Gerakan Perlawanan Islam Palestina – Hamas – telah menolak tawaran Iran untuk normalisasi dan juga tawaran bantuan dana jika Hamas setuju untuk memutuskan semua hubungan dengan Arab Saudi, koran Al-Sharq Al-Awsat melaporkan pada hari Jumat.

Menurut surat kabar Al-Sharq Al-Awsat, pemimpin  Hamas Khalid Meshaal menolak tawaran Iran untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Teheran, karena tidak ingin hal ini dinilai sebagai suatu kesepakatan mendukung sikap permusuhan Iran terhadap Arab Saudi dan dukungan untuk kebijakan Iran di Suriah.

Sumber mengatakan bahwa ada “konsensus” yang luas dalam internal Hamas untuk tidak “terlibat dalam aliansi dengan Iran” dalam rangka mempertahankan basis Sunni di wilayahnya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Iran telah menghentikan semua bentuk dukungan untuk Hamas karena sikap Hamas terhadap Suriah. Demikian pula, Teheran juga menghentikan dukungan untuk Jihad Islam karena kritik atas intervensi Iran di Yaman.

Al-Sharq Al-Awsat mengatakan bahwa Hamas menolak tawaran Iran meskipun tengah menghadapi krisis keuangan dan tidak mampu untuk membayar gaji bagi para aktivis dan karyawan di Gaza.

Surat kabar Al-Sharq Al-Awsat melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Mohamed Javad Zarif menyampaikan tawaran ini selama pertemuan dengan perwakilan Hamas Dr Khalid Al-Kaddoumi di Teheran.

Middle East Monitor

Sumber: middleeastupdate.net/ January 17, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 692 kali, 1 untuk hari ini)