Agen layanan  Rahasia AS  berjalan di sekitar Pusat konvensi di Cartagena, Kolombia, sebelum upacara pembukaan KTT ke-6 di Amerika di Pusat Konvensi di Cartagena, Kolombia, Sabtu 14 April, 2012. AP Photo / Fernando Llano

Di tengah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara Benua Amerika di Kolombia, Secret Service yang bertugas melindungi Presiden Barack Obama, justru membuat berita heboh.
Sebanyak 11 anggota pasukan pengamanan presiden itu tersandung kasus dugaan prostitusi (melacur) di Cartagena. Mereka akhirnya dipulangkan lebih awal.

Inilah berita-beritanya.

***

Skandal Sex Para Pengawal Obama di Kolombia

Skandal yang dilakukan oleh pengawal Obama, lebih menarik dari acara utama.

MINGGU, 15 APRIL 2012, 17:31 WIB

Wuri Handayani

VIVAnews– Sixth Summit of the Americas yang diselenggarakan di Kolombia, 14-15 April 2012, bukan hanya diramaikan adu argumen soal masuknya Kuba dalam anggota Summitberikutnya, tapi juga skandal oleh para pengawal Obama.

Baru kali ini terjadi, pertemuan tingkat tinggi juga diwarnai skandal. Dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari 30 kepala negara itu, 11 agen rahasia Amerika Serikat dipulangkan dan 5 prajurit militer dinyatakan bersalah karena terlibat skandal prostitusi.

Menurut sumber kepolisian Kolombia, mereka membawa wanita penghibur ke dalam hotel tempat mereka menginap. Kejadian itu jelas menorehkan malu yang serius bagi Amerika Serikat. Apalagi, skandal itu justru menjadi bahasan menarik di antara wakil dari masing-masing negara, melebihi topik utama Summit kali ini.

“Saat sarapan, saya ingin membahas soal perdagangan dan obat-obatan. Tapi delegasi lain justru lebih tertarik membicarakan kisah agen rahasia dan wanita yang dibawa mereka,” kata seorang diplomat dari Amerika Latin, seperti dikutip Reuters.

Bukan hanya memalukan, skandal itu juga mencoreng nama baik Kolombia sebagai tuan rumah. Warga sangat kesal karena kota mereka kemudian mendapatkan cap buruk dari warga dunia, sebagai tempat pelacuran. Parahnya, ini terjadi ketika pertemuan penting antar kepala Negara.

Kekesalan warga Amerika Latin, salah satunya disampaikan komentator politik Venezuela, Nicmer Evans. Melalui twitter-nya, Evans mengungkapkan, “Penjaga Obama diusir di Kolombia karena kasus skandal prostitusi. Itu memalukan, membuat orang berpikir Amerika Latin adalah tempat pelacuran dan warganya melakukan hal serupa,” tulisnya.

Skandal itu seakan telah menjatuhkan citra positif Obama di hadapan publik. Ini juga akan berimbas pada terancamnya usaha Presiden kulit hitam pertama di AS itu untuk menjalin hubungan baik dengan Amerika Latin.

Seperti diketahui, hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Amerika Latin tidak begitu harmonis. AS dan Venezuela tidak lagi memiliki wakil diplomasi atau duta besar di masing-masing negara sejak 2 tahun lalu.

Awal tahun 2012, Konsul Jenderal Livia Acosta juga dipaksa meninggalkan Konsulat Miami. Presiden Venezuela, Hugo Chavez mengumumkan penutupan kantor Konsulat Jenderal Venezuela di Miami. Chavez pernah menyebutkan, Ia akan menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika dirinya dan Obama terpilih kembali menjadi presiden pada masa pemilihan mendatang.

Dengan adanya skandal pada Summit of The Americas yang diselenggarakan di Kolombia kali ini, entah apakah hubungan Amerika Serikat – Amerika Latin akan membaik dalam waktu cepat.

• VIVAnews

***

Skandal Terbesar Sejarah Secret Service: Seks

Pernah pada jaman Kennedy tapi tidak begitu memalukan seperti skandal di Kolombia itu.

SENIN, 16 APRIL 2012, 06:31 WIB

Elin Yunita Kristanti

VIVAnews — Berjas hitam, kacamata hitam, penampilan dingin, mereka adalah orang-orang pilihan yang lolos seleksi superketat dan latihan tanpa henti. Tugasnya mengawal dan melindungi orang-orang penting, terutama Presiden Amerika Serikat. Menjadi perisai hidup.

Secret Service, pasukan pengawal khusus AS, punya sejarah panjang sejak tahun 1865. Selain catatan kegagalan melindungi John F Kennedy dari penembakan brutal, dan nyaris kecolongan dalam serangan terhadap Presiden Gerald Ford dan Ronald Reagan, reputasi mereka nyaris tanpa cela. Sampai tahun 2012 ini.

Di tengah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara Benua Amerika di Kolombia, Secret Service yang bertugas melindungi Presiden Barack Obama, justru membuat berita heboh.

Sebanyak 11 anggota pasukan pengamanan presiden itu tersandung kasus dugaan prostitusi di Cartagena. Mereka akhirnya dipulangkan lebih awal.

Sumber CBS menyebut, para pengawal khusus ini terlibat sengketa pembayaran dengan sejumlah pekerja seks komersial. Salah satu PSK itu melapor ke polisi, yang meneruskan kabar memalukan itu ke Departemen Luar Negeri.

Ronald Kessler, penulis buku “In the President’s Service” menyebut ini adalah skandal terbesar yang pernah dialami Secret Service.

Meski bukan yang pertama, ini tamparan memalukan yang pernah terjadi. Sebelumnya, seorang agen Secret Service ditangkap karena dicurigai mabuk saat mengemudi di Iowa. Padahal dia menjadi bagian dari tim keamanan yang ditugaskan untuk mempersiapkan tur dengan bus Obama. Atau saat mereka kecolongan pasangan Michaele dan Tareq Salahi yang menyusup di jamuan makan malam kenegaraan Obama.

Kessler menyebut, apa uang terjadi di Kolombia adalah hal yang sangat mengejutkan. Bahkan, karena melibatkan seorang supervisor, bisa jadi ini pertanda bahwa tindakan tak senonoh itu adalah sebuah tren baru. “Ini tak bisa dipercaya dan menimbulkan rasa malu luar biasa bagi AS.”

Bisa membahayakan

Sementara, seperti dimuat situs Politico, politisi Partai Republik, Darrel Issa menduga, skandal seks yang membayangi kunjungan Obama di Kolombia, bukan yang pertama terjadi.

“Investigasi yang perlu dilakukan bukan soal berapa yang terlibat, 11 atau 20, atau lebih. Tapi, berapa sering ini terjadi sebelumnya,” kata dia, Minggu 15 April 2012. “Kejadian seperti ini tak hanya sekali terjadi.”

Issa juga meyakini, jumlah agen yang terlibat dalam kontroversi ini lebih banyak dari yang dilaporkan. Ia juga menampik, Obama tak pernah berada dalam bahaya selama kunjungannya ke luar negeri, gara-gara skandal memalukan ini.

“Dalam kasus ini, presiden mungkin tak dalam kondisi bahaya. Namun, coba pikirkan, apa yang terjadi jika ada agen diperas karena perbuatannya enam bulan atau enam tahun lalu?,” kata dia. Perbuatan memalukan itu bisa jadi pintu gerbang insiden yang membahayakan orang-orang penting di AS.

Seperti diketahui, tujuh anggota Secret Service dibebastugaskan karena dugaan penyimpangan. Beberapa saat kemudian terkuak, lima anggota militer AS juga dilaporkan terlibat dalam skandal itu.

Bagaimana reaksi Obama? Gedung Putih mengatakan Obama telah diberi penjelasan singkat tentang insiden itu, namun mereka tak mau menyebut apa reaksi orang nomor satu AS itu.

“Presiden memiliki keyakinan penuh terhadap Secret Service,” kata juru bicara kepresidenan, Jay Carney seperti dimuat FOX News, Minggu malam.

Dengan skandal ini, apakah Secret Service masih layak menyandang slogan, “Worthy of Trust and Confidence” alias “Layak Dipercaya dan Diandalkan”? • VIVAnews

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.289 kali, 1 untuk hari ini)