujukan Abdul Aziz bukanlah dari ahli Islam , melainkan pemikiran syahrur, seorang sarjana asal syiria, yang pikiran-pikirannya ditentang dunia Islam .

“kok bisa sarjana, ngaku muslim bilang begitu. Siapapun yang faqih Islam akan menilai bahwa seks diluar nikah itu adalah zina, yang sangat diharamkan oleh Islam .” kata Anton Tabah Digdoyo, dewan pakar ICMI pusat.

Anton menjelaskan, menafsirkan kitab suci al-quran dari allah swt harus sesuai asbabun nuzul musnad mutasil dan ayat-ayat penjelasan langsung dari rasulullah saw, yang telah dibukukan dengan tafsir resmi.

Tafsir itulah yang menjadi pedoman baku ijtima ulama di dunia.

“Bukan dengan tafsir ciptaan ulama sekarang yang banyak dipengaruhi oleh paham liberal. Nabi muhammad saw tegas bersadba, siapa yang berkata atau menafsirkan alquran dengan pemikirannya sendiri maka telah disiapkan tempatnya di neraka, dari hadist tirmidzi.” anton tabah digdoyo, dewan pakar ICMI pusat.

Diketahui dalam disertasinya, Abdul Aziz menuliskan bahwa hubungan seks di luar nikah diperbolehkan secara syari, dengan syarat pria dengan wanita tak bersuami, dilakukan atas dasar suka sama suka dan di ruangan tertutup./ moeslimchoice.tv

 

***

Tanggapan terhadap Disertasi Abdul Azis Mahasiswa S3 UIN Jogja yang Membolehkan Hubungan Seksual Tanpa Nikah


Posted on 8 September 2019

by Nahimunkar.org

 
 

Oleh Dr. Tgk. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA


  • Keharaman zina itu sudah jelas dan qath’i berdasarkan Alqur’an, As-Sunnah dan ijma’. Oleh karena itu, menghalalkan zina dengan sadar atau sengaja bisa mengakibatkan penulis disertasi dan orang-orang yang menyetujuinya serta meluluskannya (yaitu para promotor dan penguji) bisa menjadi murtad (kafir).

     
     

  • Penulis harus dicabut gelar doktornya. Adapun orang-orang yang menyetujui dan meluluskannya (yaitu rektor, para promotor dan para penguji) harus mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatan rektor dan dosen.

     
     

  • Meminta kepada pihak UIN Jogja membatalkan disertasi Abdul Azis dan mencabut kelulusannya atau gelar doktornya. Disertasi tersebut tidak perlu direvisi. Sesuai dengan kaidah Fiqh: “Adh-dhararu yuzaal” (Kemudharatan itu harus dihilangkan) dan kaidah syariat lainnya. Jadi disertasi ini mesti dibatalkan, bukan meminta penulisnya untuk merevisinya. 

Selengkapnya silakan baca di: https://www.nahimunkar.org/tanggapan-terhadap-disertasi-abdul-azis-mahasiswa-s3-uin-jogja-yang-membolehkan-hubungan-seksual-tanpa-nikah/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 323 kali, 1 untuk hari ini)