Hati-Hati dengan Perutmu. Ini Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM karena Berpotensi Memicu Kanker

Dalam Hadits diingatkan:

عَنِ المِقْدَامِ بنِ مَعدِ يَكْرِب قال: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: “مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.” رواه الترمذي.

Dari Miqdam bin Ma’di Karib Radhiallahu ‘anhu: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidaklah seorang anak adam memenuhi satu wadah yang lebih jelek dari (memenuhi) perutnya.
Cukuplah bagi anak adam makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya, jika harus (lebih dari itu) maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafasnya”
(HR Tirmidzi, hasan shahih).

Silakan simak berita dan ulasan berikut ini.

***

Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM karena Berpotensi Memicu Kanker


 

 

Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM karena Berpotensi Memicu Kanker

 

BPOM mengeluarkan perintah penarikan pada beberapa obat yang mengandung ranitidin karena berpotensi memicu kanker.

Berikut daftar produk obat yang ditarik BPOM dengan perintah penarikan maupun penarikan sukarela.

Keputusan penarikan ini merupakan buntut dari temuan Badan Kesehatan Amerika, US FDA dan EMA (European Medicines Agency) yang menyatakan bahwa senyawa ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dapat memicu kanker.

 

Dikutip dari situs resmi situs resmi pom.go.id, berikut penjelasan BPOM terkait ditariknya beberapa produk obat lambung ranitidin:

1. Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

2. Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu.

Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.

3. Pada tanggal 13 September 2019, US FDA dan EMA mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin, dimana NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami.

4. Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

 

Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia.

5. Dalam rangka kehati-hatian, Badan POM telah menerbitkan Informasi Awal untuk Tenaga Profesional Kesehatan pada tanggal 17 September 2019 terkait Keamanan Produk Ranitidin yang terkontaminasi NDMA.

6. Badan POM saat ini sedang melakukan pengambilan dan pengujian beberapa sampel produk ranitidin.

Hasil uji sebagian sampel mengandung cemaran NDMA dengan jumlah yang melebihi batas yang diperbolehkan.

Pengujian dan kajian risiko akan dilanjutkan terhadap seluruh produk yang mengandung ranitidin.

7. Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran (terlampir).

8. Badan POM akan terus memperbaharui informasi sesuai dengan data yang terbaru.

9. Sebagai bentuk tanggung jawab industri farmasi dalam menjamin mutu dan keamanan obat yang diproduksi dan diedarkan, industri farmasi diwajibkan untuk melakukan pengujian secara mandiri terhadap cemaran NDMA dan menarik secara sukarela apabila kandungan cemaran melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

10. Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang terapi pengobatan yang sedang dijalani menggunakan ranitidin, untuk menghubungi dokter atau apoteker.

Berikut adalah nama obat yang ditarik melalui perintah penarikan maupun dengan penarikan sukarela.

 

Perintah Penarikan Produk Ranitidin yang Terdeteksi N-Nitrosodimethylamine (NDMA):

1. Nama obat: Ranitidine cairan injeksi 25 mg/mL

Nomor bets produk beredar:
– 95486 160 s/d 190
– 06486 001 s/d 008 
– 16486 001 s/d 051 
– 26486 001 s/d 018

Pemegang izin edar: PT Pharos Tbk

Penarikan Sukarela Produk Ranitidin yang Terdeteksi N-Nitrosodimethylamine (NDMA):

1. Nama obat: Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL

Nomor bets produk beredar:
– GP4Y
– JG9Y
– XF6E

Pemegang izin edar: PT Glaxo Wellcome Indonesia

2. Nama obat: Rinadin Sirup 75 mg/5 mL

Nomor bets produk beredar:
– 0400518001
– 0400718001
– 0400818001

Pemegang izin edar: PT Global Multi Pharmalab

3. Nama obat: Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL

Nomor bets produk beredar:
– BF 171 008

Pemegang izin edar: PT Indofarma

4. Nama obat: Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL

Nomor bets produk beredar:
– BF 171 009 s/d 021

Pemegang izin edar: PT Indofarma

BPOM

BPOM menyarankan pasien yang masih mengonsumsi ranitidin untuk menghubungi dokter atau apoteker.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie) Senin, 7 Oktober 2019 09:18 WIB

 

***

Perut adalah Wadah yang Buruk, Sumber Penyakit

Beberapa sumber penyakit dalam ilmu kesehatan adalah 
[1] Makanan

[2] Lingkungan

[3] Penyakit
Salah satu penyebab terbanyak penyakit adalah karena makanan. Lihat saja penyakit-penyakit yang muncul di zaman modern ini, kebanyakan adalah sakit pola hidup karena makanan yang tidak sehat dan tidak terkontrol:

-Diebetes

Makan manis-manis dan makanan berkalori tinggi seperti es krim, manisan, minuman cepat saji

-Kolesterol

Makan lemak, berminyak, dan gorengan tidak sehat

-Hipertensi

Makan garam yang terlalu banyak dan pola hidup tidak sehat

-Asam Urat

Makan emping, bayam, nangka serta makanan dengan kadar purin tinggi
Tidak heran dalam hadits dijelaskan bahwa perut adalah “wadah terburuk” yang diisi.

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk yaitu perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas” [1]
Karenanya kita diperintahkan agar mengontrol makanan, bukan sekedar untuk memuaskan nafsu mulut dan perut. Tidak tamak dan asal makan saja, seorang muslim perlu banyak puasa dan menyedikitkan makanan

Imam Na-Nawawi rahimahullah berkata,
مع أن قلة الأكل من محاسن أخلاق الرجل ، وكثرة الأكل بضده
“Sedikit makan merupakan kemuliaan akhlak seseorang dan banyak makan adalah lawannya.” [2]

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة
“Karena kekenyangan (memuaskan nafsu perut dan mulut) membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah.”[3]
Mari kita jaga pola makan sehat kita, karena ini adalah perintah agama kita yang mulia
@Di Keheningan malam (jaga malam), Yogyakarta Tercinta
Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
Oleh Raehanul Bahraen / January 4th, 2017 

 
 

[1] HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), dan lain-lain. Dan hadits ini di-shahih-kan olehAl-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (2265)
[2] Syarh Muslim lin Nawawi 14/25
[3] Siyar A’lam An-Nubala 8/248, Darul hadits, Koiro, 1427 H, syamilah

 

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.518 kali, 1 untuk hari ini)