***

Video:

https://www.facebook.com/muflih.safitra/videos/1819800018065263/?t=2

JAMA’AH INDONESIA YANG MEMPRIHATINKAN

Setelah Pancasila, datang lagi perilaku mengiris hati dari sebagian kaum muslimin Indonesia: Mengeraskan suara koor berisi kalimat-kalimat yang umumnya dibaca di tanah air oleh kesatuan pembela kelompok dengan nada yang lebih pantas ada di stadion sepakbola, seolah tidak ada Al-Qur’an, doa atau dzikir yang berasal dari sunnah Nabi kita, yang dihafalkan dalam benak jama’ahnya.

Bapak Ibu jama’ah umroh dan haji, semoga Allah memberikan Anda hidayah bagaimana manasik yang sesuai Sunnah.

Tidakkah Anda mendengar hadits Nabi shalallahu’alaihi wa sallam berikut ini:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ فَكَشَفَ السِّتْرَ وَقَالَ أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ أَوْ قَالَ فِي الصَّلَاةِ

Dari Abu Sa’id dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di Masjid, lalu beliau mendengar para sahabat mengeraskan bacaan (Al Qur’an) mereka. Kemudian beliau membuka tirai sambil bersabda, ‘Ketahuilah, sesungguhnya kalian tengah bermunajat dengan Rabb. Oleh karena itu janganlah sebagian yang satu mengganggu sebagian yang lain dan jangan pula sebagian yang satu mengeraskan terhadap sebagian yang lain di dalam membaca (Al Qur’an) atau dalam shalatnya.'” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Adapun “حب الوطن من الإيمان” (cinta tanah air sebagian dari iman) adalah hadits palsu. Baca: https://almanhaj.or.id/5455-hadits-palsu-tentang-cinta-tana…

Di berbagai pesantren, kalimat ini masuk dalam mata pelajaran “Mahfuzhat” (peribahasa yang jadi bahan hafalan).

Semoga Allah memberi petunjuk kepada kaum muslimin Indonesia agar lebih bijak dalam memilih travel dan pembimbing manasik mereka, karena semakin dekat dengan Sunnah, manasik semakin bermakna dan berpahala.

MASJIDIL HARAM, 25 FEBRUARI 2018
Muflih Safitra

#INDONESIA #Pancasila #muslimin #koor #doa #dzikir #jamaah #hidayah#Rasulullah #itikaf #munajat #rabb #alquran #cinta #tanahair #iman #hadits #palsu#pesantren #Mahfuzhat #peribahasa #travel #pembimbing #Sunnah #manasik#pahala #MASJIDILHARAM #Muflih #Safitra

via fb Muflih Safitra

***

Ibadah Umrah di Tanah Suci Makkah namun nyanyi-nyanyi itu kalau pembaca mau silakan Coba bandingkan dengan yang dinyanyikan upin ipin ini:

Kelola

 

YALAL WATHON versi Upin Ipin dan Lirik

YOUTUBE.COM

***

SETELAH PANCASILA,
SEKARANG HUBBUL WATHON…!!!

Tepuk tangannya mana..?? ?

Jangan sampai kena ayat ini :

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَآءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

Dan sholat(Ibadah) mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.(QS. Al-Anfal 8: Ayat 35)

___________

Seperti ini.. MUI harus segera mengeluarkan fatwa..

Ingat.. Kita menjalankan Ibadah harus sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah-Sunnah Rasul-Nya..!

___________________

Bagus isi nya, tapi kurang pas tempatnya..!

Semisal Adzan sebelum shalat taraweh, apa hukumnya..??
_____

ياَ لَلْوَطَنْ ياَ لَلْوَطَن ياَ لَلْوَطَنْ

حُبُّ الْوَطَنْ مِنَ اْلإِيمَانْ

وَلاَتَكُنْ مِنَ الْحِرْماَنْ

اِنْهَضوُا أَهْلَ الْوَطَنْ

اِندُونيْسِياَ بِلاَدى

أَنْتَ عُنْواَنُ الْفَخَاماَ

كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْماَ

طَامِحاً يَلْقَ حِماَمًا ( قضاء الموت وقدره)

Pusaka Hati Wahai Tanah Airku
Cintaku dalam Imanku
Jangan Halangkan Nasibmu
Bangkitlah Hai Bangsaku
Pusaka Hati Wahai Tanah Airku
Cintaku dalam Imanku
Jangan Halangkan Nasibmu
Bangkitlah Hai Bangsaku
Indonesia Negriku
Engkau Panji Martabatku
Siapa Datang Mengancammu
Kan Binasa di bawah durimu
______________________

Begitu hinanya beramal tanpa Ilmu..!!

Allahu yahdinaa wa yahdihim..

via fb Ranie Nuga

***

Tampak bangga dan dibanggakan oleh yang pro mereka

Dengan adanya kejadian itu (di antaranya mereka bangga dan dibanggakan pula lakon mereka yang nyanyi-nyanyi tanpa ada tuntunanannya dalam ibadah Umrah itu oleh golongannya seperti terlihat di media online yang pro mereka), maka ayat-ayat berikut ini lebih perlu untuk direnungkan.

{ وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ (52) فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (53) فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ (54) أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ (55) نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ } [المؤمنون: 52 – 56]

  1. Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku
  2. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)
  3. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu
  4. Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa)
  5. Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar [Al Mu”minun,52-56]

{فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (30) مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (31) مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ} [الروم: 30 – 32]

  1. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
  2. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah
  3. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka [Ar Rum,30-32]

(nahimunkar.org)

(Dibaca 204 kali, 1 untuk hari ini)