Kalimah Thoyyibah Laa ilaaha illallaah لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُdinistakan secara gamblang oleh suratkabar berbahasa Inggris The Jakarta Post media massa Pro Jokowi dalam jaringan Kompas Gramedia. Banyak pihak menilai jaringan Palmerah (*baca Kompas Gramedia) memiliki catatan panjang dalam mendeskreditkan umat Islam di Indonesia. Di antaranya dapat dibaca artikel berjudul Kelakuan Kompas dalam Melumpuhkan Kekuatan Islam https://www.nahimunkar.org/kelakuan-kompas-dalam-melumpuhkan-kekuatan-islam/

Juga artikel berjudul Jejak Hitam Komplotan Kompas, Cukong, dan Gereja Katolik yang Kini Menunggangi PDIP dalam Merusak Indonesia

https://www.nahimunkar.org/jejak-hitam-komplotan-kompas-cukong-dan-gereja-katolik-yang-kini-menunggangi-pdip-dalam-merusak-indonesia/

Allah Ta’ala telah wanti-wanti dengan firman-Nya:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ } [آل عمران: 118]

118. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS Ali ‘Imran: 118).

Berikut ini berita tentang penghinaan terhadap symbol Islam yang dilakukan media jaringan Kompas yakni The Jakarta Post.

***

Fasis, The Jakarta Post Hina ‘Laa ILAHA ILALLAH’ Dengan Simbol Tengkorak

 

JAKARTA (voa-islam.com) – Simbol-simbol Islam lagi-lagi dinistakan secara gamblang di media massa Pro Jokowi dan jaringan Kompas Gramedia. Banyak pihak menilai jaringan Palmerah (*baca Kompas Gramedia) memiliki catatan panjang dalam mendeskreditkan umat Islam di Indonesia.

Anehnya pelaku makar terhadap umat Islam ini lagi-lagi berada di jaringan Palmerah, tak jauh dari markas Kompas Gramedia Palmerah yakni The Jakarta Post yang di terbitkan oleh PT Bina Media Tenggara ini terletak di Jl. Palmerah Barat No. 142 – 143, Jakarta 10270, Indonesia.

The Jakarta Post kini menanggung akibatnya karena menayangkan karikatur yang melecehkan kata LAA ILAHA ILALLAH. Inilah wajah media yang didirikan oleh Ali Murtopo dan Sofyan Wanandi ini, sekam yang membara amat dalam kebenciannya pada umat Islam dan menistakan ALLAH, Rasul dan Muhammad dalam siluet tengkorak.

Alhamdulillah beberapa media Islam online seperti Islampos.com dan Kiblat.net yang tergabung dalam Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini memberitakan pelecehan surat kabar The Jakarta Post terhadap simbol Islam menuai hasil.

Setelah meminta klarifikasi kepada pihak The Jakarta Post pagi tadi terkait karikatur penghinaan simbol Islam yang dimuat pada edisi cetak surat kabar itu 3 Juli 2014 lalu, pihak The Jakarta Post langsung merespon dengan melakukan permintaan maaf.

Seperti diberitakan Islampos.com pagi tadi, karikatur yang dianggap melecehkan kalimat tauhid yang tertera pada bendera kelompok bersenjata Islamic State of Irak and Sham (ISIS), dimuat oleh surat kabar nasional berbahasa Inggris The Jakarta Post pada edisi hari Kamis 3 Juli 2014 lalu.

Di dalam karikatur itu, ada sejumlah adegan yang ditampilkan. Salah satunya, gambar adegan seorang pria berjenggot sambil memanggul senjata sedang mengibarkan bendera berwarna hitam berlafazkan kalimat Tauhid ‘Laa Ilaaha Illallah Muhammadar Rasulullah’ berbahasa arab yang dimodifikasi dengan gambar tengkorak dengan tulisan Allah Rasul Muhammad di dalamnya.

Adapun adegan lainnya, menampilkan lima orang dalam posisi berlutut di tanah dengan mata tertutup dan tangan terikat ke belakang. Di belakang ke lima orang itu berdiri seorang pria berjenggot serta bersorban mengacungkan senjata laras panjang ke arah mereka, seolah-olah siap melakukan eksekusi. Di dekat proses eksekusi berlangsung, terlihat mobil merek Toyota dengan senjata anti serangan udara mengangkut tiga orang yang membawa senjata jenis pelontar roket Stinger.

Sebelumnya saat dikonfirmasi Islampos.com, wartawan Senior The Jakarta Post, Endy Bayuni mengatakan hariannya akan membuat pernyataan resmi terkait karikatur tersebut.

“Untuk diketahui, redaksi akan membuat statement resmi sore ini di online dan besok di Koran, menanggapi protes yang masuk,” kata Endy.

Endy enggan mengomentari lebih jauh terkait karikatur tersebut karena posisinya bukan Pemimpin Redaksi.

Surat Permintaan Maaf The Jakarta Post

Melalui situs thejakartapost.com pada hari Senin 7 Juli 2014 yang dirilis pukul 11:50 siang tadi, pihak redaksi The Jakarta Post memuat tulisan yang berjudul “Apology” (permintaan maaf, red).

“Kami sungguh-sungguh meminta maaf dan menarik kembali kartun editorial yang dicetak pada halaman 7, edisi  3 Juli 2014 dari surat kabar The Jakarta Post.

Kartun tersebut berisi simbolisme agama yang mungkin telah menyinggung sebagian orang.

The Post menyesalkan adanya kesalahan dalam keputusan itu, yang sama sekali tidak dimaksudkan untuk memfitnah atau tidak menghormati agama apapun,” demikian tulis The Jakarta Post.

Karikatur pelecehan terhadap lafadz Allah dan Rasulullah ini diduga dibuat oleh Stephane Peray berwarganegara Perancis.

Reaksi Pembaca The Jakarta Post

ghofarism 

It is self evidence JP has done the worst journalism in a Muslim majority country in Ramadhan month. Just imagine if Muslim is minority…? This is really bad.

—————————————————–

ryan_oke 

We know who you are. 

Anything what you did to us.

—————————————————–

iipalbanjary 

forgiven, not forgotten. 

yesterday I said “poor journalism practice” after your endorsement.  Today, you give us the evidence.

—————————————————–

“Bayangkan saja, pada bulan suci Ramadhan justru muslim Indonesia yang mayoritas di nistakan. Bagaimana jika muslim menjadi minoritas ?” ujar Ghofarism

Inilah fakta sesungguhnya makar jaringan Palmerah. Mereka bisa meminta maaf, tapi akan bisa dilupakan begitu saja. “forgiven, not forgotten.”[adivammar/fq/islampos/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 856 kali, 1 untuk hari ini)