KH Ma’ruf Amin


POJOKSATU.id, JAKARTA – Ucapan Selamat Natal mantan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin jadi sorotan publik. Kalimat yang disampaikan calon Wakil Presiden RI itu sangat janggal.

Lewat sebuah video singkat, Ma’ruf Amin menyampaikan selamat Natal dan Tahun Baru 2019. Namun, kalimat Ma’ruf Amin dipertanyakan warganet lantaran seolah-seolah memposisikan diri sebagai umat Kristiani.

“Saudara-saudara, kami dari kaum Kristiani, kami sampaikan selamat Hari Natal dan Tahun Baru, semoga berbahagia,” ucap Ma’ruf Amin.

Video tersebut diunggah di akun Instagram Mohamad Guntur Romli, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga pendukung setia pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ucapan Selamat Natal dari Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin,” tulis Guntur Romli di keterangan video.

Gara-gara video tersebut, Ma’ruf Amin dikecam banyak orang. Pasalnya, selain terkesan memposisikan diri sebagai umat Kristiani, dia juga membolehkan umat Islam mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani.

Kiyai Ma’ruf dianggap tidak konsesiten. Sebab, ketika dia menjabat Ketua Umum MUI, ia disebut-sebut melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal.

Namun tudingan itu dibantah oleh Ma’ruf Amin saat menjadi bintang tamu dalam acara talkshow Rosi bertajuk ‘Jalan Politik Ma’ruf Amin’.

“Tidak ada fatwa MUI yang menyatakan itu (haram). Yang MUI itu tidak boleh mengikuti upacara peribabadatannya,” ucap Ma’ruf Amin saat menjawab pertanyaan dari pemandu acara, Rosiana Silalahi.

Kendati demikian, mantan Ketua MUI ini tak menampik jika beberapa ulama berbeda pendapat soal hukum mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani.

“Di kalangan umat Islam kemudian ada perbedaan. Ada yang melarang karena dianggapnya itu menyekutukan Tuhan, tapi ada yang mengatakan bukan (menyekutukan). Mengucapkan soal kelahiran,” tambahnya.

“Nah di sini MUI tidak membuat pendapat tentang itu, silahkan sajalah, terserah kalian mau milih yang mana, setuju yang mana, yang penting tidak merusak, tidak sampai menciderai,” tandas Ma’ruf.

Berikut video ucapan selamat Natal Ma’ruf Amin yang menjadi sorotan publik:

(one/pojoksatu)

***

Pertanyaan untuk KH Ma’ruf Amin yang Ucapkan Selamat Natal, Bolehkah Ucapkan Selamat Perayaan OPM 1 Desember yang Tidak Akui NKRI?

Posted on 26 Desember 2018 – by Nahimunkar.com

Video ini mempertanyakan kepada Ma’ruf Amin yang mengucapkan selamat natal dan membolehkannya. Bolehkah mengucapkan selamat kepada OPM atas perayaannya 1 Desember yang tidak mengakui NKRI itu?

Bila mengucapkan selamat kepada OPM, tentunya justru bermakna kurang loyal terhadap NKRI. Itu pertanyaan pertama.

Pertanyaan kedua, benarkah innad diina ‘indallahil islaam, menurut anda. Hanya Islamlah yang selamat di akherat. Artinya ritual di luar Islam justru menyebabkan mereka masuk neraka. Apakah amaliah2 mereka yang justru akan mengakibatkan mereka akan masuk neraka ini, kita ucapkan selamat? Itu bukan toleransi, tapi itu sangat tega. Maka bagi kami (suara dalam video) ucapan selamat natal adalah hal yang diharamkan, dari dua hal (selamat kepada OPM, dan kepada amaliah yang memasukkan ke neraka, malah diucapi selamat) tersebut. Terlepas dari dalil-dalil yang lain.

Video:

Sebagaimana diketahui beredar heboh video ucapan selamat natal KH Ma’ruf Amin menjelang 25 Desember 2018.

Sementara itu tempo.co memberitakan, (sebelum menjadi cawapres Jokowi) di antara pandangan Ma’ruf Amin yang sempat mengundang perdebatan, adalah  Melarang mengucapkan natal

Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. “Itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah sajalah,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012.

Meskipun melarang, Maruf meminta umat Islam menjaga kerukunan dan toleransi. Dia menyatakan ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti ritual Natal. Dia menegaskan, mengikuti ritual Natal adalah haram. “Karena itu ibadah (umat lain),” kata dia./ Tempo.co, Sabtu, 11 Agustus 2018 12:03 WIB

***

Mengucapkan “Happy Christmas” (Selamat Natal) atau perayaan keagamaan mereka lainnya kepada orang-orang Kafir adalah haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama (ijma’).

Imam Ibnul Qayyim berkata: Adapun ucapan selamat dengan syiar-syiar kekafiran yang khusus dengannya maka haram dengan kesepakatan, seperti kalau mengucapi selamat kepada mereka dengan hari-hari raya mereka dan puasa mereka, dengan mengatakan; hari raya yang diberkahi atasmu, atau selamat dengan hari raya ini dan semacamnya, maka ini apabila selamat pengucapnya dari kekafiran, maka perbuatannya itu sendiri termasuk yang diharamkan, dan itu pada posisi ucapan selamat kepada sujudnya pada salib, bahkan hal itu lebih besar dosanya di sisi Allah, dan lebih sangat dimurkai daripada ucapan selamat kepada yang minum khamr, membunuh jiwa, dan berbuat dosa pada farji yang haram (berzina) dan semacamnya.

Banyak di antara orang yang tidak menghargai agama di sisinya yang jatuh dalam hal yang demikian, dan dia tidak tahu buruknya apa yang dia perbuat, maka barangsiapa mengucapi selamat kepada seseorang pada kemasiatannya atau bid’ahnya atau kekafirannya maka sungguh dia menyambut murka Allah dan marahNya… dan seterusnya. Lihatlah kitab Ahkamu Ahlidz Dzimmah 1/ 161 fasal mengenai ucapan selamat kepada ahlidz  dzimmah oleh Ibnul Qayyim.

تهنئة الكفار بعيد الكريسمس أو غيره من أعيادهم الدينية حرام بالاتفاق، كما نقل ذلك ابن القيم – رحمه الله – في كتابه “أحكام أهل الذمة”، حيث قال: “وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالأتفاق، مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم، فيقول: عيد مبارك عليك، أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن تهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثماً عند الله، وأشد مقتاً من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس، وارتكاب الفرج الحرام ونحوه. وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك، ولا يدري قبح ما فعل، فمن هنأ عبداً بمعصية أو بدعة أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه”. انتهى كلامه – رحمه الله -.

https://www.nahimunkar.org/fatwa-haramnya-ucapan-selamat-natal/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.947 kali, 1 untuk hari ini)