film NOAH (Foto: ist)

.

 

 

Beberapa negara di Timur Tengah, seperti: Uni Emrat Arab, Qatar, Bahrain dan lain-lain, termasuk Indonesia melalui LSF (Lembaga Sensor Film) tidak meloloskan film Noah ini.

Pantas Saja Film Noah Dilarang!

Kalau yang tak tahu latar belakang sejarah nabi Nuh dan kemudian  menonton film ini, jangan-jangan mereka akan berkata:” loh nabi kok pemarah, loh kok nabi pembunuh, loh kok anak nabi “begitu” sih( ada adegan yang tak pantas dilakukan oleh anak seoarang nabi!)” Jadi jelas lebih banyak bahayanya atau mudhorotnya, ketimbang kebaikannya dari film tersebut kalau beredar pada masyarakat awam.

Ini Alasan Negara di Timur Tengah Larang Film Noah

 Al-Azhar, salah satu lembaga keagamaan Islam yang paling dihormati di Mesir, mengatakan keberatan dengan film tersebut karena melanggar hukum Islam. “Film ini memprovokasi perasaan orang-orang yang beriman,” tulis keterangan Al-Azhar seperi dikutip AP.

Ketika film yang menodai Nabi Nuh ini diputar di Inggris, ternyata dikabarkan, sebuah bioskop di Exeter dilaporkan diterjang banjir seperti dalam film yang dibintangi Russell Crowe itu saat premiere film tersebut.

Inilah beritanya.

***

 

Premiere NOAH di Inggris Diterjang Banjir

Kamis, 10 April 2014 09:35 wib | Rama Narada Putra – Okezone

 

LONDON – Penggemar film NOAH di Exeter, Inggris, tampaknya bisa merasakan bagaimana rasanya diterjang banjir bah. Sebuah bioskop di Exeter dilaporkan diterjang banjir seperti dalam film yang dibintangi Russell Crowe itu saat premiere film tersebut.

Peristiwa tersebut berawal ketika seorang staf bioskop melihat genangan air yang cukup tinggi di dalam bioskop. Akhirnya, penyelenggara pun terpaksa membatalkan pemutaran perdana NOAH.Media di Inggris pun ramai menyindir peristiwa tersebut. Mereka menyebutkan, premiere itu dilanjutkan seperti berada di tengah-tengah aksi Nuh membangun Bahtera untuk bertahan hidup dari banjir besar.

Banjir dilaporkan disebabkan es mesin yang rusak. Hal tersebut dibenarkan oleh pihak bioskop.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa ada banjir di Vue Exeter pada hari Jumat, tanggal 4 April, karena kesalahan dengan mesin es,” ungkap perwakilan bioskop seperti dilansir DigitalSpy.

“Kami tetap membuka bioskop seperti biasa, dan bekerja dengan teknisi untuk mendapatkan masalah ini diselesaikan secepat mungkin,” sambungnya.

NOAH dibintangi Russell Crowe, Emma Watson, Jennifer Connelly, Ray Winstone, Logan Lerman dan Anthony Hopkins. Film ini ditayangkan perdana di bioskop pada akhir Maret lalu. FIlm NOAH bercerita tentang perjuangan Noah (Russell Crowe) membangun sebuah bahtera (perahu besar) untuk menyelamatkan makhluk hidup dari banjir besar. Film ini juga sempat mengundang kontroversi, NOAH pun dilarang tayang dibeberapa negara Islam, termasuk Indonesia.
(rnp)

***

Pantas Saja Film Noah Dilarang!

Bukan ingin menambah kontroversi tentang film Noah yang dibintangi Russel Crowe, pemenang oscar pada film ” Gladiator”, yang telah banyak diulas di berbagai media sejak diluncurkan pada tanggal 27 Maret 2014 lalu di seluruh penjuru dunia, kecuali di beberapa negara di Timur Tengah, seperti: Uni Emrat Arab, Qatar, Bahrain dan lain-lain, termasuk Indonesia melalui LSF (Lembaga Sensor Film) tidak meloloskan film ini. Sehingga menambah kontroversi yang sudah ada.

Biasa. karena ada sifat keingintahuan manusia, maka apa yang dilarang atau tidak dibolehkan, justru menambah penasaran, mengapa dilarang? Mengapa tidak lolos sensor? Biasanya alasan-alasan yang dikemukan sepotong-sepotong, sehingga semakin tidak jelas. Tapi kalau ada yang mengatakan film ini tidak lolos sensor karena ketakutan pada suatu organisasi, ini sudah berlebihan.

Apa urusannya LSF dengan organisasi tertentu? Jadi jangan, sebentar-sebentar menyalahkan orgnisasi ini, tentu yang dimaksud, FPI( Forum Pembela Islam)! Apa urusannya dengan film Noah dengan FPI? Jadi jangan karena tak suka sesuatu, lantas menyerang sesuatu itu. Tentang tidak lolos sensor film Noah itu urusan LSF, bukan urusan FPI! Tapi kalau film Noah tersebut tak dilarang, lalu masyarakat menjadi  rusak akidahnya, dan FPI bertindak, lain lagi urusannya.

Lalu mengapa film Noah itu di beberapa negara  dilarang? Alasannya antara lain karena tidak sejalan dengan agama, dengan memang sebenarnya ini kalau mau dibilang bukan film agama, bukan film yang bicara tentang seorang nabi yang suci! Inspirasinya, benar dari kitab suci, tapi penggambaran visualnya jauh dari ajaran nabi, jauh dari ajaran kitab suci. Untuk menjawab penasaran itu, Saya nonton hari Sabtu 29 Maret 2014, kebetulan saja Bioskop ini dekat dengan apartement tempat tinggal, hanya dua halte saja dari Metro Sabalovskaya, kalau jalan sekitar 15-20  menit saja. Nah ini hasilnya:

Pertama, tokoh Noah, Nuh, Noy(  ini menurut tulisan yang ada di iklan atau baleho di Bioskop Rusia, Saya juga heran, kanapa di tulisnya “Noy” bukan ” Nux”  pakai huruf “x”  dibaca “kha” , jadi secara laval lebih “y” ketimbang ke “h”) Noah,  dalam film ini,  saya tidak sebut nabi, karena kalau nabi tak mungkin mempunyai sifat dan akhlak yang tercela. Film ini sengaja membuat citra seorang nabi buruk.

Digambarkan dalam film ini, Noah adalah tokoh yang pemarah, pembunuh, bahkan bayi pun kembar yang baru lahir mau dibunuhnya, padahal itu cucunya sendiri, walau pun tidak jadi akhirnya. Ini saja sebenarnya sudah cukup untuk tidak menyetujui film ini, kalau dilihat sisi agama.

Kalau mau dilihat sisi hiburan, mestinya tak usah bawa-bawa agama, dan judulnya bisa diganti dengan tokoh lain. Namun rupanya pihak pembuat filmnya dari mulai sutradara, produser dan lain-lain, sadar betul ini film komersil, bukan film tentang agama/religius, walau insfirasinya dari tokoh agama, yang dibuat “liar”, tak sesuai dengan ajaran agama. Loh mana ada seorang nabi dengan bertarung langsung dengan kapak membunuh musuh-musuhnya? Bukankah seorang nabi itu mengajak ummatnya agar beriman, bukan dibunuh! Kecuali kalau sudah diajak beriman, lalu mengingkari dan tak mau juga tunduk, maka azab Tuhan datang!

Kedua, munculnya “manusia batu”, ingat mengingatkan pada filmnya “The Lord Of The Rings”, yang memunculkan manusia pohon, pohon-pohon besar yang bisa begerak dan berperang! Sama persis dengan “manusia batu” di fim Noah ini. “Manusia batu” ini berpihak pada Noah dan membantu Noah membuat kapal! Di luar logika umum, batu yang benda mati bisa bergerak dan bisa bekerja. Kalau ini film agama mestinya bukan manusia batu yang dimunculkan, tapi bisa Malaikat atau Jin, ini lebih bisa diterima dalam logika keimanan, karena memang Malaikat atau Jin bisa membantu manusia.

Tapi karena “ide liar” yang bergerak, maka sang sutradara, Darren Aronovsky, jadilah manusia batu, batu yang bergerak berbentuk seperti manusia dalam bentuk sangat kasar dan berperang melawan manusia! Ya seru… kalau dilihat sisi hiburannya, karena perang itu terjadi dimana manusia-manusia yang menjadi lawan Noah itu mencoba ikut naik ke kapal yang dibuat oleh Noah dan keluarganya serta dibantu”manusia batu” itu. Jadilah perang yang tak seimbang, dan di situ terlihat sekali bahwa tokoh Noah itu jauh sekali dari gambaran seorang nabi, dalam film tersebut, karena nafsu membunuhnya begitu besar! Ketiga, ini film sama dengan film hiburan lainnya, hanya saja membawa nama besar seorang nabi, yaitu nabi Nuh” yang kalau dalam Islam termasuk dari lima orang nabi yang mendapat julukan” Ulul Azmi” yaitu nabi-nabi yang mempunyai keteguhan yang tinggi dan kesabaran yang tinggi pula dalam menyebarkan agama tauhid, walau mendapat penolakan dari ummatnya. Mereka adalah Nabi Ibrohim As, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW. Disinilah kontoroversi berawal, film jelas-jelas mambawa nabi seorang nabi, pakai judul,  judul nama seorang nabi yang suci, tapi isinya jauh dari gambaran misi seorang nabi! Maka wajarlah film ini dilarang di negara-negara muslim. Mungkin kalau judulnya diganti, tidak akan akan seperti ini kontroversinya atau silahkan membuat perahu apapun yang berkisah tentang air bah, tapi jangan bawa-bawa nama nabi yang disucikan dan dimulyakan!

Lalu apakah salah bagi negara-negara yang yang tidak memboleh film tersebut beredar di negaranya? Tentu saja tidak, karena itu hak dan wewenang mereka melindungi ummatnya agar tidak “termakan” oleh gambaran yang sangat buruk tentang seorang nabi! Bukan berarti pihak yang berwenang itu menganggap “anak kecil” ummatnya. Tidak,  itu kewajiban seorang pemimpin melindungi hal-hal yang dapat merusak ummatnya. Kalau ada yang berpendapat lain, ya itu urusan lain lagi.

Keempat, LSF, sudah betul dalam keputusannya, hanya saja karena di Indonesia  itu heterogen, maka keputusan tersebut jadi seperti kontroversi. LSF betul, tidak meloloskan atau tidak mengizinkan film ini beredar di Indonesia. Tujuannya jelas, agar tidak merusak akidah yang ada di masyarakat awaw dalam ilmu agama. Kalau masyarakat yang sudah maju dalam agamanya, mungkin tak ada masalah! Mereka bisa menyaring sendiri.

Nah kalau yang tak tahu latar belakang sejarah nabi Nuh dan kemudian  menonton film ini, jangan-jangan mereka akan berkata:” loh nabi kok pemarah, loh kok nabi pembunuh, loh kok anak nabi “begitu” sih( ada adegan yang tak pantas dilakukan oleh anak seoarang nabi!)” Jadi jelas lebih banyak bahayanya atau mudhorotnya, ketimbang kebaikannya dari film tersebut kalau beredar pada masyarakat awam.

Jadi kalau ada yang tak suka kepada keputusan LSF, ya silahkan saja. Tapi ini film sekali lagi, memang bukan film agama, ini film hiburan belaka, sama dengan film-film fantasi lainnya. Hanya salahnya kenapa diberi judul “Noah”, itukan nama seorang nabi yang disucikan! Mungkin kalau diberi judul lain tak akan seheboh ini.

Kelima, kalau tidak membawa nama Noah, mungkin tak dipersoalkan, tapi ketika si tokoh utama yang mabuk saat perahu terdampar, itu terlihat sekali nada putus asanya! Masa nabi “putus asa! Ini juga jelas-jelas bertentangan dengan agama! Nabi Nuh dikenal dengan kesabarannya yang tinggi, walau berusia 950 tahun( seribu kurang lima puluh) tetap sabar dalam menyebarkan tauhid, walau pengikutnya sedikit tetap dengan ketabahan yang luar biasa, jauh dari sipat yang digambarkan dalam film tersebut!

Jadi film ini “sengaja” membuat yang terbalik dengan apa yang digambarkan dalam kitab suci. Dengan demikian pantaslah pihak-pihak yang berwenang di negara-negara tersebut di atas melarangnya! Kalau pakai bahasa anak muda” Udah tulalit dari sononya!” Mengapa? Judul jelas-jelas membawa nama seorang nabi yang suci, tapi isinya sangat bertentangan dengan ajaran nabi, bukan itu “tulalit” namanya?

Kalau mau buat film hiburan, bunuh-bunuhan, mabuk-mabukan, “gituan”  tokoh utamanya jangan nabi, anak nabi,  ganti aja nama lain, tapi kalau diganti tentu saja takut rugi! Jadi dengan membawa nama nabi di film ini, nilai komersilnya yang diharapkan, jadi bukan ajaran agamanya yang dibawa! Loh kok bisa? Itu makanya disebut kontroversi. / http://m.kompasiana.com

***

Ini Alasan Negara di Timur Tengah Larang Film Noah

 

PEMUTARAN Film Noah yang menggambarkan sosok Nabi Nuh atau Noah menuai protes beberapa negara di Timur Tengah. Uni Emirates Arab, Qatar, Bahrain melarang pemutaran film yang dibintangi Russel Crowe itu.

“Ada adegan yang bertentangan dengan Islam dan Alkitab,” kata Juma Al-Lem dari National Media Centre Uni Emirates Arab. Karena itu, negaranya pun memutuskan untuk tidak memutar film tersebut.

Dalam film yang disutradarai Darren Aronofsky ini Russel Crowe berperan sebagai Nabi Nuh. Paramount Pictures mengakui bahwa film ini sebagai sesuatu yang artistik.

Al-Leem meminta, semua pihak harus menghormati agama-agama.  Jadi, lanjut dia, sangat penting untuk tidak memutar film Noah.

Di tempat terpisah, Al-Azhar, salah satu lembaga keagamaan Islam yang paling dihormati di Mesir, mengatakan keberatan dengan film tersebut karena melanggar hukum Islam. “Film ini memprovokasi perasaan orang-orang yang beriman,” tulis keterangan Al-Azhar seperi dikutip AP.

Film, yang diperkirakan telah menelan biaya lebih dari USD 125 juta atau setara Rp 1,4 triliun itu menuai banyak reaksi negatif setelah pemutaran perdananya di seluruh negara bagian Amerika Serikat. (BBC/mas) jpnn.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.409 kali, 1 untuk hari ini)