To the point saja, karena bukan tipekal saya banyak basa basi dan bertele-tele. saya ingin bertanya pada antum, kenalkah antum dengan seorang perokok yang bernama Said Aqil Siraj?

Beliau adalah seorang public figur yang yang pernah:

  1. Mengatakan bahwa nonton video porno hanya makruh saja, tidak haram.
  2. Mengatakan bahwa Syi’ah tidak sesat.
  3. Malaikat munkar nakir sampai sekarang belum bisa menanyai gusdur didalam kubur.
  4. Mengatakan bahwa orang-orang NU yang tidak menghidupkan perayaan Asyura’ (perayaan sesat ala Syi’ah) adalah orang-orang yang goblok (humaqo’).

 

Demikian, saya kenalkan sedikit mengenai Said Aqil Siraj.

Mungkin ada yang bertanya, di mana Said Aqil Siraj ini belajar ? Alumni mana dia ?

Said Aqil Siraj ini alumni Universitas Islam Ummul Qura mekkah, Saudi Arabia. Dari S 1 sampai S 3 dia mengenyam pendidikan GRATIS dan beasiswa penuh selama kuliah kurang lebih 8 thn sampai meraih gelar Doktor di negara ARAB SAUDI. negara orang-orang berjenggot. Dia kenyang dengan beasiswa dan mukafa’ah (gaji) dari pemerintah negara orang-orang berjenggot.

Dari sisi inilah, dia sama dengan Ulil Abshor Abdalla, seorang pria yang pernah mengenyam beasiswa dan pendidikan gratis di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam & Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta selama kurang lebih 5 tahun. Sebuah lembaga pendidikan formal milik pemerintah Arab Saudi, pemerintah orang-orang berjenggot.

Thoyyib. kemarin, saya mendapatkan kiriman sebuah rekaman dari Al-Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff Hafizhahullah (Ulama NU Jatim) melalui WhatsApp. Sebuah rekaman video yang hanya berisi suara. Sepintas, suara itu mirip suara Prof.Dr.KH.Said Aqil Siraj,MA. seorang perokok yang pernah di cekal oleh KH.Abdul Hamid Baidhowi (ulama sepuh NU) karena mencela Rasulullah sampai dua kali. Saat mengirim video itu, Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff sampai menyebutnya sebagai himar (keledai).

Isi video rekaman yang di indikasi bahwa itu suara Said Agil Siraj, adalah berbicara tentang jenggot. ia bercanda melecehkan jenggot. Setelah memuji kelompok ‘Islam Nusantara’, secara sadis ia menyebut jenggot itu mengurangi kecerdasan karena syaraf yang harusnya di otak ketarik ke jenggot. (pendengar pun tertawa).

Ternyata, rekaman suara itu sudah beredar di youtube. Anda bisa lihat disini:

PERTAMA: Kalau benar ini adalah perkataan Said Aqil Siraj, maka ia harus di nasehati dan di mintai taubat, sekaligus meminta klarifikasi akan benar tidaknya ucapan tersebut, bisa jadi itu editan, atau suara yang di rekayasa -mengingat kecanggihan tekhnologi dan media di akhir zaman-. namun bila ternyata benar itu ucapan beliau, maka harus di tegakkan hujjah atasnya, dan ia wajib bertaubat kepada Allah. Kalau ia bertaubat kepada Allah, semoga Allah mengampuni dan menerima taubatnya, namun bila tidak,

Silakan baca fatwa ini:

Fatwa Lajnah Da’imah Lil Buhuts ‘Ilmiyyati Wal Ifta’:

” Menghina jenggot adalah kemungkaran besar, apabila maksud orang yang mengatakan: “Hai Jenggot!” untuk mengejek, maka itu termasuk kafir, dan apabila maksudnya untuk memperkenalkan, maka bukan termasuk kafir, dan sepatutnya ia tidak memanggilnya begitu, berdasarkan firman Allah `Azza wa Jalla, Katakanlah “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa.

http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?languagename=id&View=Page&PageID=489&PageNo=1&BookID=3

Fatwa Komite Tetap

Fatwa Nomor (5044):

Pertanyaan: Apa hukum syariat atas orang yang menghina Sunnah Nabi kita Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam seperti menghina jenggot atau orangnya, karena ia memiliki jenggot lantas memanggilnya seraya mengejek: “Hai Jenggot!”. Kami memohon penjelasan dari Anda hukum orang yang mengatakan hal itu.

(Nomor bagian 2; Halaman 43)

Jawaban: Menghina jenggot adalah kemungkaran besar, apabila maksud orang yang mengatakan: “Hai Jenggot!” untuk mengejek, maka itu termasuk kafir, dan apabila maksudnya untuk memperkenalkan, maka bukan termasuk kafir, dan sepatutnya ia tidak memanggilnya begitu, berdasarkan firman Allah `Azza wa Jalla:  Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”(65) Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

KetuaAbdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua KomiteAbdurrazzaq `Afifi

Anggota: Abdullah bin Ghadyan

AnggotaAbdullah bin Qu’ud

Maka, dengan ini, sebagai surat terbuka untuk Said Aqil Siraj -kalau benar itu ucapan dia-, maka saya menyeru anda untuk bertaubat kepada Allah, takutlah kepada Allah, takutlah terhadap perbuatan yang dapat menyebabkan anda kekal di neraka, Wallahul Musta’an.

Abu Husein At-Thuwailibi.

 Sep 13 pada 11:59 PM

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.996 kali, 1 untuk hari ini)