Ada Oknum-Oknum MUI yang membela Aliran Sesat Syiah, Meresahkan.

Munas MUI (Majelis Ulama Indonesia) IX di Surabaya 24-27 Agustus 2015 di antaranya akan memilih ketua umum MUI. Dengan demikian kepengurusan MUI pun diperbarui.

Kantor berita Antara mewartakan, MUI Wilayah IV Kirim Rekomendasi ke Munas MUI. Sejumlah rekomendasi, kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, antara lain terkait syariat, yakni menyuarakan agar paham-paham merusak Aqidah tidak diberikan kesempatan berkembang di Indonesia karena semakin membuat masalah.

MUI Wilayah IV itu terdiri dari MUI Provinsi Jawa Timur, MUI Provinsi Bali, MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serta MUI Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masalah adanya oknum-oknum MUI yang membela syiah itu bukan hanya ulama dalam negeri yang prihatin, namun sampai Ulama Suriah pun prihatin.

Inilah beritanya.

***

Ulama Suriah Prihatin Ada Oknum MUI yang Masih Membela Syi’ah & Iran

Posted on Jun 9th, 2015

by nahimunkar.com

sy osama abdul karim

JAKARTA– Ketua Ikatan Ulama Suriah dan Ketua Majelis Islam Suriah, Syaikh Osama Abdul Karim Al-Rifaei mengatakan, perlawanan rakyat Suriah terutama kelompok bersenjata, sudah maksimal. Namun rezim Syi’ah Nushairiyyah Bashar Assad masih kuat karena mendapat dukungan dari negara sekutunya, yakni Negara Syi’ah Iran.

“Kita tahu revolusi sudah memasuki tahun yang kelima, kalau bukan karena dukungan dan back-up Iran secara logistik dan militer, sebetulnya rezim Bashar sejak lama bisa dikalahkan,” kata Syaikh Osama beberapa waktu lalu seperti dilansir Detik.

Ulama Suriah yang kini menetap sementara di Turki ini menuturkan bahwa revolusi Suriah pada tahun 2011 lalu awalnya adalah gerakan damai yang menuntut rezim Bashar turun. Namun aksi people power tersebut dihadapi rezim Syi’ah Nushairiyyah dengan kekuatan militer.

“Kami tidak pernah angkat senjata, hanya ungkapan yang menginginkan perdamaian. Tapi selama 6 bulan terakhir ini, kami dihadapi rezim dengan tangan besi karena itu kebiasaan rezim sejak puluah tahun silam, membungkam rakyat dengan kekuatan militer,” jelasnya.

Syaikh Osama juga menyayangkan kurang pahamnya dunia Islam dan umat Islam, termasuk Indonesia yang tidak tahu ancaman Iran dan kejahatan mereka dalam membela ideologi Syi’ah dan rezim Syi’ah Nushairiyah Bashar Assad.

“Kami sayangkan MUI Indonesia ada satu atau dua yang membela ideologi Iran, seolah masih dalam batasan yang bisa ditoleransi. Apakah benar muslim Indonesia tidak tahu menahu kejahatan Iran yang mendukung Bashar?,” tanyanya. [GA/dtk] (Panjimas.com) SELASA, 21 SYA`BAN 1436H / JUNE 9, 2015

***

Berkaitan dengan rekomendasi MUI Jatim tentang Paham-Paham Merusak Aqidah agar Tidak Diberikan Kesempatan Berkembang itu, perlu diingat, selama ini ada nama dua oknum MUI dalam tulisan berikut ini: Umar Shihab dan Muhyiddin Junaidi, dalam artikel berjudul Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat

Dalam kasus gerombolan syiah menyerang Az-Zikra, ternyata Muhyiddin Junaidi membela syiah pula.

***

Muhyiddin Junaidi Membela Aliran Sesat Syiah, Kena Batunya

Posted on Feb 17th, 2015

by nahimunkar.com

mui001

Syiah sudah jelas menodai agama, bahkan telah terbukti secara hukum, pentolan syiah Sampang Tajul Muluk menodai agama hingga divonis hukuman penjara (4 tahun) sampai ke tingkat MA (Mahkamah Agung).

Kalau ada yang berkilah seperti Muhyiddin Junaidi orang MUI bahwa ada syiah yang tidak sesat (di Indonesia ini) maka tentu menimbulkan rekasi Umat Islam, dan pantas dianggap bahwa dia itu membela syiah. Karena ternyata pentolan syiah Jalaluddin Rakhmat dan konco-konconya sampai membela Syiah Sampang lewat media Katolik, Kompas TV Senin malam (16/9 2013). Juga haddad Alwi yang penyanyi dan ditengarai sebagai penyebar nyanyian Ya Thaiba yang ghuluw (melampaui batas) ala syiah itu mengunjungi orang syiah Sampang. Dalam kunjungannya ke pengungsian Syiah di Sampang, 29/9/2012, ia (Haddad Alwi) mengatakan, “Nggak ada orang mau masuk surga tidak diuji, Rasulullah tidak jauh dari kita, dan jangan ragu Rasullulah tidak sayang sama kita. Penderitaan Rasullulah lebih berat ujiannya daripada ujian kita.”

Dari fakta-fakta itu, Syiah di Indonesia adalah yang seperti syiahnya Tajul Muluk yang telah terbukti secara hukum, menodai agama. Kalau tidak, kenapa yang sudah jelas (bahwa syiah itu menodai agama) masih pula dibela? Oleh karena itu, pantas saja ada yang menyebut Muhyiddin Junaidi goblok, dapat uang berapa dia dari Syi’ah kok membela Syi’ah. (lihat berita di bawah).

Syiah Menodai Agama, Mengingkari Otentisitas Al-Qur’an.

Telah terbukti, Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang divonis penjara 4 tahun karena menodai agama Islam (menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi), melanggar pasal 156A KUHP.

Syiah jelas-jelas menodai agama (Islam) itu sudah tidak kurang data dan fakta. Di antaranya.

  1. Fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah lihat di siniFatwa MUI Jawa Timurtentang Kesesatan Ajaran Syi’ah
  2. MUI Pusat menilai fatwa MUI Jawa Timur itu sah. Lihat ini MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatimtentang kesesatan syiah.
  3. Tajul Muluk pentolan syiah dari Sampang telah divonis 4 tahun penjara karena terbukti  melanggar pasal 156a tentang penodan agama, karena Tajul Muluk menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Vonis Pengadilan itu sampai diketok palu oleh tiga jenis pengadilan yakni Pengadilan Negeri Sampang dengan Nomor 69/Pid.B/2012/PN.SPG pada Juli 2012 lalu memvonis Tajul  Muluk hukuman penjara 2 tahun karena menodai agama, melanggar pasal 156a. Lalu Tajul Muluk naik banding ke pengadilan Tinggi Surabaya, divonis 4 tahun penjara karena terbukti menodai agama. Putusan PT Surabaya yang tertuang dalam surat bernomor 481/Pid/2012/PT.Sby pada 21 September 2012 itu memutuskan terdakwa Tajul Muluk alias Ali Murtadha terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan yang bersifat penodaan agama. Kemudian ia mengajukan kasasi dan putusannya, kasasi ditolak MA, maka tetap Tajul Muluk wajib menjalani hukuman 4 tahun penjara. Keputusan itu tertuang dalam petikan putusan MA dengan Nomor 1787 K/ Pid/2012 yang dikirim oleh MA ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang tertanggal 9 Januari 2013. Hal itu diungkapkan oleh Humas PN Sampang Shihabuddin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura terkait kasasi Tajul Muluk ke MA, kemarin (16/1 2013). Jadi jelas-jelas syiah telah terbukti sesat bahkan menodai agama (Islam).  Lihat ini https://www.nahimunkar.org/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang
  4. Apabila masih ada yang berkilah bahwa itu hanya Tajul Muluk saja, sedang syiah yang lainnya di Indonesia ini tidak begitu, maka coba lihat bagaimana Jalaluddin Rakhmat dengan konco-konconya dari Ijabi bahkan didukung pula oleh penghalal homseks Musdah Mulia membela syiah sampang dengan “menyerang” MUI dalam dialog di tv kompas Senin malam (16/9 2013).

Ketika syiah itu secara bukti hukum telah menodi agama dan kenyataan adanya berbagai gejolak baik secara nasionl maupun internasional dunia Islam telah menimbulkan banyak korban bahkan lenyapnya aqidah, maka menjadi tanggung jawab para ulama dan tokoh Islam Indonesia yang berkongres itulah untuk menentukan sikap tegasnya.https://www.nahimunkar.org/kongres-umat-islam-dan-masalah-syiah-yang-menodai-agama/

Inilah berita tentang Muhyiddin Junaidi dan sorotannya

***

Ahad, 24 Rabi`ul Akhir 1436H / February 15, 2015

Bela Syi’ah & Sebut Syi’ah Tak Sesat, Habib Zein Alkaf: Muhyiddin Junaidi Goblok!!

JAKARTA (Panjimas.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi mengatakan penyerangan brutal yang dilakukan gerombolan preman Syi’ah terhadap perkampungan masjid Az Zikra Sentul Bogor asuhan KH Muhammad Arifin Ilham pada Rabu (11/2/2015) malam terjadi karena ada sebab akibat.

Penyebabnya, kata Junaidi, lantaran majelis dzikir Az Zikra memasang spanduk anti Syi’ah di area masjid. Hal itulah yang memicu penyerangan. Muhyiddin juga mengatakan, sejauh ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tentang kesesatan Syi’ah. Fatwa yang dikeluarkan pada tahun 2004 itu hanya mewaspadai faham Syi’ah.

“Memang ada aliran Syi’ah yang sesat, tetapi ada juga yang tidak. Karena itu, sampai hari ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa Syi’ah sesat,” ujar Muhyiddin Junaidi saat dihubungi pojoksatu.id, pada Kamis (12/2/2015).

Statemen Muhyiddin ini ditujukan untuk meluruskan keterangan ustaz Arifin Ilham di laman Faceboknya K.H Muhammad Arifin Ilham. Dalam akun itu disebutkan “Faham Syiah adalah ajaran yang difatwakan Majelis Ulama Indonesia Sesat”.

Tak hanya itu, Muhyiddin juga menyalahkan ustadz Arifin Ilham karena memasang spanduk yang menebar kebencian di masjid yang seharusnya hal itu dihindari. Sebab, masjid itu merupakan ruang publik. “Janganlah menunjukkan kebencian kepada kelompok atau orang lain, itu tidak baik,” kilah Muhyiddin.

Mendengar pernyataan Muhyiddin itu, Ketua Bidang Organisasi Al Bayyinat Al Islamiyyah Indonesia, Habib Achmad Zein Alkaf mengaku heran, kenapa orang seperti Muyiddin bisa menjadi pengurus MUI. Padahal sudah sangat jelas sekali bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa sesat soal Syi’ah, dan hingga saat ini fatwa tersebut masih berlaku. (Baca: MUI: Fatwa Sesat MUI Soal Syi’ah Sampai Saat ini Masih Berlaku)

“Orang goblok seperti Muhyiddin Junaidi kok jadi pengurus MUI. Dapat uang berapa dia dari Syi’ah kok membela Syi’ah. Kami siap dialog dengan dia dan siapa saja yang mengatakan Syi’ah tidak sesat,” tegas Ketua Umum Front Anti Aliran Sesat (FAAS) Jatim ini kepada Panjimas.com pada Jum’at (13/2/2015). [GA]

***

Dari segi pembelaan yang dilontarkan Muhyiddin Junaidi dapat disimpulkan, gerombolan syiah penyerang Az Zikra dan penculik petugas Az Zikra yang 34 orang jadi tersangka dan diancam hukuman 5 tahun penjara itu adalah karena membela syiah yang telah menodai agama tersebut. Bukan hanya tindak pidana murni, tapi membela aliran sesat syiah yang telah menodai agama, dan sudah punya pendukung di antaranya seperti Muhyiddin Junaidi.

Kiprah Umar Shihab dan Muhyiddin Junaidi.

Umar Shihab Aktif di Lembaga Iran

Tentang Syi’ah di Indonesia, Iran memiliki lembaga pusat kebudayaan Republik Iran, ICC (Islamic Cultural Center), berdiri sejak 2003 di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Dari ICC itulah didirikannya Iranian Corner di 12 tempat tersebut, bahkan ada orang-orang yang aktif mengajar di ICC itu. Menurut Majalah Hidayatullah yang mewawancarai pihak ICC, di antara orang-orang yang mengajar di ICC itu adalah kakak beradik: Umar Shihab ( salah seorang Ketua MUI –Majelis Ulama Indonesia Pusat–?) dan Prof Quraish Shihab (mantan rector IAIN Jakarta dan Menteri Agama zaman Soeharto selama 70 hari, pengarang tafsir Misbah), Dr Jalaluddin Rakhmat, Haidar Bagir, dan O. Hashem penulis produktif yang meninggal akhir Januari 2009. Begitu juga sejumlah keturunan alawiyin atau habaib, seperti Agus Abu Bakar al-Habsyi dan Hasan Daliel al-Idrus.

Oknum MUI Muhyiddin Junaidi bangga bekerjasama dengan Iran dan lembaga syiah Irak

Di tengah keprihatinan dunia Islam karena Syi’ah di Iran merusak tempat Ibadah Ummat Islam (Sunni) di Teheran dan imamnya ditangkap. Bahkan Syi’ah di Iran dalam memusuhi Islam melebihi negeri-negeri kafir, karena di hampir setiap ibukota negeri kafir pun ada masjid untuk Ummat Islam (Sunni). Namun di Teheran Ibuktota Iran tidak boleh ada masjid Ummat Islam (Sunni). Ketika ada tempat ibadah Ummat Islam Sunni maka diserbu.

Pemerintah Iran menyerbu tempat ibadah kaum Muslim Sunni di Teheran pada hari Ahad lalu (6/2 2011), di mana mereka menyegel rumah dan menangkap Imam masjid, Syaikh Ubaidullah Musa Zadih.

Kaum Sunni di Iran tidak diizinkan untuk membangun sebuah masjid di Teheran. (nahimunkar.com,Aparat Iran Segel Tempat Ibadah Kaum Sunni di Teheran dan Menahan Imam, February 11, 2011 10:44 pm, إغلاق مصلّى لأهل السنة في طهران واعتقال إمام جماعته,https://www.nahimunkar.org/aparat-iran-segel-tempat-ibadah-kaum-sunni-di-teheran-dan-menahan-imam/#more-4202

Yang lebih menyedihkan terutama bagi Ummat Islam Indonesia, di saat Ummat Islam (Sunni) dimusuhi oleh syi’ah di pusatnya di dunia yakni Iran, justru oknum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat berbangga bekerjasama dengan Iran dalam bidang riset/ penelitian (agama). Surat kabar yang mewawancarainya (Republika) pun tampak membeberkan dengan lantangnya.

Sebagian wawancara Republika dengan orang MUI sebagai berikut:

MUI telah mencoba melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi-organisasi Islam di luar negeri.

Beberapa waktu lalu, kami diundang ke Irak dan telah menandatangani kerja sama dengan Pusat Kajian Alquran di Irak yang berpusat di Karbala. Walaupun berbeda mazhab, kita ingin sama-sama sharing untuk meningkatkan metodologi hafalan Alquran. Kami bertemu dengan tokoh di Irak, baik Suni maupun Syiah. Bahkan, mereka sangat mengapresiasi kunjungan kita ke Irak di tengah-tengah situasi kemanan yang menurut berita internasional kurang kondusif.

Kita ingin menjalin kerja sama dengan umat Islam walaupun berbeda aliran/mazhab. Kita sadar bahwa musuh-musuh Islam selalu berupaya melemahkan Islam dengan mengadu domba antara Syiah dan Sunni. Kita tak mau itu terjadi. Syiah itu tak seperti Ahmadiyah karena Syiah adalah mazhab yang diakui dunia Islam.

(Pada bagian lain dikemukakan):

MUI juga akan melakukan riset bersama di Iran tentang peradaban Islam. Mereka bisa melakukan riset mengenai peran MUI dalam merekatkan ukhuwah Islamiyah dan ormas-ormas Islam di Indonesia. (Republika, KH Muhyiddin Junaidi MA, Umat Harus Waspadai Konspirasi Musuh

Minggu, 13 Februari 2011 pukul 11:47:00).

Bagaimana tidak meleknya itu orang MUI padahal Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri. Ketika Ummat Islam sedunia prihatin dengan jahatnya Syi’ah di Iran terhadap Ummat Islam (Sunni), sampai mendirikan masjid saja dilarang, lalu shalat di rumah-rumah secara berjama’ah juga diserbu lalu imamnya ditangkap dan tempat ibadahnya disegel, lha kok MUI malah membanggakan gandeng tangannya dengan Iran yang memusuhi Islam. Bahkan menipu Ummat bahwa Syi’ah itu madzhab yang diakui dunia Islam. Padahal dunia Islam memahami bahwa syi’ah itu adalah terhitung induk kesesatan.

Tampaknya akhir-akhir ini isi dan lakon MUI Pusat sangat mengecewakan bagi Ummat Islam yang masih punya ghirah Islamiyah. Ada tokoh MUI yang memasukkan dengan sengaja orang dari aliran yang difatwakan sesat oleh MUI ikut rapat dalam Munas di Pondok Gede Jakarta Januari 2011. Ada yang memberi sertifikat bahwa satu lembaga training terkemuka –yang telah difatwakan sesat menyesatkan oleh mufti di Malaysia– adalah sesuai syari’at. Padahal masyarakat banyak yang tahu bahwa lembaga training itu jelas banyak menyimpang dari aqidah Islam, memaknai Asmaul Husna semaunya, dan menafsirkan ayat Al-Qur’an semaunya. Bahkan mengkombinasikan aqidah Islam dengan ajaran lain (menurut penelitian seorang yang tinggal di Belanda, berkaitan dengan ajaran sinkretisme NAM –New Age Movement). Namun oleh MUI dianggap sesuai syari’at.

Masih ditambah lagi dengan oknum MUI yang lain lagi dan duduk di kursi Ketua MUI, membanggakan kerjasamanya dengan pihak (syi’ah) Iran yang jelas-jelas memusuhi Islam bahkan melebihi orang-orang negeri kafir.

https://www.nahimunkar.org/ulama-suriah-prihatin-ada-oknum-mui-yang-masih-membela-syiah-iran/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 861 kali, 1 untuk hari ini)