Ilustrasi. Yang satu didukung ritual kemusyrikan di Ambarawa Jateng dan keliling berbagai kota/ foto antara, yang satunya lagi didukung Umat Islam yang shalat berjamaah saat masuk waktu zuhur kala kampanye di Solo/ foto msc.


Semustinya kita tak sudi untuk dibodohi. Apakah itu dari hasil survey yang sering dijuluki abal-abal, bahkan apakah itu mimpi-mimpi yang diklaim bahwa itu dari orang suci. Persetan. Tidak penting bagi kita, mustinya. Bahkan dikhawatirkan, itu merusak cara berfikir, bahkan dikhawatirkan menggeser aqidah. Dari meyakini sesuatu apalagi mengenai hal yang akan datang (hal ghaib) maka harus berlandaskan dalil (ayat dan atau hadits yang shahih atau hasan), dipengaruhi untuk beralih ke mimpi-mimpi manusia yang dianggap suci. Itu berbahaya bagi aqidah setiap Muslim.

Itu berbahaya. Umat Islam ini perlu dididik untuk mengikuti Islam ini secara benar dengan dalil yang benar, pakai pemahaman yang benar. Bukan diseret-eret ke arah yang samar, lebih samar lagi dan bahkan kearah lain yang hanya hasil anggapan, klaim-klaiman.

Upaya para Nabi Allah hingga Nabi terakhir Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam yang diteruskan para ulama dan da’I dalam menda’wahkan Islam secara benar, jangan sampai digeser kearah yang tidak sesuai lagi. Dari jelas dan terang (berupa dalil yang jelas), menuju ke samar, ke lebih samar lagi, bahkan kearah gelap. Jangan sampai.

Oleh karena itu, dalam kehidupan ini, mari kita tempuh jalur-jalur yang terang lagi jelas. Misal dalam hal mau membandingkan Sesutu yang Umat Islam berkepentingan untuk menentukan pilihan. Ya silakan saja melihat gejala yang tampak nyata.

Contohnya ini. Peristiwa sama-sama di Jawa. Yang satu didukung manusia-manusia yang jelas-jelas mengusung kemusyrikan, berupa api yang diusung ke berbagai kota disertai sesajen atau atraksi-atraksi kental dengan keyakinan kemusyrikan. Di balik itu, yang satu didukung oleh Umat Islam yang shalat berjamaah dalam jumlah yang sangat banyak, ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu.

Coba mari kita lihat ini.

Ketika Sang Junjungan Dilingkupi Gerombolan Kemusyrikan

 Ilustrasi: Kirab Api Cinta Jokowi-Ma’ruf di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/2/2019). Api obor yang diambil dari Api Abadi Mrapen, Grobogan itu dibawa berkeliling ke 15 kota/kabupaten di Jateng sebagai bentuk dukungan Repnas kepada Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’uf Amin pada Pilpres 2019. (Antara Foto/Aji Styawan)

Ada postingan, Jokowi, Reog dan Kuda Lumping

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menghadiri deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia yang bertema ‘Mendukung Pemimpin yang Mempersatukan’ di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Sepanjang jalan, Jokowi dan Iriana disambut oleh 50 rangkaian kesatuan bregodo (brigade) seni keprajuritan rakyat, reog, dan kuda lumping. Tampak mendampingi Jokowi, Budi Karya Sumadi, Yenny Wahid dan Pramono Anung.

Ary Prasetyo/https://www.youtube.com Published on Mar 22, 2019/ diringkas.

Disoroti dalam postingan itu, Tarian kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling (pecahan kaca) dan kekebalan tubuh terhadap cambukan pecut.

Sebelum pertunjukan dimulai, seorang pawang hujan akan melakukan ritual syirik untuk menahan hujan karena biasanya pertunjukan dilakukan di lapangan terbuka. Selain itu, mereka harus meminum air mantra yang menjadikan mereka kesurupan.

Itulah kesyirikan besar yang telah menjadi budaya masyarakat negeri ini.

Penggunaan sihir dalam permainan kuda lumping merupakan amalan syirik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Bukan sekedar itu, permainan kuda lumping membahayakan pelakunya. Tidak jarang para pemain kuda lumping mengalami cidera setelah jin yang merasuki mereka keluar. Begitu juga hati mereka selalu tergantung, takut, berharap kepada jin yang ingkar kepada Alloh .

Permainan sihir Kedua adalah Reog. Permainan reog berasal dari daerah Ponorogo Jawa Timur. Biasanya dalam sebuah pertunjukan reog terdiri dari seorang pemimpin dan disertai sekitar dua puluh hingga tiga puluh orang. Adegan reog selalu diiringi dengan musik gamelan. (selengkapnya dapat dilihat di sini: https://www.nahimunkar.org/jokowi-reog-dan-kuda-lumping/)

Hari berikutnya, Jokowi diiringi debus. Maka ada postingan yang menyorotinya.

Hartono Ahmad Jaiz

Diterbitkan oleh Abu Mahmudah · 16 jam ·

Jokowi Dikawal Debus Banten di Karnaval Kampanye Terbuka, padahal MUI Se-Jawa dan Lampung Telah Haramkan Debus
Inilah beritanya

***

Jokowi Dikawal Debus Banten di Karnaval Kampanye Terbuka

Bahtiar Rifa’i, Samsudhuha Wildansyah – detikNews

Kampanye akbar Jokowi di Serang, Banten. (Bahtiar Rivai/detikcom)

Serang – Capres Joko Widodo atau Jokowi dikawal oleh seni tradisional debus dalam kampanye terbuka di Serang, Banten. Rombongan Jokowi melakukan karnaval dari Alun-alun Barat Kota Serang ke Stadion Maulana Yusuf yang berjarak 3 km.

Pantauan detikcom, Minggu (24/3/2019), Jokowi menggunakan kereta kuda sepanjang karnaval. Sepanjang jalan ia menyapa warga Banten di atas kereta.

https://news.detik.com

***

MUI se-Jawa dan Lampung Haramkan Debus

Serang, NU Online Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia se-Jawa dan Lampung mengeluarkan fatwa bahwa kesenian tradisional debus dengan menggunakan bantuan jin, setan, dan mantera-mantera, hukumnya adalah haram karena termasuk kategori sihir.

Ketua MUI Provinsi Banten bidang Ormas dan Hubungan Luar Negeri KH Aminuddin Ibrahim di Serang, Rabu mengatakan, dalam rakorda MUI se-Jawa dan Lampung tersebut dibahas bahwa debus dan atraksi-atraksi sejenisnya dalam pandangan Islam ada yang dibolehkan namun ada yang tidak dibolehkan.<>

Menurut Aminuddin , di antaranya yang tidak dibolehkan tersebut adalah atraksi-atraksi yang menggunakan bantuan tenaga jin, setan atau mantera-mantera karena termasuk sihir dan perbuatan syirik termasuk didalamnya debus yang menggunakan kekuatan tersebut maupun dengan ayat-ayat qur’an yang dibolak-balik.

https://www.facebook.com/HartonoAhmadJaiz/posts/2048971178553221?__tn__=K-R

Takut dibilang mencela junjungan

Saking takutnya dikenai sebutan mencela pemimpin, dan agar benar2 merasa bersih sama sekali tidak pernah mencelanya walau pemimpin itu sedang dibersamai gerombolan permainan sihir bermantra kesukaan setan di sana sini, segelintir orang ya tetap membela junjungannya itu.

Tahu2 ketika sang pembela junjungan itu mendapatkan sharing dari teman bahwa ada pihak yang memperingatkan bahwa junjungannya itu sedang dilingkupi gerombolan permainan kemusyrikan; tiba2 yang merasa membela manhaj itu justru mencela yang memperingatkan adanya kemusyrikan itu.

Nah, ketika (yang dicela justru yang mengingatkan adanya penyuburan kemusyrikan itu) sikap seperti itu jangan-jangan ibarat berperasaan membela manhaj, tak tahunya jatuh jadi membela taghut. Masa’ pemimpin yang bergerombol dengan pengusung mantra2 setan masih dibela, dan bahkan mencela orang yang memperingatkan kemusyrikan.

Lha kenapa selama ini gembar-gembor yang paling penting itu memberantas kemusyrikan? Ketika ada yang berupaya memberantas kemusyrikan semampunya malah dicela?

Dikhawatirkan, jangan2 sikap merasa membela manhaj tapi penerapannya justru jatuh membela kemusyrikan, bahkan mencela yang mengingatkannya seperti itu (dikhawatirkan) terhitung sebagai manhaj kebalik-balik tapi merasa bersih. Semoga saja tidak.

***

Setelah satu pihak yang mencapreskan diri telah disoroti kaitannya dengan para pengiringnya yang secara Islam dinilai sebagai gerombolan2 pengusung kemusyrikan, maka berikut ini pemberitahuan disampaikan untuk pihak satunya lagi yang juga mencapreskan diri. Silakan simak.

***

Hartono Ahmad Jaiz

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang kami hormati para pendukung utama 02.

Kalau junjungan antum semua juga melakukan yang begini2 seperti yang lagi disemprot ini, ya giliran semprotan mengarah ke junjungan antum pula, insyaAllah. Semoga saja tidak kepleset seperti yg ini.

(Jadi ini sudah kami sampaikan peringatan. Kalau tetap terjadi, mungkin semprotannya lebih tajam lagi, karena telah mengatas namakan hasil ijtima’ ulama’. Maka kalau sampai dikawal-kawal aneka macam yang seperti ini, selayaknya lebih tajam lagi kritikan yang akan dihunjamkan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh).

(nahimunkar.org)

***

Membludak! Kampanye Akbar Capres 02 Prabowo di Solo dengan Shalat Dzuhur Berjamaah

Kampanye Super Akbar Capres 02 / Prabowo di Solo Jawa Tengah, berhenti saat ada azan zuhur, lalu dilangsungkan shalat berjamaah zuhur di stadion Sriwedari Solo, Rabu, 10 April 2019  /msc

Ratusan ribu peserta Kampanye Super Akbar Menjemput Kemenangan Capres 02 Prabowo Subianto di Stasion Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah melakukan shalat dzuhur berjamaah.

“Mata saya berkaca-kaca, terharu dan bangga karena kita tetap melaksanakan shalat meski dalam berkampanye,” kata salah seorang ustadz melalui pengeras suara, seusai melaksanakn shalat dzuhur berjemaah.

Insya Allah, lanjut dia, ini akan menjadi ciri dari pendukung 02 yang tak akan pernah meninggalkan shalat dalam kesibukan.

“Semoga ini akan tetap menjadi ciri khas dari pendukung Capres 02 dan terus mempertahankannya,” tambah dia.[zul] 

Moeslimchoice.com,  POLHUKAM  Rabu, 10 April 2019 | 13:56 WIB

***

“Prabowo Presiden” Bergemuruh di Kandang Banteng

Massa pendukung Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto membludak di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4), menghapus stigma Jawa Tengah rumah Jokowi dan kandang banteng. Foto: Istimewa

Oleh: Nurcholis

Indonesiainside.id, Jakarta — Hari ini, Rabu (10/4), kampanye akbar terakhir pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto- Sandiaga Uno digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah.

Sambutan pendukung Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto membludak di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah, yang selama ini dikenal basis banteng. Foto: Istimewa

Puluhan ribu simpatisan dari koalisi pendukung pasangan Prabowo-Sandi tumpah ruah. Sejak kedatangan Prabowo sekitar pukul 13.00 WIB, teriakan “Prabowo Presiden” terus bergemuruh di kota asal petahana Joko Widodo tersebut. Yel-yel massa juga diselingi dengan teriakan dan lagu-lagu “2019 Ganti Presiden”.

Termasuk beberapa tokoh nasional nampak hadir. Di antara mereka ada Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Titiek Soeharto, Neno Warisman, Hidayat Nur Wahid dan Syarief Hasan, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tokoh GNPF-MUI Ustad Bachtiar Nasir. Massa datang dari wilayah Jawa Tengah, seperti; Solo, Yogyakarta, Semarang, Salatiga. Massa datang sejak pagi.

Pukul 12.00 WIB, massa menghentikan kegiatan, melakukan shalat Zuhur berjamaah menghadap kiblat, sebelum dimulainya orasi Capres Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

“Alhamdulillah, setelah shalat zuhur saya dan tim berhasil masuk ke lapangan Sriwedari yang sudah penuh sesak dengan jamaah dan peserta kampanye. Bahkan beberapa jalan agak sulit kami masuki, tapi berkat kesiagapan para panitia mencari jalan-jalan pintas, kita berhasil masuk,” kata Ketua Majelis Pelayan Indonesia (MPI) Bachtiar Nasir di sela-sela kampanye.

Pantauan Indonesiainside.id, diperkirakan massa mencapai belasan ribu orang, baik antara di stadion dan di luar stadion. Mengingat, banyak laporan rombongan peserta di luar daerah sebagian tidak lolos memasuki stadion Sriwedari-Solo.

Membludaknya massa di Solo ini cukup mengejutkan, sebab, wilayah ini dikenal sebagai basis ‘kandang banteng’. Yang cukup menarik, tepat pukul 12.00 WIB, saat para peserta kampanye menjalankan shalat zuhur berjamaah di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (10/4).

Mereka berjamaah rapi, berbaris menghadap ke arah kiblat, atau ke arah tribun stadion Sriwedari Solo, sebelum orasi Prabowo dimulai. (cak)/ indonesiainside.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.512 kali, 1 untuk hari ini)