Lirik lagu Band Milisi Kecoa berjudul ‘Ini Bukan Arab’ mengandung misi rasisme bahkan pelecehan terhadap agama (Islam). Lirik itu bunyinya begini:

Ini bukan Arab, ini bukan Arab, bung. Bukan !

Kau paksakan budaya

Tapi ini bukan di Arab di jaman Nabi

Cepatlah kau mati, tagih pahalamu di surga

Surgamu, nerakaku

Ini bukan Arab, ini bukan Arab, bung. Bukan !

Ini bukan Arab, ini bukan Arab. Bukan !

Ketika hal-hal penting dalam agama yang dihormati dan bahkan diimani di antaranya Nabi, Surga, dan neraka dijadikan sasaran untuk diolok-olok sambil jingkrak-jingkrak, itu sudah keterlaluan. Ahli hukum mestinya tahu, itu termasuk penistaan agama atau tidak. Tapi santri pun tahu, lirik lagu macam itu membuat grup band milisi kecoa itu disebut murtad.

Sedangkan seorang pengamat pun prihatin, hingga dia menulis opini dengan judul Milisi Kecoa Kakus.

Silakan simak ini.

***

Milisi Kecoa Kakus

Hancur budaya di era Jokowi. Anak-anak miskin intelektual, rasa, dan iman berjingkrak-jingkrak mentertawakan agama, surga, dan neraka. Lewat lagu yang menggambarkan betapa berantakannya budaya nusantara saat ini. Judulnya “Ini bukan Arab”. Kasihan anak-anak milisi ini teracuni dan bermental kecoa kakus. Bau dan kotor.

Coba lihat bagian lirik jingkrak-jingkrak seperti orang gila itu.

Ini bukan Arab, ini bukan Arab, bung. Bukan !

Kau paksakan budaya

Tapi ini bukan di Arab di jaman Nabi

Cepatlah kau mati, tagih pahalamu di surga

Surgamu, nerakaku

Ini bukan Arab, ini bukan Arab, bung. Bukan !

Ini bukan Arab, ini bukan Arab. Bukan !

Rasialis, sinis, dan jauh dari agamis adalah fenomena generasi hidup senin kemis.

Sesak nafas bersaturasi rendah. Prihatin pada orang tua yang mengasuh dan mendidik mereka. Mungkin ibunya menangis saat anak-anak itu berjingkrak-jingkrak. Surgamu nerakaku, katanya. Ibunya masuk surga, anaknya di neraka.

Untuk menjawab ini, bagus juga balasan lirik itu.

Ini bukan Amerika, ini bukan China, bung. Bukan !

Kau paksakan budaya

Tapi ini bukan Nusantara di jaman PKI dulu

Cepatlah kau pergi, tagih janji majikanmu

Surga palsumu, nerakamu

Ini bukan Amerika, Ini bukan China, bung. Bukan !

Ini Nusantara ala mu, Nusantara ala mu, bung. Iyaa !

Pak Jokowi itu anak-anak di negeri pimpinan bapak. Mereka bukan kebanggaan, bukan kebanggaan. Bukan !

Betapa rusaknya negeri ini karena mengelola negara seenaknya, hutang besar beban bangsa, jurang sosial menganga, meminggirkan agama dan jingkrak-jingkrak orang gila. Parah juga menjadi negara kecoa.

Kecoa yang bernama latin Blattodea itu otaknya tidak di kepala, matinya terbalik, dan larinya cepat. Takut oleh aroma lavender, peppermint, kapur barus, dan juga daun salam. Berhabitat lembab dan kotor, penyebar kuman. Rumah atau ruang harus dibersihkan dari kecoa-kecoa berbahaya.

Milisi Kecoa Band adalah band kalang kabut yang merusak moral anak muda. Di jaman Soekarno band model ini masuk kategori “ngak ngik ngok”. Budaya hedonis yang tidak sesuai dengan semangat kebangsaan “budaya inperialis”, kata bung Karno.

Oleh : H. M. Rizal Fadillah, SH – Pemerhati Politik dan Kebangsaan

portal-islam.id, Senin, 09 Mei 2022 CATATAN

***

Sementara itu Santri Mifhid menyebut Lagumu Membuat Kau Murtad

Silakan simak ini.

***

Balas Lagu Sindir Arab, Santri Mifhid: Lagumu Membuat Kau Murtad

Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah Santri Mifhid membalas lagu dari band Milisi Kecoa yang menyindir budaya Arab di Indonesia, viral di media sosial.

Video Santri Mifhid balas lagu band yang menyindir budaya Arab itu viral usai diunggah pengguna Twitter Ravispa_STB, seperti dilihat pada Minggu 8 Mei 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu mengapresiasi aksi para santri yang membalas lagu rasis berjudul ‘Ini Bukan Arab’ tersebut.

“Keren! Santri Mifhid Balas Lagu Rasis “Ini Bukan Arab”,” cuit netizen Ravispa_STB.

Dilihat dari video itu, tampak narasi bertuliskan Santri Mifhid menjawab lagu grup Band Milisi Kecoa berjudul ‘Ini Bukan Arab’

“Santri Mifhid Menjawab Lagu Grup Band Milisi Kecoa Ini Bukan Arab,” demikian tertulis narasi dalam video itu.

Sementara dalam tayangan video tersebut, tampak sejumlah pemuda berjoget sambil melantunkan lagu yang menyindir keras budaya Arab di Indonesia itu.

“Ini bukan Arab bung, bukan! Kau paksakan budaya, tapi kita bukan di Arab di jaman Nabi,” teriak para pemuda menyanyikan lirik lagu itu.

Pada penggalan lirik lagu tersebut, juga terdengar kalimat mendoakan para pihak yang memaksakan budaya Arab di Indonesia agar cepat mati.

“Cepatlah kau mati, tagih pahalamu di surga,” kata lirik lagu grup band Milisi Kecoa tersebut.

Membalas lagu tersebut, para Santri Mifhid pun kemudian menyanyikan lirik lagu bernada serupa namun liriknya diganti.

Awal lirik lagu yang dinyanyikan sejumlah santri itu menyebut bahwa Indonesia adalah Nusantara dan bukan barat maupun Amerika.

“Ini Indonesia, ini Nusantara bung, iya! Ini bukan barat, bukan Amerika bung, bukan!,” tegas lirik lagu para santri Mihfid itu.

Selain itu, lagu para santri tersebut juga menegaskan bahwa Indonesia bukan Inggris maupun China. Maka dari itu, budaya barat tidak bisa dipaksakan di Nusantara.

“Ini bukan Inggris ini bukan China bung, bukan! Kau paksakan budaya tapi kita bukan di barat, ini Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam penggalan lirik lagu tersebut para Santri Mifhid meminta orang-orang yang menyanyikan lagu ‘Ini Bukan Arab’ itu agar segera bertaubat lantaran lagu tersebut membuat mereka menjadi murtad.

“Cepatlah kau taubat, lagumu membuat kau murtad. Naudzubillah. Cepatlah minta maaf sebelum Allah turunkan azab. Naudzubillah,” ujarnya.

Fachri Djaman

Terkini.id, 8 Mei 2022 19:17 WITA

Ilustrasi foto/ bacaberitacom

(nahimunkar.org)