Hati-hati, kini ada situs tanya jawab seperti model fatwa, namun sangat menyesatkan. Syih Rafidhah yang jelas-jelas telah difatwakan sesat oleh para ulama Ahlus Sunnah justru diibaratkan pengikut yang beriman kepada Nabi Nuh. Sedang (para ulama dan umat Islam Sunni) yang mencela Syiah Rafidhah diibaratkan pencela Nabi Nuh. Itu sama dengan menganggap kafirnya kaum Sunni yang mencela Syiah Rafidhah, karena pencela Nabi Nuh (dan para pengikutnya yang beriman) hanyalah orang kafir.

Betapa terbaliknya.

Inilah di antara materi yang menyesatkan dari situs yang modelnya fatwa namun membela syiah (sambil secara tersirat mengkafirkan selain syiah).

***

Ringkasan Pertanyaan

Apakah makna dari kata rafidhi itu? Dan mengapa orang-orang Syiah disebut rafidhah?

Pertanyaan

Assalamu’alaikum wr wb. Dalam dunia maya (website) sering disebut Syiah Rafidha/Rafidi. Bisakah dijelaskan siapakah kelompok tsb sebenarnya, dimana sering menunjukkan keburukan terhadap syiah secara umum. Wassalamu’alaikum wr wb

Jawaban Global

Rafidhah secara leksikal akar katanya dari ra-fa-dh yang bermakna meninggalkan dan melepaskan seseorang atau sesuatu. Secara teknis, penggunaan kata rafidhi dilekatkan pada orang-orang yang meyakini imamah Ahlulbait As dan para pengingkar khilafah para khalifah sebelum Imam Ali As.
Bani Umayah dan Bani Abbas serta para pemikir paranoid, senantiasa menuding orang-orang Syiah dan orang-orang yang meyakini wilayah, imamah dan wishâyah (washi) Ahlulbait As sebagai rafadh. Gelar ini disematkan kepada orang-orang Syiah dengan maksud untuk menghina dan memojokkan mereka.
Namun muatan negatif kata ini, pada dasarnya tidak mempersoalkan kebenaran Syiah; karena ayat-ayat al-Quran menyatakan bahwa orang-orang yang beriman lainnya juga memperoleh pelecehan dan penghinaan seperti ini dari para penentangnya.
Dalam sejarah kita membaca bahwa para pembesar kaum Nuh, yang tidak menerima seruan dan dakwah Nabi Nuh yang mengajak mereka kepada penyembahan Tuhan yang esa, menuduh orang-orang beriman dan para pengikut Nabi Nuh As sebagai ganster lugu dan pendusta, padahal orang-orang yang condong dan beriman kepada Nuh bukanlah gangster lugu, bukan juga orang-orang hina dan pendusta!/

http://islamquest.ir/

***

Tahun-tahun banyak tipuan

Ada peringatan yang perlu diperhatikan, yaitu adanya tahun-tahun banyak tipuan, di mana pendusta justru dipercaya sedang yang jujur justru didustakan, lalu pengkhianat malah dipercaya. Dan di sana berbicaralah ruwaibidhah, yaitu Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. Itulah yang diperingatkan dalam Hadits:

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

   Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84  ).

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya: “Apakah Ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh namun dia membicarakan urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah No. 4036, Ahmad No. 7912, Al-Bazzar No. 2740 , Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin No. 47, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 8439, dengan lafaz: “Ar Rajulut Taafih yatakallamu fi Amril ‘aammah – Seorang laki-laki bodoh yang membicarakan urusan orang banyak.” Imam Al-Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Imam Adz-Dzahabi juga menshahihkan dalam At-Talkhis-nya, sebagaimana dikutip situs dakwatuna)

Setelah membaca hadits-hadits tersebut, timbul pertanyaan, apakah kita akan membiarkan diri kita larut dalam tipuan dunia, padahal tanda-tanda Kiamat sudah di depan mata? Sadarlah wahai manusia, mari kita banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benanya.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 11.381 kali, 1 untuk hari ini)