Hasan Al-Jaizy

Nasehat beliau (ابن عثيمين رحمه الله ) yang cukup menundukkan kepala: “Sebagian ulama ada yang ber-ihtimam (mencurahkan perhatian) kepada Sunnah lebih dari ihtimam mereka kepada al-Qur’an (tafsirnya). Dan ini adalah naqsh (suatu kekurangan).”

-selesai kutipan- (selanjutnya tulisan kami -bukan bermaksud istidrak kepada kalam Syaikh)

***

Lebih-lebih jika ihtimamnya di Fiqh dan lalai akan tafsir al-Qur’an.

Karena itulah, berkali-kali kami sampaikan dan insya Allah tidak letih dalam menyampaikannya: “Anda harus punya minimal satu rangkaian kitab tafsir meski terjemahan di rumah; agar jika ada ketidakfahaman atau kekurangfahaman terhadap suatu ayat, Anda bisa merujuk padanya. Juga Anda bisa tadabbur tiap hari dengannya.”

Di antara bentuk taqshir (kelalaian; kekurangan) mayoritas kita: dari sisi da’i: tidak menyeru pada tafsir al-Qur’an, dan dari sisi awam: tidak berminat mengikuti kajian tafsir al-Qur’an. Namun jika dipandang dari konteks kenusantaraan, semua itu kembali ke para du’at (para dai), apakah mereka mau mengkaji al-Qur’an secara runut sekalipun ringkas dan basic atau tidak.

Di antara kesalahan berfikir adalah: tidak perlu ada kajian tafsir rutin, melainkan aqidah dulu. Ini kesalahan berfikir. Seolah-olah di dalam al-Qur’an tidak ada pembahasan Aqidah. Padahal, penuh di dalamnya pelajaran, peringatan, hukum dan realitas berkaitan dengan Aqidah dan Tauhid. Malah justru, dengan mengkaji al-Qur’an, masyarakat akan dapat bab Aqidah, dan bab Tafsir al-Qur’an.

Terlebih hajat kepada Tafsir Juz Amma; yang punya tempat masyhur di hati muslimin. Banyak muslimin hafal Juz Amma atau sebagiannya, tapi tak paham apa isinya. Padahal di dalamnya sarat penuh akan Aqidah; karena mayoritasnya adalah Surat Makkiyyah. Bahkan Surat Madaniyyah seperti al-Bayyinah atau an-Nas sekalipun, tetap sarat akan Aqidah Tauhid.

Kesalahfahaman perlu diluruskan, bukan diteruskan. Dan Allah lah Yang Memberi taufiq. Itu mahal dan teruslah berusaha di jalan Allah.

تقصير بعض العلماء في تفسير كتاب الله – ابن عثيمين رحمه الله

تقصير بعض العلماء في تفسير كتاب الله – ابن عثيمين رحمه الله

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.016 kali, 1 untuk hari ini)