Survey itu dari Kemenkes yang Menteri Kesehatannya, Nafsiah Mboi adalah orang yang dikenal pernah heboh pula karena punya program kampanye kondom untuk remaja. Apakah survey itu ada maksud terselubung untuk menentukan ukuran-ukuran pembuatan kondom bagi para remaja agar ukurannyan pas dan tidak takut zina?

  • Pada lembaran ke-5, Nurlina kaget lantaran ada pertanyaan mengenai ukuran alat kelamin pria maupun perempuan.
  • “Ada gambar payudara dan alat kelamin pria. Anak diminta lingkari mana yang sesuai dengan miliknya,” tutur Nurlina saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (7/9/2013).
  • “Itu kuesioner milik dinas kesehatan,” kata Kepala SMPN 1 Sabang Syarifah Nur saat dikonfirmasiLiputan6.com dari Jakarta, Jumat (6/9/2013). “Brosur itu milik dinas kesehatan, sudah ada sejak tahun lalu, bukan milik sekolah. Yang bertanggung jawab harusnya dinas kesehatan.”
  • Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pornografi dan Napza, Maria Advianti mengatakan, pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner tentang ukuran kelamin sangat tidak masuk akal, jika dikaitkan dengan kesehatan reproduksi.
  • “…ini buatan Kementerian Kesehatan,” kata Direktur Bina Kesehatan Anak Kemenkes, Jane Soepandi, di Kementerian Kesehatan, Sabtu (7/9/2013).

Inilah beritanya, dan di bagian bawah ada tulisan berjudul Ketika Menkes Mboi Kalah Debat Dari Afika Tentang Kondom

 

***

 

Ukuran kelamin 1

 

DUNIA pendidikan Indonesia kembali diuji. Sebuah kuesioner dinilai tak pantas diberikan kepada siswa. Kuesioner itu dibagikan kepada siswa kelas 1 SMP.

Nurlina kaget bukan kepalang saat menerima kuesioner itu dari anaknya, Muhammad Faziz (12). Kuesioner diberikan pihak sekolah Faziz, SMP Negeri I Sabang, Aceh.

Saat membuka lembaran awal tak ada yang aneh dalam kuesioner itu. Namun, pada lembaran ke-5, Nurlina kaget lantaran ada pertanyaan mengenai ukuran alat kelamin pria maupun perempuan.

“Ada gambar payudara dan alat kelamin pria. Anak diminta lingkari mana yang sesuai dengan miliknya,” tutur Nurlina saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (7/9/2013).

Menurut Nurlina pertanyaan seperti itu tak etis diberikan kepada siswa yang baru masuk SMP. Karena tak ada hubungan dengan prestasi di sekolah. “Saya keberatan dan saya tak mau isi kuesioner itu,” ujarnya.

Nurlina pun mengunggah foto kuesioner tersebut ke akun facebook-nya. “Saya sengaja upload ke dunia maya. Dan akhirnya dinaikkan ke media cetak oleh kawan,” ujarnya.

 

Menolak Disalahkan

Kepala SMPN 1 Sabang menolak disalahkan atas beredarnya kuesioner yang memuat gambar alat kelamin itu. Kuesioner itu, bukan pihak sekolah yang mengeluarkan.

“Itu kuesioner milik dinas kesehatan,” kata Kepala SMPN 1 Sabang Syarifah Nur saat dikonfirmasiLiputan6.com dari Jakarta, Jumat (6/9/2013). “Brosur itu milik dinas kesehatan, sudah ada sejak tahun lalu, bukan milik sekolah. Yang bertanggung jawab harusnya dinas kesehatan.”

Muncul pro dan kontra dari sejumlah pihak terkait kuesioner itu. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyatakan meminta penjelasan terkait dicantumkannya ukuran kelamin siswa dalam uji kesehatan di sebuah SMP di Kota Sabang. Komnas Anak meminta syarat itu dihentikan.

“Jadi itu mulai besok kami akan tulis surat untuk tidak dilanjutkan dan harus ada evaluasi dari Gubernur Aceh,” kata Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait saat dihubungi Liputan6.

Menurut Arist, kuesioner uji kesehatan yang mencantumkan ukuran payudara dan penis para siswa itu baru diberikan kepada satu SMP di Kota Sabang. Namun, dia mengaku belum tahu apakah kuisioner itu merupakan kebijakan sekolah atau Dinas Pendidikan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.

“Belum kami konfirmasi soal itu, tapi tampaknya mereka saling cuci tangan,” tutur dia.

 

Tak Masuk Akal

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pornografi dan Napza, Maria Advianti mengatakan, pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner tentang ukuran kelamin sangat tidak masuk akal, jika dikaitkan dengan kesehatan reproduksi.

“Pendidikan pada kesehatan reproduksi pada anak seharusnya lebih kepada pencegahan dari perilaku seksual yang keliru dan mencegah kekerasan seksual,” kata Maria.

Anggota Komisi VIII DPR Ingrid Maria Palupi Kansil pun angkat bicara. Dia meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegur Gubernur Aceh Zaini Abdullah terkait kuesioner yang memuat gambar dan ukuran kelamin siswa itu.

“Menyikapi kejadian pengukuran alat kelamin dan payudara di Aceh, saya mengimbau agar Menteri Dalam Negeri segera menegur secara tertulis Gubernur Aceh. Selanjut diteruskan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Aceh untuk segera menarik formulir kuesioner ukuran kelamin dan payudara dari sekolah,” kata Ingrid.

Kuesioner pengukuran alat kelamin itu bukan hanya menghebohkan wilayah ujung paling barat Indonesia. Kuesioner serupa juga dibagikan kepada siswa di wilayah Sleman, Jawa Tengah.

(Diambil seperlunya dari atjehcyber.net 08 Sept 2013)

***

Ada kaitannya dengan tekad Menkes penyebaran kondom untuk remaja ?

Menteri kesehatan kan memang sejak diangkatnya telah bertekad menyebarkan kondom untuk remaja.  Lalu ditentang keras oleh para ulama dan Umat Islam.

Perempuan yang punya suami non Islam padahal dikenal sebagai Muslimah (dan itu hukumnya haram dalam Islam, QS 60: 10) itu telah mengkampanyekan kondom sejak tahun 90-an.

Siapa tahu dengan survey ukuran kelamin para remaja itu kemudian dijadikan bahan untuk standar bikin kondom untuk para remaja agar tidak takut berzina. Betapa dosanya kalau seandainya demikian.

***

Berikut ini tulisan yang pantas dibaca opula bila Anda mau.

***

Ketika Menkes Mboi Kalah Debat Dari Afika Tentang Kondom

Menkes atau menteri kesehatan RI yang baru, Nafsiah Mboi beberapa waktu yang lalu mengumumkan program kerja yang kontroversial, yaitu “penghalalan” kondom untuk remaja dan kampanye penggunaan kondom untuk remaja atau perilaku seks berisiko.

Lantas saja langkah menkes baru, Nafsiah Mboi, ditentang habis-habisan oleh beberapa pihak di negri ini, terutama dari kalangan agamis yang khawatir kalau program menkes tentang kondom itu bisa memfasilitasi adanya perilaku seks bebas di kalangan remaja.

Ternyata, tidak hanya kalangan tertentu yang menentang program menkes mboi ini, bocah fenomenal yang populer dari membintangi iklan makanan di Indonesia, afikah juga ternyata ikut coba berpendapat bahkan sedikit berdebat tentang kebijakan baru sang menkes ini.

Bagaimana percakapan debat mereka? berikut screen shootnya

Ukuran kelamin 2

well… emang iya sih bukan perdebatan sesungguhnya antara menkes dan afika, namun nampaknya menkes juga harus lebih bijak menyikapi ini, memang beliau bermaksud baik, namun bagaimana dengan celah yang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh para remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah? padahal juga kondom tak selalu aman, ada risiko robek yang bisa mengakibatkan potensi terserang Penyakit kelamin menular masih terbuka.

http://kabarnesia.com

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.591 kali, 1 untuk hari ini)