Heboh, minuman keras merk Whiskey berlabel halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendadak viral di media sosial. Minuman kemasan botol itu juga bertuliskan free alkohol.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, memastikan bahwa berita tersebut adalah hoax. Dia menyebut hal itu merupakan bentuk fitnah kepada Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia, karena yang berwenang menetapkan fatwa kehalalan sebuah produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika adalah MUI.

“Saya menduga bahwa label halal yang dicantumkan dalam produk minuman tersebut adalah palsu,” kata Zainut dalam keterangan, Selasa (24/10).

Menurutnya, perusahaan produk minuman tersebut tidak pernah mendaftarkan proses sertifikasinya ke LPPOM MUI untuk diperiksa dan diaudit kehalalan produknya.

Sehingga produk minuman tersebut tidak berhak mendapatkan sertifikat halal dan berhak mencantumkan label halal pada produknya.

LPPOM-MUI, kata Zainut, sampai sekarang masih memiliki kewenangan untuk menangani proses sertifikasi halal sebelum berfungsinya BPJPH.

Ia memastikan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal kepada produk minuman tersebut dan tidak pernah mengeluarkan label ‘halal’ sebagaimana yang dicantumkan pada produk minuman tersebut.

Untuk hal tersebut MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pemalsuan label halal pada produk minuman tersebut.

“Dan menindak tegas kepada pelakukanya dengan memberikan hukuman yang berat jika terbukti bersalah, karena telah menipu umat Islam dengan memalsukan label halal tanpa melalui sebuah proses dan prosedur sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan undang-undang,” kata dia.

Mengetahui difitnah soal minuman keras,  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendadak ‘naik darah’ di akun Twitter-nya. Musababnya, ada orang yang sengaja memfitnahnya dan menyebar berita palsu.

Awalnya, Salah seorang netizen pemilik akun twitter @yusuf_dumdum kemudian melaporkan hal tersebut kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin lewat media sosial itu. Dia juga me-mention akun @DivHumasPolri dalam cuitannya.

“Fitnah yg ditujukan ke menteri @lukmansaifuddin sungguh kejam & biadab. Sudah ribuan yg share & percaya. Astagfirullah. Cc @DivHumasPolri,” tulisnya.

Sontak, postingan ini langsung mendapatkan tanggapan beragam dari warganet. Banyak yang ikut mempertanyakan dan ada pula yang meragukannya.

Kondisi serupa juga terjadi di Twitter, di mana banyak netizen yang mempertanyakan mengenai hal tersebut. Berikut sejumlah komentar terkait foto whiskey halal tersebut di Twitter:

@walisongo063: Astaghfirullah !!
Mohon Penerangan, apakah benar botol minuman ini dilabeli halal ?? @DPR_RI @fahiraidris @Intel_FPI
 @bangyupi_006:

Mungkin sertifikat halal miras keluaran NU JIL ato NU Cab. Kristen pimpinan @saidaqil ?p? @nu_online @sahaL_AS @AlissaWahid @zuhairimisrawi

@jhony_ohox: Oh ini toh maksutnya pemerintah mengambil alih sertifikasi halal dari MUI gunanya untuk mengHALALkan MIRAS!? #MIRIS @4binyaHaykal

@Kemenag_RI dan pak @lukmansaifuddin gimana komentarnya? Apa belum cukup kasus2 akibat miras? belum lagi hal ini DIHARAMKAN oleh Allah SWT @Nodding1971

Apakah ini akan kejadian kalo pemerintah sudah mengambil alih pelabelan halal setiap produksi.NGERI@BSPutra4

Cuitan Yusuf langsung ditanggapi oleh Lukman. Menurut Lukman, apa yang disebar di dunia maya itu merupakan bentuk fitnah.

“Mereka yg memfitnah telah melecehkan nalar publik. Mereka pikir publik akan begitu saja mempercayai hal yg sama sekali tak masuk akal,” kata Lukman dalam akun Twitter-nya.

Kementerian Agama telah meresmikan Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pembentukan badan ini sesuai dengan UU No 30 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal. NH

Sumber : korannonstop.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 865 kali, 1 untuk hari ini)