Hasil Studi Peneliti UGM: Jeruk Ampuh untuk Mencegah Terkena COVID-19

Coba yuk cari di pasar terdekat dari rumah


Freepik/valeria_aksacova

4

Fajar Perdana

 

Menurut World Health Organization (WHO) virus corona atau Covid-19 telah resmi dinyatakan sebagai penyakit pandemik. Setiap orang harus lebih waspada karena di saat sebuah wabah penyakit ditetapkan sebagai pandemik berarti lonjakan angka pasien yang terinfeksi bertumbuh secara masif.

Setiap harinya jumlah pasien Covid-19 bertambah banyak dan jumlahnya bertumbuh pesat. 

Ahli medis di seluruh dunia pun tengah bekerja keras melawan hingga menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus mematikan ini.

Salah satu Guru Besar Universitas Airlangga, Profesor Mangestuti Agi menuturkan bahwa daya tahan tubuh yang baik bisa mencegah kita terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Selain itu, banyak juga anjuran agar kita rajin mengonsumsi makanan dan minuman berbahan rempah, mulai dari temu lawak, jahe merah, hingga kunyit.

Lalu, Tim Peneliti UGM baru-baru ini menemukan bahwa sebenarnya jeruk merupakan bahan herbal paling baik untuk melawan virus. Berdasarkan studi berjudul Revealing the Potency of Citrus and Galangal Constituents to Halt SARS-CoV-2 Infection yang sudah terbit di jurnal MDPI, penelitian yang dilakukan oleh Edy Meiyanto, Rohmad Yudi Utomo, dan Muthi Ikawati ini menyebutkan bahwa jeruk punya kandungan antioksidan yang lebih kaya daripada rempah lainnya.

Seperti apa penjelasan hasil temuan para peniliti UGM ini, berikut rangkuman yang telah Popmama.com lakukan.

1. Ada 4 macam herbal yang telah dilakukan uji coba

organicfacts.net

Tim peneliti UGM menggunakan empat macam herbal dalam studinya kali ini. Apa saja yang dipakai?

  • Kunyit (Curcuma sp.)
  • Jeruk (Citrus sp.)
  • Lengkuas (Alpinia galanga)
  • Secang (Caesalpinia sappan)

Bahan herbal tersebut memang sudah diakui memiliki kehebatan masing-masing untuk menjaga kesehatan secara alami.

2. Bagaimana virus corona dapat menginfeksi manusia?

Sementara virus corona memiliki struktur lapisan luar yang disebut “spike glycoprotein”.  Pada bagian spike glycoprotein tersebut diperlukan virus untuk berinteraksi dengan sel inang sehingga virus dapat menginfeksi dan masuk ke dalam sel inang (dalam hal Covid-19 ini adalah sel manusia).

Di sel inang juga terdapat suatu reseptor yang disebut ACE2, yang merupakan target “pengenalan” virus corona sehingga dapat masuk ke dalam sel inang. 

Setelah masuk ke dalam sel inang, virus memerlukan suatu enzim yang disebut protease untuk perkembangannya.

“Pada penelitian ini, senyawa-senyawa yang diuji dari citrus dan berbagai rempah, secara komputasi terbukti mampu berinteraksi dan berikatan dengan kuat pada ketiga target tersebut,” jelas Muthi Ikawati, Doktor Imunomolekular Fakultas Farmasi UGM, salah satu tim peneliti seperti dilansir dari IDN Times.

3. Salah satu senyawa dalam jeruk dapat menghalangi penyebaran virus corona

Jika spike glycoprotein dan ACE2 dihalangi atau bahkan dihentikan oleh senyawa yang terdapat pada jeruk serta rempah lainnya tersebut akan mencegah infeksi virus ke dalam sel.

Sementara, kalau enzim protease diblok oleh senyawa pada herbal tersebut, akan mencegah perkembangan virus di dalam sel yang terinfeksi.

Lalu menurut penelitian tersebut, ditemukan bahwa kandungan dalam jeruk adalah herbal terbaik untuk melawan betacoronavirus, termasuk Covid-19.

Menurut peneliti, jeruk dapat dikategorikan sebagai bahan alami paling baik untuk menangkal betacoronavirus, termasuk SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab COVID-19. Jeruk punya kandungan senyawa flavonoid yang kaya seperti hesperetin, tangeretin, naringenin dan nobiletin.

Muthi juga menerangkan, “Saat ini, untuk terapi COVID-19, digunakan lopinavir dan nafamostat. Dibandingkan dengan kedua obat tersebut, senyawa uji menunjukkan kemampuan berinteraksi dengan target dalam virus yang setara atau bahkan lebih kuat.”

Senyawa-senyawa pada jeruk tersebut bisa mengikat lebih kuat protein pada virus. Hal ini akan menghambat virus untuk berkembang sehingga sangat direkomendasikan untuk menjadi obat atau bahkan mencegah virus masuk ke dalam tubuh seseorang.

4. Senyawa antivirus pada jeruk paling banyak terkandung di kulitnya


Foto Freepik

Jangan lupa sama kulitnya saat makan jeruk. Jika sudah dicuci bersih justru ini banyak manfaatnya untuk kesehatan keluarga.

Muthi menjelaskan bahwa senyawa antivirus yang terdapat pada jeruk paling banyak berada di kulitnya. Oleh karenanya, ia merekomendasikan agar jeruk ini diolah menjadi infused water tanpa mengupas kulitnya. Kamu juga bisa membuatnya jadi hidangan manis seperti marmelade.

Nggak harus jeruk lemon atau sunrise, tapi kamu bisa pakai semua jenis jeruk karena kandungan flavanoid yang terdapat itu sama saja. 

5. Kulit jeruk juga boleh dicampur ke dalam jamu

Bukan hanya untuk menjauhkanmu dari virus, seperti influenza atau corona, kulit jeruk pun dipercaya bisa mencegah kanker, memperkuat tulang dan gigi, dan menurunkan kolesterol. Nah, coba deh sekarang setiap pagi kamu biasakan diri untuk minum orange infused water.

Kalau kamu suka minum jamu, kulit jeruk juga bisa dimasukkan ke dalamnya. Saat membuat jamu, kamu bisa menambahkan ekstrak buah maupun kulit jeruk di dalamnya untuk memperkuat khasiatnya.

popmama.com, 4 April 2020

(nahimunkar.org)

(Dibaca 642 kali, 1 untuk hari ini)