Heboh Tertangkap Basah! Aparat Keamanan di Kudus Jateng Jadi Simpanan Istri Pejabat, Mati

Inilah beritanya.

***

Jadi Simpanan Istri Pejabat, Nasib Aparat Keamanan di Kudus Berakhir Tragis Usai Tertangkap Basah Selingkuh



Ilustrasi selingkuh/ Tribunews.com via IMCNews.ID

 

Peselingkuhan antara aparat keamanan dengan istri pejabat di Kudus terbongkar.

Namun di tengah penyelidikan, selingkuhan istri pejabat yang juga merupakan seorang ASN itu meninggal dunia.

Sempat tak diketahui penyebab ia meninggal dunia, aparat keamanan itu ternyata tewas karena bunuh diri.

Dilansir dari Serambinews.com Jumat (2/4/2021), kabar tewasnya aparat keamanan itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo, Kamis (1/4/2021).

“Akhirnya selingkuhannya itu meninggal bunuh diri,” kata Hartopo.

sosok.grid.id, Rina Wahyuhidayati – Sabtu, 3 April 2021 | 07:13 WIB

***

Ancaman Azab Akibt Merajalelanya Zina pun Tak Digubris?



Ilustrasi. Foto /TATSQIFUL-UMMAH @tatsqiful_ummah

 
 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

 
 

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

 
 

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

Astaghfirullaah… kini gejalanya, zina bukan hanya nampak, tapi bahkan zina di jalanan terang-terangan dikabarkan marak.

Anehnya, sulit kita dengar suara keprihatinan dari para pejabat negeri ini. Demikian pula keprihatinan para tokoh. Padahal, ancaman azabnya sebegitu dahsyat.

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

Silakan simak ini.

***

Apabila Zina Telah Tersebar…

 
 

بسم الله الرحمن الرحيم

 
 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

 
 

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

 
 

“Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]

 
 

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

 
 

ويظهر الزنا أي يشيع ويشتهر بحيث لا يتكاتم به لكثرة من يتعاطاه

 
 

“Makna ‘Dan nampaknya perzinahan’ adalah tersebarnya perbuatan zina, ramai dilakukan, tatkala zina itu tidak dapat lagi disembunyikan karena banyaknya orang yang melakukannya (itulah diantara tanda kiamat).” [Fathul Bari, 12/114]

 
 

APA AKIBATNYA?

 
 

 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

 
 

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

 
 

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

 
 

 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

 
 

تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ

 
 

“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam, lalu menyerulah seorang penyeru: Apakah ada yang mau berdoa sehingga dikabulkan doanya? Apakah ada yang mau meminta sehingga diberikan permintaannya? Apakah ada orang yang tertimpa musibah (yang memohon pertolongan Allah) sehingga dihilangkan kesusahannya? Maka tidaklah seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa (di waktu tersebut) kecuali Allah akan mengabulkannya, kecuali seorang wanita pezina yang menjajakan kemaluannya dan seorang pemungut pajak.” [HR. Ath-Thabrani dari ‘Utsman bin ‘Abil ‘Ash Ats-Tsaqofi radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1073]

 
 

 Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam juga bersabda,


” 
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ “.

 
 

“Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemuinya:

 
 

1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.

 
 

2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.

 
 

3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit, andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya.

 
 

4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka.

 
 

5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.”

 
 

[HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]

 
 

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 
 

 
 

——

Sumber: http://sofyanruray.info/apabila-zina-telah-tersebar/

 
 

via Group WA Ta’awun Dakwah

Pondok Jamilurahman

Abu Bassam | Kamis, 11 Agustus 2016 – 09:44:49 WIB 

https://www.atturots.or.id/berita-apabila-zina-telah-tersebar%E2%80%A6.html

(nahimunkar.org)

 


 

(Dibaca 618 kali, 1 untuk hari ini)