Sesungguhnya, agama yang haq di sisi Allah hanyalah Islam. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.” [Q.S. Ali Imran: 19]

Dan Syaikh Abdullah al-Fauzan berkata:

الإسلام له معنيان: معنى عام ومعنى خاص؛ لأنه قد وردت أدلة تدل على أن الإسلام خاص بهذه الأمة ووردت أدلة على أن الإسلام في الشرائع السابقة

Islam memiliki dua makna: Makna Umum dan Makna Khusus. Karena telah terwiridkan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Islam itu khusus untuk umat ini, dan terwiridkan pula dalil-dalil bahwa Islam pun ada di syariat-syariat sebelumnya.” [Hushul al-Ma’mul bi Syarh Tsalatsah al-Ushul, hal. 14]

Karena agama para Nabi sebelum Nabi Muhammad, kesemuanya Islam. Tak satupun dari mereka memerintahkan untuk menyekutukan Allah (berbuat syirik), menyembah dirinya dan bermaksiat. Lihatlah pertanyaan Allah kepada Nabi Isa alaihissalam dan jawaban beliau terhadapnya. Sebagaimana Allah firmankan:

وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ءَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Maidah: 116]

Maka ingatlah saudaraku sekalian, bahwa asas agama Islam yang terawal sejak dahulu hingga sekarang bahkan seterusnya: Tauhid. Betul semua dari kita mengatakan Islam adalah agama yang haq. Tetapi Islam datang menghancurkan kesyirikan dan tradisi nenek moyang yang jahil dan bergelimangan kesyirikan. Hendaknya kita betul-betul memperhatikan konsekuensi dari kalimat “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam.”. Yaitu: tauhid kepada-Nya dan anti-syirik.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada penulis dan pembacanya. Allahul musta’an.

Ditulis oleh Ust. Hasan al-Jaizy

23 Rabi’ al-Akhir 1439 / 10 Januari 2018

Via Fb Hasan al-Jaizy

(nahimunkar.org)

(Dibaca 500 kali, 1 untuk hari ini)