Hati Hati Shalat, Kenapa Hanya Berkaos


Banyak lelaki yang mampir shalat ke masjid, lalu shalat hanya berkaos, dan jaketnya atau bajunya dilepas.

Sering sekali ketika bersujud, kaosnya beringsut, hingga aurat belakangnya terbongkar. Waduuh… bisa-bisa tidak sah itu shalatnya, karena berarti tidak menutup aurat, sedangkan salah satu syarat sahnya shalat itu harus auratnya tertutup.

Lebih-lebih kalau badan orang itu gemuk, sedang celananya model mlotrok, maka lebih sampai bolongan pantat (maaf) benar2 itu yang terbongkar
auratnya.

Lha kok tega ya, menyembah Allah, tapi sebegitunya…

Sedikit hati2 emanya ga’ bisa apa?

Ingatlah, shalat itu akan dihisab/ diperhitungkan pertama kali di hari Qiyamat, dan bahkan menentukan amal2 lainnya. Bila shalatnya baik, maka baik seluruh amalnya, dan bila shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalnya.

Dalam hadits ditegaskan.

Silakan simak berikut ini.

***

Semua amal ibadah kita kepada Allah tergantung dengan shalat, jika shalatnya baik maka baik pula semua amal ibadah kita yang lainnya, jika jelek maka jelek juga amal ibadah lainnya

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

«أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ»

Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk maka seluruh amalnya pun akan buruk.” (HR At-Thabrani, lihat Silsilah Al- Ahadits Ash- Shahihah, no.1358)

Jangan sampai kita sudah bersusah payah ikhlas dan meningkatkan kualitas amal ibadah puasa, haji dan lain- lain, tetapi di timbangan menjadi jelek karena jeleknya shalat kita.

Ini adalah kerugian yang besar, sebagaimana penjelasan syaikh Al-‘Utsaimin:

ﻓﺈﻥ ﺻﻠﺤﺖ ﻓﻘﺪ ﺃﻓﻠﺢ ﻭﻧﺠﺢ ﻭﺇﻻ ﻓﻌﻠﻰ ﺍﻟﻌﻜﺲ ﺧﺎﺏ ﻭﺧﺴﺮ

Jika baik shalatnya, maka beruntung dan selamat. Jika tidak, maka kebalikanya yaitu rugi dan rugi.” (Syarah Riyadush Shalihin 5/103)

Salah satu cara memperbaiki kualitas shalat adalah dengan “menambal” kekurangan kualitas shalat wajib dengan shalat-shalat sunnah. Karena Allah akan melihat shalat sunnah kita, jika ada kekurang pada shalat wajib

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلَاةُ»، قَالَ: ” يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ: انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا؟ فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً، وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا، قَالَ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ، قَالَ: أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ “

Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat.Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki AMALAN SHALAT SUNNAH? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan- amalan lainnya hampir sama seperti itu.”[HR. Abu Daud no. 864, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

assunahsalafushshalih.wordpress.com

Ilustrasi foto/ imbalo

***

Oleh karena itu, mari kita jaga shalat kita, kita laksanakan dengan ikhlas karena Allah Ta’ala, kita laksanakan dengan khusyu’ dan memenuhi segala syarat rukunnya, hingga menjadi amalan utama terhitung yang baik agar amal2 lainnya jadi baik pula. Di samping itu, mari kita laksanakan shalat-shalat sunnah juga, agar bila ada kekurang sempurnaan shalat wajib kita, maka akan dapat tertambal oleh shalat2 sunnah kita. Hingga shalat kita ketika terhitung baik, maka amal2 kita semuanya terhitung baik. Alhamdulillah.

Betapa ruginya bila kita melaksanakan shalat sekenanya belaka, hingga shalat kita terhitung buruk, akibatnya amaliah lain2nya jadi buruk pula. Na’udzubillahi min dzalik. Kami berlindung kepada Allah dari hal yang demikian.

Semoga Allah memberi hidayah dan taifiqNya kepada kita semua yang memperhatikan dan menjaga shalat setiap waktu. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 477 kali, 1 untuk hari ini)