Rabu, 22/10/2014 14:10:32

Akhir-akhir ini salah satu televisi swasta banyak menayangkan serial Bollywood berupa sinetron dari India. Ada Hatim, Jodha Akbar, Mahabaratha, Ramayana, Sri Khrisna,dan masih banyak lagi yang akan tayang. Bagi penyuka sinetron terutama para ibu-ibu, tidak mau ketinggalan untuk menontonnya, karena kisahnya yang dipenuhi karakter yang kuat, mengaduk-aduk emosi penontonnya, mulai dari percintaan, pengorbanan, hingga kekuasaan.
Yang tidak dipungkiri lagi penontonnya itu hampir semuanya Muslim, dan tanpa kita sadari banyak bahaya yang akan mengancam jati diri Muslim. Dimana kisah-kisah film tersebut berasal dari keyakinan masyarakat hindu yang menuhankan para dewa, yang sangat bertentangan dengan keyakinan umat Islam. Meski bukan film bertema agama, tapi nyatanya banyak didalam film tersebut banyak mengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan akidah Islam, sampai tokoh-tokohnya dijadikan idola, dan mengidolakan sampai ingin menjadi tokoh tersebut. Sehingga melupakan dan berpaling dari tokoh-tokoh (pejuang) Islam yang berjuang dalam membela agama Allah Swt, dengan segenap jiwa dan raga, seperti Khalid bin Walid, Mush’ab Umair, Bilal bin Rabbah, dan masih banyak lagi.
Untuk mencegah tayangan-tayangan film tersebut kita sebagai orang tua harus selektif dalam memilih tayangan film yang dapat merusak akidah, namun itu saja tidak cukup menyelesaikan masalah, disini peran Negara sangat dibutuhkan, tapi Negara kita Negara demokrasi kapitalis, mana mungkin? Hanya dengan sistem Islam, Khilafah yang bias mengatur media televisi agar sejalan dengan syariah, maka dijamin masyarakat menjadi baik, dan menjadi umat yang terbaik.
Jatinangor, 17 Oktober 2014
Ami Fauziah
(nahimunkar.com)
(Dibaca 1.684 kali, 1 untuk hari ini)