Hari Idul Adha dan Hari Tasyriq, Hari yang Paling Mulia, Doa tidak Tertolak


foto twitter.com /galaxyy71111


Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijjah) disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Abu Daud,

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyriq).”[2]

 Hari tasyriq disebut yaumul qorr karena pada saat itu orang yang berhaji berdiam di Mina. Hari tasyriq yang terbaik adalah hari tasyriq yang pertama, kemudian yang berikutnya dan berikutnya lagi.[3]

[2] HR. Abu Daud no. 1765, dari ‘Abdullah bin Qurth. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[3] Lihat Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 503, Al Maktab Al Islamiy, cetakan pertama, tahun 1428 H.

Sumber : https://rumaysho.com/681-amalan-di-hari-tasyriq.html

***

Doa tidak tertolak pada hari-hari itu, menurut khutbah Abu Musa al-Asy’ari (lihat Tafsir At-Thabari 4/ 203- 206; Lathoiful Maa’rif 503).

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 305 kali, 1 untuk hari ini)