Eramuslim – Delapan hari operasi “badai penghancur” terhadap pemberontak Syiah yang dipimpin Arab Saudi telah berlangsung sejak 26 Maret lalu.

Dalam kurun waktu lebih dari 1 pekan tersebut, Arab Saudi mengklaim berhasil menghancurkan pertahanan udara pemberontak Syiah dan milisi Ali Abdullah Saleh, serta memukul mundur mereka keluar provinsi Aden.

Berikut 8 hari operasi “badai penghancur”dalam hasil grafik;

1.Kabilah dan tentara Yaman yang setia kepada Presiden Abed Rabbo Mansur Hadi mulai menggelar operasi militer terhadap pemberontak Houthi dan millisi antek Ali Abdullah Saleh.

2.Yonif 111 Yaman menyatakan menyerah dan bergabung mendukung legitimasi Presiden Abed Rabbo Mansur Hadi.

3.Pemberontak Houthi dan millisi antek Ali Abdullah Saleh mulai memusatkan perang untuk merebut kota Aden.

4.Terjadi perpecahan diantara anggota Yonif 33, mereka yang kembali mendukung Presiden Hadi ditangkap dan diburu oleh pemberontak Syiah dan antek Ali Abdullah Saleh.

5.Arab Saudi berhasil mengevakuasi diplomat mereka yang tersisa di Yaman melalui jalur darat.

6.Empat puluh pekerja susu tewas di wilayah Al Hudaydah sebelah barat ibukota Sana’a. Pemerintah menuding pemberontak Syiah Houthi bertanggung jawab atas pemboman tersebut, sementara Houthi menuding pesawat Saudi yang melakukan pemboman.

7.Pada 1 April 2015 Maroko secara resmi umumkan bergabung dengan koalisi regional. (Alarabiya/Ram) zahid – Jumat, 3 April 2015 09:56 WIB

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.023 kali, 1 untuk hari ini)