Heboh #MadamBansos, Bila Tidak Ditangkap …

 

 

Heboh #MadamBansos, Tengku: Berani Nggak KPK Tangkap?

 


Ulah netizen ada-ada saja. Kamis, 21 Januari 2021 sore, lini masa Twitter dipenuhi hastag Madam Bansos.

 

Hingga pukul 17.00 WIB tercatat sudah ada 10.800 ribu lebih cuitan terkait Madam Bansos. Madam Bansos merupakan judul yang diambil Koran Tempo edisi 19 Januari 2021, berjudul Jatah ‘Madam Bebas Potongan.’

 

Pendakwah Ustad Tengku Zulkarnain pun ikut berkomentar terkait #madambansos itu.

 

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini awalnya menyebut anak lurah hingga madam dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos).

 

“Kasus Bansos kemarin kalau anak Lurah semua orang sudah tahu siapa. Tapi kalau Madam…? Siapa hayo?,” ungkapnya.

 

Tak jelas, siapa yang dimaksud anak pak lurah dan madam oleh Tengku Zul. Dia hanya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus yang melibatkan keduanya.

 

Berani nggak KPK bongkar dan tangkap anak Lurah dan Madam jika memang terlibat…Berani…? Hehhh…,” ungkapnya.

 

Di unggahan lainnya, ia juga menyinggung para pemegang kekuasaan di Indonesia untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya.

 

Di unggahan terbarunya, ulama kelahiran Kota Medan itu menyindir para pembesar negara yang melakukan tindakan korupsi.

 

“Ya Allah jika ada para pembesar negara ini yang maling uang rakyat dan mengkhianati amanah, berilah hidayah agar mereka tobat sebelum mati,” kata Tengku Zul sapaan akrabnya dikutip fajar.co.id di akun Twittermiliknya, Kamis (21/1/2021).

 

Jika para koruptor itu tak tobat atau mendapat hidayat, Tengku Zul mendoakan mereka mendapat adzab.

 

“Jika mereka memang tidak mungkin dapat hidayah, maka adzablah dengan adzab yang pedih, badannya busuk, bau, berulat biar jadi pelajaran bagi rakyat. Amin,” doanya.[fajar.co.id]

Kasus Bansos kemarin kalau anak Lurah semua orang sudah tahu siapa.
Tapi kalau Madam…?
Siapa hayo?
Berani nggak KPK bongkar dan tangkap anak Lurah dan Madam jika memang terlibat…
Berani…?
Hehhh…

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) January 21, 2021

 

Ya Allah jika ada para pembesar negara ini yang maling uang rakyat dan mengkhianati amanah, berilah hidayah agar mrk tobat sebelum mati.
Jika mrk memang tdk mungkin dapat hidayah, maka adzablah dgn adzab yg pedih, badannya busuk, bau, berulat biar jadi pelajaran bagi rakyat.
Amin

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) January 21, 2021

[PORTAL-ISLAM.ID] Kamis, 21 Januari 2021 BERITA NASIONAL SOSIAL MEDIA

***


Binasanya Orang Orang Sebelum Kalian, Pencuri “Terhormat” Dibiarkan


Posted on 21 Oktober 2016

by Nahimunkar.org



Posted on Apr 7th, 2016 – by nahimunkar.org

Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan.

Binasanya orang sebelum Islam dulu, pencuri “terhormat” dibiarkan

Dalam hadits shahih ada riwayat terkenal:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

(( إنَّمَا أهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيِهمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ ، أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا )) . متفق عَلَيْهِ . رياض الصالحين (2/ 277)

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu binasa karena bila
ada orang
mulia diantara mereka yang mencuri, mereka membiarkannya; dan bila orang lemah yang mencuri, maka mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, andaikata Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.” [Hadits Riwayat Al-Bukahri, Ahdits Al-Anbiya 3475. Muslim, Al-Hudud 1688].

Riwayat shahih yang lebih komplit:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ الْفَتْحِ فَقَالُوا مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ فِيهَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمَّا كَانَ الْعَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاخْتَطَبَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَإِنِّي وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ثُمَّ أَمَرَ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقُطِعَتْ يَدُهَا

Dari ‘Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa

saat penaklukan Kota Makkah di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang-orang Quraisy pernah kebingungan mengenai masalahnya seorang wanita (mereka) yang ketahuan mencuri. Maka mereka berkata, “Siapa kiranya yang berani mengadukan permasalahan ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”

Maka sebagian mereka mengusulkan, “Siapa lagi kalau bukan Usamah bin Zaid, orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Lalu wanita itu dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Usamah bin Zaid pun mengadukan permasalahannya kepada beliau.

Tiba-tiba wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berubah menjadi merah seraya bersabda:

أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ

“Apakah kamu hendak meminta syafa’at (keringanan) dalam hukum Allah (yang telah ditetapkan)!”

Maka Usamah berkata kepada beliau, “Mohonkanlah ampuanan bagiku wahai Rasulullah.”

Sore harinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah, setelah memuji Allah dengan ujian yang layak untuk-Nya, beliau bersabda:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَإِنِّي وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

“Amma Ba’du. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah manakala ada orang yang terpandang (terhormat) dari mereka mencuri, maka merekapun membiarkannya.

Namun jika ada orang yang lemah dan hina di antara mereka ketahuan mencuri, maka dengan segera mereka melaksanakan hukuman atasnya.

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, sungguh aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Akhirnya beliau memerintahkan terhadap wanita yang mencuri, lalu dipotonglah tangan wanita tersebut.” ( Sumber: HR Muslim, Hadist No.: 3197,  Kitab: Hudud).

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 395 kali, 1 untuk hari ini)