Dalam berita 11 tokoh yang diangkat Menteri Agama untuk jadi apa yang disebut (rombongan) Amirul Haj 1433H/ 2012, di sana ada nama yang diketahui umum sebagai pentolan aliran sesat.

Beritanya sebagai berikut:

Pimpinan Amirul Haj, Suryadharma Ali

Selasa, 09 Oktober 2012, 16:18 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementarian Agama (Kemenag) sudah menentukan pimpinan delegasi jamaah haji Indonesia atau Amirul Haj penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini. Seperti diperkirakan sebelumnya, Menag, Suryadarma Ali, kembali menjadi Amirul Haj yang akan memimpin rombongan ke Arab Saudi.

Rencananya, Amirul Haj akan tiba di Arab Saudi pada 17 Oktober 2012. Selain Menag, nama-nama Naib, sekretaris, maupun anggota Amirul Haj sudah ada. Mereka masing-masing adalah KH Hasyim Muzadi dan Ahmad Dahlan Rais sebagai Naib atau wakil Amirul Haj. Sekretaris Amirul Haj oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, Saeroji.

Anggota-anggota Amirul Haj, antara lain Habib Luthfie (Pekalongan), Slamet Effendi Yusuf (MUI), Prof Dr Maman Abdurrahman (Ketua Umum Persis), Haji Raharja Sasradiningrat (Ketua Umum Syarikat Islam), Prof Dr Abdullah Syam (Ketua Umum LDII), Agus Sartono (Kemenko Kesra), Kiai Mas Subadar (Pasuruan), dan KH Arwani Faisoli (NU).
Ke-11 tokoh-tokoh agama tersebut akan menjadi wakil jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. (repubika.co.id)

Perlu diakui, memang untuk mengangkat itu pihak yang berwenang punya kewenanggan. Namun perlu diakui pula bahwa itu berkaitan dengan ibadah haji, suatu ibadah yang pokok bahkan termasuk rukun Islam. Sedang aliran sesat yang pentolannya diangkkat jadi aggota Amirul Haj itu memiliki ajaran haji tersendiri dan telah dinyatakan sesatnya oleh Syekh Hinin ketika anggota aliran sesat itu bertanya di pengajian di Thaif. Kemudian penanya itu setelah faham tentang sesatnya aliran itu maka dia keluar dari aliran sesat itu walau kemudian menelan resiko diumumkan sebagai murtad oleh pimpinan pusat aliran sesat itu. (selengkapnya dapat dilihat di nahimunkar.com, Keluar dari Kubangan Sesat Jamaah Galipat Burengan Kediri, https://www.nahimunkar.org/2349/keluar-dari-kubangan-sesat-jamaah-galipat-burengan-kediri/).

Di samping itu, MUI telah bersikap terhadap aliran sesat itu. Dapat disimak ini:

Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya

1 September 2010 | Filed under: Ahmadiyah,LDII | Posted by: nahimunkar.com

Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

(nahimunkar.com)https://www.nahimunkar.org/3233/rekomendasi-mui-untuk-pembubaran-ahmadiyah-ldii-dan-sebagainya/

***

LDII ya aliran sesat yang telah dilarang yakni Islam Jama’ah. Ini di antara buktinya.

LDII Memang Islam Jamaah

17 August 2011 | Filed under: Featured,Indonesia,LDII | Posted by: nahimunkar.com

  1. Ada foto yang nyata komplit yaitu berkumpulnya imam Islam Jama’ah dan wakilnya bersama ketua umum LDII dan Sekjennya. Sedang tempatnya pun di pusat pesantren Islam Jam’ah atau dikenal juga pesantren LDII di Burengan Kediri. Foto itu tanggal 3 Oktober 2009. Jadi sudah beberapa tahun setelah LDII mengaku apa yang mereka sebut paradigma baru. Tetapi kenyataannya ya begitu, kumpul antara petinggi Islam Jamaah dan petinggi LDII. Bahkan wakil imam Islam Jama’ah Ksmd adalah petinggi pula di LDII. (lihat foto).
  2. Ada hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengemabngan Kementerian Agama RI 2010, yang penelitinya menyatakan dengan tegas kepada Majalah Hidayatullah:   “LDII memang Islam Jamaah.” (( Suara Hidayatullah Agustus 2011 Ramadhan 1432 Halaman 24 – 26)
  3.  Ada teks larangan Islam Jama’ah dengan nama apapun. Teks larangan itu dari Jakasa Agung tahun 1971. Yaitu Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama’ah jang bersifat/ beradjaran serupa.

***

Berita tentang hasil penelitian Balitbang Kementerian Agama bahwa LDII memang Islam Jama’ah, ringkasannya sebagai berikut

Mazmur memutuskan untuk menyusup ke pondok LDII Burengan, Kediri. Atas bantuan orang dalam, dia bisa menginap selama tiga hari di sana. Mazmur berada di pondok Burengan pada 16-19 april 2010, bertepatan dengan khatam Sunan Ibnu Majah jilid 2.

Dari para penceramah LDII tersebut, Mazmur mendapatkan bahwa LDII memang kelanjutan dari ajaran Nurhasan, yakni Islam Jamaah. Muzmur juga sempat menyaksikan pembacaan hadits oleh Amir LDII/Islam Jamaah, Sultan Aulia. “LDII memang Islam Jamaah,” kata Mazmur kepada suara Hidayatullah.

***

Teks beritanya sebagai berikut:

LDII = Islam Jamaah?

Menyusul deklarasi paradigma baru LDII pada tahun 2007 lalu, pusat penelitian kehidupan beragama kementrian agama RI berinisiatif melakukan penelitian ke delapan kota. Diantaranya Makasar, Nganjuk, Karawang, Jakarta Timur, Palembang, Jombang, Tasik Malaya dan Kalimantan Selatan.

Penelitian tersebut rampung pada tahun 2009. pihak Kemenag tidak pernah mempublikasikan penelitian tersebut, namun Suara Hidayatullah mendapat salinan hasil penelitian tersebut.

Kesimpulannya, LDII telah melakukan perubahan dalam berinteraksi dengan pihak diluar jamahnya. Meski demikian, puslitbang mencatat, LDII masih cenderung tertutup ketika ditanya masalah keimaman, jamaah,amir ataupun baiat. Terlebih jika ditanya masalah Nurhasan.

Hal ini dikatan seorang mantan peneliti puslitbang, Mazmur Sya’roni.

Katanya, saat melakukan penelitian di Gading Mangu, Jombang, dia mendapati masjid LDII dinamakan dengan Luhur Nurhasan. “ tapi ketika mereka ditanya siapa Nurhasan, mereka menjawab tidak tahu,atau, alasannya, ‘saya orang baru’,” kata Mazmur menjelaskan.

Oleh karena itu Mazmur memutuskan untuk menyusup ke pondok LDII Burengan, Kediri. Atas bantuan orang dalam, dia bisa menginap selama tiga hari di sana. Mazmur berada di pondok Burengan pada 16-19 april 2010, bertepatan dengan khatam Sunan Ibnu Majah jilid 2.

Dari para penceramah LDII tersebut, Mazmur mendapatkan bahwa LDII memang kelanjutan dari ajaran Nurhasan, yakni Islam Jamaah. Muzmur juga sempat menyaksikan pembacaan hadits oleh Amir LDII/Islam Jamaah, Sultan Aulia. “LDII memang Islam Jamaah,” kata Mazmur kepada suara Hidayatullah.

Menurut seorang sumber di Puslitbang, Mazmur memang melakukan penelitian tersendiri ke LDII di Kediri, Namun, katanya, pihak puslitbang tidak berani menyebarkan hasil penelitian tersebut. “tekanannya besar, mas,” kata sumber tersebut.

( Suara Hidayatullah Agustus 2011 Ramadhan 1432 Halaman 24 – 26)

***

Keluar dari LDII dinyatakan murtad.

Keluar dari LDII dinyatakan murtad. Inilah kenyataan tapi dikilahi pula oleh pemimpin LDII. Sebuah pertanyaan yang diajukan Majalah Hidayatullah kepada petinggi LDII berikut ini menunjukkan bahwa sudah terbukti pun masih dikilahi.

Inilah satu petikannya:

Pengurus LDII bernama Toyyibun berceramah dan mengatakan orang yang keluar dari LDII adalah murtad

Pertanyaan Majalah Hidayatullah: Bagaimana dengan temuan seorang peneliti Balitbang Kemenag RI tahun 2010 yang menyusup ke Ponpes pusat LDII Burengan Kediri, lalu mendapati pengurus LDII bernama Toyyibun berceramah dan mengatakan orang yang keluar dari LDII adalah murtad?

Jawaban Abdullah Syam Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LDII        Itu kata-kata oknum, sih, ya,ya. Kalo menurut saya itu tidak benar. Orang kalau murtad itu kan keluar dari Islam. Tapi cara pandang oknum per oknum susah, pak. Menurut saya sebagai pimpinan organisasi, harusnya garisnya sesuai kebijakan yang sudah digariskan organisasi.

(Suara Hidayatullah Halaman 27 Edisi Agustus 2011/ Ramadhan 1432).

***

Kalau jawaban pemimpin tertinggi LDII seperti itu, padahal pernyataan murtad itu adalah masalah besar, sedang yang berkata itu juga orang penting di LDII dan berkatanya itu di Ponpes pusat Islam Jamaah/ LDII Burengan Kediri, kenapa dibiarkan saja?

Ada dua kemungkinan. Petinggi LDII ini sedang mengamalkan ajaran Islam Jama’ah yang namanya bithonah, apa yang dianggap rahasia di kalangan mereka bagaimanapun tidak boleh diungkap. Kalau diungkap akan berbahaya menurut mereka. Karena sudah ketahuan secara penelitian nyata bahkan dari lembaga resmi Balitbang Kementerian Agama, maka harus dikilahi. Kemungkinan kedua, petinggi LDII itu masih mengakui bahwa Islam adalah seperti yang dia katakan itu (Orang kalau murtad itu kan keluar dari Islam). Tetapi sebagai petinggi LDII perlu berkata begitu. Karena antara Islam dan LDII harus dia perankan, walau  harus bersikap seperti itu.

Sikap petingginya seperti itu, maka tidak mengherankan, kasus tipuan bisnis Maryoso di kalangan LDII yang konon menipu hampir 11 triliyun rupiah masih berlarut-larut, karena kemungkinan melibatkan para petinggi yang memang pandai berkilah. Tetapi tidak semua persoalan dapat dikilahi. Kalau toh di dunia mereka bisa berkilah, di alam kubur dan lebih-lebih di akherat sama sekali tidak akan mereka bisa berkilah. Percaya atau tidak terhadap akherat, tetap saja akan berlaku.

Masalah tipuan bisnis Maryoso di kalangan LDII dapat dibaca di buku terbitan LPPI Jakarta berjudul Akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah. Di antara korban yang menanggung utang miliaran karena kasus penipuan bisnis Maryoso di LDII, dapat dibaca di nahimunkar.com dalam judul Keluar dari Kubangan Sesat Jamaah Galipat Burengan Kediri (https://www.nahimunkar.org/keluar-dari-kubangan-sesat-jamaah-galipat-burengan-kediri/)

***

Teks Pelarangan Islam Jama’ah dengan nama apapun

Pelarangan Islam Jama’ah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971, teksnya sebagai berikut: 

Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama’ah jang bersifat/ beradjaran serupa.

Menetapkan:

Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama’ah Qur’an Hadits, Islam Djama’ah, Jajasan Pendidikan Islam Djama’ah (JPID), Jajasan Pondok Peantren Nasional (JAPPENAS), dan aliran-aliran lainnya yang mempunyai sifat dan mempunjai adjaran jang serupa itu di seluruh wilajah Indonesia.

Kedua: Melarang semua adjaran aliran-aliran tersebut pada bab pertama dalam keputusan ini jang bertentangan dengan/ menodai adjaran-adjaran Agama.

Ketiga: Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan:

Djakarta pada tanggal: 29 Oktober 1971,

Djaksa Agung R.I.

tjap.

Ttd (Soegih Arto).

https://www.nahimunkar.org/aliran-sesat-ldii-semakin-berani-ma%E2%80%99ruf-amin-dan-jusuf-kalla-perlu-waspada/

https://www.nahimunkar.org/7896/ldii-memang-islam-jamaah/

***

Menurut FRIH (Forum Ruju’ Ilal Haq) yang keberatan atas diangkatnya pentolan aliran sesat itu jadi anggota Amirul Haj, LDII memang Islam Jama’ah yang telah dilarang, dan masih tetap mengkafirkan selain golongannya. Di antara surat FRIH bunyinya:

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu alaikum warohmatullahi wa barokatuh

Kami mendapat informasi bahwa Kementrian Agama Republik Indonesia telah mengangkat Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) bapak Prof. Drs.  Ir.Abdullah Syam Msc sebagai anggota Amirul Haj 2012.

Dalam hal ini kami dengan maksud baik memberi masukan kepada Mentri Agama dan MUI tentang kemungkinan dampak negatif dari pengangkatan tersebut

Kalau ditinjau dari sisi keduniaan, menunjuk pimpinan LDII yang mempunyai kualifikasi pendidikan tinggi dalam bidang kehutanan tentunya pantas-pantas saja, namun kalau dilihat dari sisi akidah agama Islam yang mereka usung terlihat jelas potensi mudharatnya, kenapa ?

Karena menurut instruksi pimpinan spiritual / imam Islam Jamaah ( imam IJ ) yang tertuang didalam dokumen rahasia ( teks daerahan  bulan Februari 2007 ), LDII adalah organisasi yang dibentuk oleh imam IJ sebagai instrument perjuangan IJ, teks tersebut ringkasnya sebagai berikut :

” 1) Seluruh anggota organisasi ( LDII ) adalah orang jamaah, orangnya imam, bukan masanya organisasi, 2) Seluruh harta benda organisasi adalah milik jamaah/ imam, 3) Segala kegiatan organisasi harus dibawah kendali imam, selanjutnya lagi masih bagian perintah No.3 termasuk salah satu tugasnya ( organisasi -LDII) adalah melindungi dan menutupi segala sesuatu yang ada dalam jamaah yang memang harus ditutupi ( bithonah ), termasuk keimaman, benda sabilillah, infaq dan lain-lain”, selanjutnya pada alinea berikutnya keimaman adalah bithonah, keimaman adalah bagian yang harus dilindungi dan ditutupi oleh organisasi. Pada halaman 4 sembilan baris dari bawah : satu-satunya jamaah yang sah di Indonesia adalah jamaah kita ini, tidak ada lainnya. Yang dimaksud dengan organisasi adalah LDII, lihat halaman 15 bawah

Selanjutnya, FRIH menyatakan:

Bapak Abdullah Syam adalah warga IJ yang masih menggandrungi ajaran H. Nurhasan contohnya pada acara CAI 2011 ( Cinta Alam Indonesia , organisasi generasi penerus IJ ) di Wonosalam Jatim, beliau nasehat didepan peserta CAI diantaranya seperti ini  : ” memperkuat ijtihad nasehat bapak imam kita, ….mengepolkan ajaran  qu’ran hadits jamaah yang dibawa H. Nurhasan Al Ubaidah , beruntung jadi jamaah karena ibadahnya pasti diterima kalau salah diampuni. Sedangkan orang luar IJ walaupun ibadahnya sudah benar  secara teori parktek sesuai qu’an hadits tapi tidak berjamaah ( menjadi jamaah IJ ) maka ibadahnya tidak diterima dan matinya masuk neraka ….”

Demikian di antara isi surat FRIH yang dibuat di Jakarta 11 Oktober 2012

Apabila masalah pengangkatan pentolan aliran sesat jadi anggota Amirul Haj ini tetap dibiarkan dan tidak dibatalkan, maka yang terpenting sudah diingatkan oleh orang-orang yang ahlinya. Sedang Allah Ta’ala pun mampu untuk menindak lanjuti ancaman keras  yang telah disampaikan oleh Rasul-Nya:

(Doa Nabi SAW untuk Pejabat yang Mempersulit Ummat Islam)

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

 “Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Walaupun masyarakat yang dipimpin tidak mengerti dan tidak merasa kalau ditipu, tetapi Allah Ta’ala tetap tahu. Akan diharamkan masuk surga. Karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah bersabda.

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya’.”  (HR Muslim – 203)

Terserah mau pilih mana. Orang yang mengkafirkan Muslimin selain golongannya malah diangkat jadi anggota Amirul Haj, atau membatakannya. Tafaddhol dipertimbangkan. Ini bukan sekadar urusan dunia yang remeh emeh, tetapi urusan agama yang sangat penting, yang akan dipertanggungg jawabkan dengan sangat berat di akherat, bila sampai khianat, apalagi mengangkat yang sesat.  (nahimunkar.com)

(Dibaca 3.589 kali, 1 untuk hari ini)