Seorang pengusaha yang dipanggil Acang membongkar nama asli Ahok

di sebuah video yang diunggah di YouTube.


Jakarta (SI Online) – Nama gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Zhōng Wànxué) diduga bukan merupakan nama asli Ahok. Hal ini terungkap dari situs jejaring berbagi video, YouTube, yang beberapa hari belakangan dihebohkan dengan sebuah video pengakuan seorang pria tentang asal-usul nama Basuki Tjahaja Purnama yang sesungguhnya.

Pria yang ditulis bernama Anthony Mulia alias Acang, seorang pengusaha tambang pasir dari Belitung Timur dalam video itu mengungkapkan bahawa Ahok disebut pernah mengganti namanya dari Basuki Indra menjadi Basuki Tjahaja Purnama.

Pergantian nama itu, disebutkan dilakukan untuk menghindari kasus hukum yang membelit salah satu tambang yang ia miliki di Gunung Nayo, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung.

“Basuki, pada waktu sebelum pemekaran, dia punya tambang, di Gunung Nayo, itu adalah insinyur Basuki Indra. Panggilan Ahok itu enggak salah. Dia ada kasus, penambangan di hutan pantai, itu hutan lindung pantai, ada kasus. Hukum akan proses beliau. Tiba-tiba, sim salabim, terjadi ganti nama,” ujar Anthony Mulia alias Acang.

Video tampak direkam di sebuah tempat makan. Pria itu menjawab pertanyaan dari suara di balik kamera yang mengatakan ‘Nama Pak Basuki?’.

Dalam video, Anthony menjelaskan bahwa secara logika, nama pemilik tambang tidak mungkin tiba-tiba berubah. Apalagi nama pengganti juga sudah memiliki gelar insinyur.

“Ya kalau kita bicara logika, kemarin Insinyur Basuki Indra, yang punya tambang, tiba-tiba berubah jadi Basuki Tjahaja Purnama. Dari mana insinyurnya? Kapan Basuki Tjahaja Purnama sekolah mendapat insinyur?” tanyanya.

Suara dari balik kamera kemudian mencoba menegaskan sebanyak dua kali tentang nama asli Ahok yang bukan Basuki Tjahaja Purnama sejak kecil. “Dari kecil namanya Basuki Indra?” ujarnya.

Anthony membenarkan. Menurutnya, nama Basuki Indra bertahan hingga Ahok mendapat gelar insinyur, sebelum kasus hukum terjadi.

“Iya, Basuki Indra. Setelah katanya pendidikan ke mana-mana, dapat insinyur, Insinyur Basuki Indra. Coba cek ke pertambangan. Bener enggak izinnya Basuki Indra? Salah satu perusahaan, namanya CV Panda,” ujarnya.

Sementara itu, dalam situs resmi Pemprov DKI Jakarta, www.jakarta.go.id disebutkan: “Ahok mengambil Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Mineral di Universitas Trisakti. Setelah mendapatkan gelar Insinyur Geologi pada tahun 1989, beliau kembali ke kampong halamannya dan mendirikan sebuah CV Panda yang bergerak pada bidang kontraktor pertambangan PT Timah.”

Lelaki kelahiran Belitung, 29 Juni 1966 ini merupakan anak pertama dari pasangan Indra Tjahaja Purnama (ayah) dan Buniarti Ningsing (ibu) dan merupakan keturunan China- Indonesia.

red: abu faza/suara-islam.com – Sabtu, 12/12/2015

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.983 kali, 1 untuk hari ini)