Haul (peringatan tahunan kematian) Al-Buthi akan digelar di Jogjakarta dipimpin oleh Taufiq Al-Buthi dari Suriah.

Sebuah blog memberitakan, Taufiq Al-Buthi yang akan memimpin haul itu direncanakan hadir di Jogjakarta 5-6 Maret 2016.

Disebut juga nama ulama Suriah almarhum Dr. Wahbah Zuhaili dikaitkan dengan haul ini yang dikatakan mati syahid. Padahal dalam berita, beliau meninggal biasa, bukan perang dan tidak terkena bom dan semacamnya. Tentang kewafatannya, diberitakan, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Syeikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, ulama fikih kontemporer  dipanggil Allah Subhanahu Wata’ala hari Sabtu (08/08/2015) sore waktu setempat.
“Beliau meninggal pada malam Sabtu, 8 Agustus, di usia 83 tahun,” demikian dikutip an www.waledalqatrawi.com.  (Hidayatullah.com).

Yang akan memimpin haul itu belum lama ini juga datang ke Indonesia ke acaranya Hasyim Muzadi, orang yang ditengarai ada pembelaannya terhadap syiah.

Kyai Hasyim Muzadi Telah Melakukan Kebohongan Besar

by nahimunkar.com, Posted on Okt 29th, 2014

Tidak heran, jika banyak kalangan yang menuduh Kyai Hasyim Muzadi telah menyeberang ke Syi’ah karena seringnya cak Hasyim membela kelompok Syi’ah dengan sering mengunjungi kaum Syi’ah di Irak dan Iran. “Saya ke Irak dan Iran bukan untuk membela Syi’ah, saya tidak membela Syi’ah sebagai ajaran, tapi saya membela Syi’ah sebagai masyarakat yang terjajah”, kata cak Hasyim saat menghadiri peringatan seratus hari wafatnya KH. Yusuf Hasyim. Dirinya menemui kelompok Sunny-Syi’ah justru untuk mendamaikan mereka, kilahnya.

Kyai Hasyim Muzadi telah melakukan kebohongan besar, justru kelompok Sunni di Irak-lah yang dijajah dan dihabisi oleh kelompok Syi’ah dengan kejam dan sadis, begitu juga kelompok Sunni di Iran, dijajah dan dihilangkan seakan-akan yang ada hanya kelompok Syi’ah. https://www.nahimunkar.org/kyai-hasyim-muzadi-telah-melakukan-kebohongan-besar/

***

Rencana haul Al-Buthi yang dikenal sebagai loyalis Bashar Assad manusia syiah penjagal 400-an ribu Umat Islam selama beberapa tahun ini, bukankah dimaksudkan untuk menggalang dukungan bagi sang pembunuh ratusan ribu Umat Islam itu?

Dibawa-bawanya nama Syekh Zuhaili ulama yang kitab-kitabnya dibaca juga di Indonesia itu dikhawatirkan untuk mengecoh Umat Islam. Apalagi bila kalangan tradisionalis diprovokasi dengan menyuarakan kebencian terhadap Umat Islam yang anti acara haul (yang memang haul itu tidak ada dalam Islam, dan bukan dari ajaran Islam tapi diklaim justru sebagai ciri dari Ahlussunnah), maka ada jalan masuk untuk memasukkan kaum tradsionalis rasa pembelaan terhadap acara haul ini, yang ujungnya untuk jalan masuk membenci kaum anti haul yang anti Bashar Assad yang didukung oleh Al-Buthi ulama loyalis  Bashar.

Ditambahi dengan (rencananya) didoakan pula dalam acara itu ulama lain yakni Syaikh Wahbah Zuhaili yang memang diterima pemahamannya oleh Umat Islam di sini dan kitab-kitabnya pun dibaca. Dan bisa disembunyikan bahwa beliau bukan loyalis Bashar Assad. Padahal Syaikh Zuhaili memang bukanlah loyalis Bashar Assad. Sebagaimana penuturan berikut ini:

Meskipun seorang Dr. Said Ramadhan Al-Buthi mendukung Bashar Al-Assad, namun masih banyak ulama kelas dunia lainnya yang menentang Bashar Al-Assad.

“Mungkin hanya Buthi seorang, atau ada mufti Suriah yang mendukung Assad, tetapi ribuan ulama Syam, seperti Dr. Wahbah Zuhaili, Dr. Musthafa Dieb Al Bugha, para qari dan hafizhul Qur’an saat ini Sembilan puluh sembilan persen semuanya tak ada yang mendukung Bashar Al-Assad bahkan menentangnya,” papar Syaikh Khatib As-Suri di hadapan kaum muslimin yang hadir, dalam penggalangan dana yang digelar #ITJ Chapter Jakarta, di Masjid Al-Furqon, DDII Jakarta Pusat. Ahad (27/1/2013).

Ia juga tidak menafikan, jika dukungan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi disebabkan oleh tekanan rezim Bashar Al-Assad.

“Barangkali, Dr. Al-Buthi takut, atau bisa saja rezim Bashar Al-Assad menyandera keluarganya, anaknya atau mengancamnya sehingga jika ia menentang maka akan dibunuh. Hal ini sebagaimana terjadi terhadap mufti suriah yang dibunuh anaknya. Oleh karena itu inilah hal yang sangat menyakitkan,” ungkapnya

…Saat ini kakafiran Bashar Al-Assad amat jelas sejelas matahari di siang hari, ia telah membunuh ribuan kaum muslimin

Namun, sekali lagi ia menegaskan bahwa teladan kaum Muslimin adalah Rasulullah, bukan Dr. Said Ramadhan Al-Buthi. Dan faktanya jelas, bahwa rezim Bashar Al-Assad tak pantas didukung karena kekafirannya dan telah membunuh ribuan kaum muslimin.

“Saat ini kakafiran Bashar Al-Assad amat jelas sejelas matahari di siang hari, ia telah membunuh ribuan kaum muslimin. Sebab darah seorang muslim lebih berharga di sisi Allah meskipun ka’bah itu hancur,” tandasnya. [Ahmed Widad] http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/01/29/22938/ulama-terkemuka-said-ramadhan-albuthi-dukung-rezim-bashar-alassad/

Meskipun acara haul Al-Buthi itu direncanakan membawa-bawa nama Syekh Zuhaili, tidak tertutup kemungkinan, rencana itu akan gagal misinya sebagaimana gagalnya manusia-manusia pendukung syiah, liberal dan semacamnya yang  pada Februari 2016 mengusung Syaikh Al-Azhar dari Mesir Syekh Al-Thayyib untuk mendekatkan Sunni-Syiah; namun gagal misinya.

Yang masih hidup saja diusung bisa gagal misinya, apalagi yang sudah meninggal.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.243 kali, 1 untuk hari ini)