Di saat kasus pelecehan terhadap Islam oleh The Jakart Post sedang mulai disidik Polda Metro Jaya, ternyata muncul pula komik beride penyimpangan sex, homosex dan semacamnya, diterbitkan oleh PT. ELEX MEDIA KOMPUTINDO yang beralamat di Gedung KOMPAS GRAMEDIA Lantai 2. Jl. Palmerah Barat 29 – 37 Jakarta Pusat

Belum terdengar adanya pengaduan ke polisi, namun penerbit di kelompok Kompas itu telah dilabrak orang, disamping dikomentari dengan sengit.

Inilah beritanya.

***

Kampanye LGBT di Komik termasuk ‘Kejahatan Terselubung’

Jum’at, 8 Agustus 2014 – 05:59 WIB

Beredarnya buku yang mengkampanyekan cinta sesama jenis menurutnya adalah usaha penyesatan opini tentang pengertian cinta oleh kelompok pembawa paham liberal dari Barat ke Indonesia

Hidayatullah.com—Kampanye cinta sesama jenis yang kini merebak dalam bentuk komik (cerita bergambar) adalah jenis ‘kejahatan terselubung’ di dunia pendidikan.

“Ini kejahatan terselubung. Tentu saja ada ancaman terhadap dunia pendidikan kita dimana tujuan nasional pendidikan adalah mencipatakan manusia yang cerdas, berbudaya, iman dan taqwa,” ujar  Ketua Hotline Pendidikan Jawa Timur, Isa Ansori dalam rilisnya pada hidayatullah.com, Kamis Kamis (07/08/2014) menyikapi keresahan masyarakat terkait buku ‘Why Puberty’ yang mengandung pesan kampanye lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan cinta sesama jenis.

“Tentu saja pelegalan nilai-nilai liberal menjadi sesuatu yang mengancam, dan ini merupakan teror budaya terhadap nilai nilai dan kebudayaan kita, tidak boleh lagi kita mengatakan ini persoalan HAM, apalagi kalau kemudian pemahaman itu disebarkan. Ini akan mengganggu nilai-nilai ketuhanan keluarga,” tambah Isa Ansori.

Beredarnya buku yang mengkampanyekan cinta sesama jenis menurutnya adalah usaha penyesatan opini tentang pengertian cinta oleh kelompok pembawa paham liberal dari Barat ke Indonesia.

Menurut Isa, Indonesia adalah negara yang sangat menekankan nilai ketuhanan dan mewujudkannya melalui dunia pendidikan pada anak-anak. Karena itu, peran pemerintah, orangtua dan berbagai pihak untuk terus membekali anak-anak dengan pemahaman benar, bukan pemahaman liberal ala barat agar  Indonesia tidak menjadi bangsa yang kehilangan jati diri.

Persolan cinta antara pria dan wanita adalah persoalan fitrah ilahiyah yang diberikan Tuhan dalam rangka mengembangkan diri yang akhirnya membentuk keluarga.

Sebagaimana pula tumbuhan dan hewan-hewan telah Allah takdirnya berpasang-pasangan untuk tumbuh, berkembang dan mencapai keseimbangan alam.

“Maka, paham kampanye hubungan sesama jenis tak lebih dari pengingkaran terhadap kodrat kemanusiaan yang diberikan Tuhan, “ ujar Isa.

Isa tak bisa membayangkan jika ajaran seperti ini tidak dilarang di Indonesia. “Bagaimana kelak tiba-tiba yang disebut institusi keluarga berubah, karena ayahnya laki-laki dan ibunya juga laki-laki. Mau jadi apa Indonesia?”

Karenanya,  sebagai negara yang menjunjung tinggi ke-Tuhanan dalam sila pertama, sudah seharusnya pemerintah melarang peredaran buku-buku atau paham paham yang melegalkan pemahaman hubungan sejenis.

“Bagi saya anak-anak tidak boleh anak Indonesia diajarkan hal hal seperti itu karen ujungnya kelak akan merusak Indonesia dan merusak keseimbangan alam.” *

Rep: Panji Islam

***

Alhamdulillah, Komik Propaganda LGBT Ditarik dari Peredaran

Jumat, 08/08/2014 07:49:34

Fahira Idris dkk bertemu dengan pihak Elex Media, Kamis (7/8/2014)

Jakarta (SI Online) – Buku komik “Why? Puberty Pubertas” yang dinilai propokatif dan merupakan propaganda penyebaran perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhirnya ditarik dari peredaran. Demikian kata Ketua Yayasan Anak Bangsa Mandiri dan Berdaya Fahira Fahmi Idris pada akun Twitternya @fahiraidris, Kamis (7/8/2014).

Penarikan buku tersebut ia sampaikan usai mendatangi pihak penerbit Elex Media di Gedung Humas Kompas Gramedia (Gedung Selatan) yang terletak di jalan Palmerah Selatan nomor 17, Jakarta.

Menurut pihak Elex Media, kata Fahira menjelaskan, bahwa terbitnya buku ini bukan karena faktor kesengajaan, tetapi karena faktor keteledoran dalam mekanisme editing.

Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa poin diantaranya, pihak penerbit Elex Media melakukan beberapa tindakan yakni menarik seluruh peredaran buku komik “Why? Puberty Pubertas” di seluruh toko buku di Indonesia.

“Dan alhamdulillah sudah dilaksanakan,” katanya.

Membuat permohonan maaf atas keteledoran penerbit karena tidak punya mekanisme kontrol yang cukup baik. “Dan alhamdulillah juga sudah dilaksanakan,” imbuhnya.

Disamping itu, pihak penerbit Elex media juga harus melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya KPAI, Balitbang Kemendikbud, Balitbang Kemendag, juga MUI jika buku itu memasukkan unsur agama didalamnya agar buku-buku yang diterbitkan bisa lebih baik lagi, terutama jika mau menerbitkan buku-buku yang terkait dengan persoalan-persoalan sensitif.

“Penerbit Elex Media harus mpunyai komitmen untuk mjunjung tiggi nilai-nilai keagamaan, etika kemanusiaan dan budaya kebaikan yang mengakar di negeri ini,” tandasnya.

Penerbit Elex Media juga diminta untuk tidak menerbitkan kembali buku komik serupa, terutama yang merusak para remaja yang sedang mencari jati dirinya.

“Semoga dengan adanya kejadian seperti ini, dapat menjadi pembelajaran untuk Elex Media dan Penerbit buku lainnya, agar lebih berhati-hati ke depan,” pungkas Fahira.

red: adhila/ si online

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.118 kali, 1 untuk hari ini)